Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilkada
Haedar: Tidak Perlu Mereproduksi Isu-Isu yang Dapat Memecah Belah Bangsa
2017-05-12 09:02:05
 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir ketika memberikan keynote speech dalam Rakornas Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi 'Aisyiyah (PTA) dalam Bidang Akademik di Hotel Novotel Jalan R. Sukamto Palembang.(Foto: Istimewa)
 
PALEMBANG, Berita HUKUM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selalu ada dinamika dalam mereproduksi isu-isu yang dapat memecah belah bangsa. Salah satunya pada Pilkada DKI Jakarta yang lalu.

Penyebaran isu-isu yang dapat merusak tubuh bangsa ini, menurut Haedar sudah waktunya kita cukupkan peristiwa itu untuk berlalu, dan kita melangkah kedepan untuk agenda-agenda strategis dalam memberikan kemaslahatan bagi orang banyak.

"Pilkada DKI Jakarta yang lalu telah banyak menguras perhatian hampir seluruh masyarakat Indonesia, hasil Pilkada DKI Jakarta harus diterima secara demokratis," ucap Haedar, Selasa (10/5) ketika memberikan keynote speech dalam Pembukaan Rapar Koordinasi Nasional (Rakornas) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi 'Aisyiyah (PTA) dalam Bidang Akademik di Hotel Novotel Jalan R. Sukamto Palembang.

Lanjut Haedar, kita perlu memproyeksikan pengalaman Pilkada DKI Jakarta tersebut pada dua sisi, sisi yang pertama yaitu kita menganggap Pilkada DKI Jakarta sebagai kontestasi politik biasa, agar tidak terlalu ditarik kemana-kemana, baik dalam isu mengenai radikalisme agama, kebhinekaan, mordealisme, NKRI dan juga isu intoleransi yang dapat dibenturkan antar satu dengan yang lain.

"Cara berfikir tersebut sangatlah tidak konstruktif," tegas Haedar.

Sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, dalam menyikapi hal ini Haedar mencari jalan tengah agar masyarakat dapat berhenti dalam membenturkan isu-isu tersebut, karena Haedar menilai hal tersebut tidak produktif dan dapat memunculkan benturan baru yang merupakan reproduksi dari isu tersebut.

"Sangat disesalkan, permasalahan tersebut pada dasarnya merupakan hal yang biasa, jika kembali pada titik wajar maka kita akan kembali cepat pulih. Dan seharusnya sudah tidak perlu lagi adanya reproduksi isu-isu yang dapat memecah belahkan bangsa ini," pungkas Haedar.(adam/muhammadiyah/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
PDIP Usung Jokowi, Peta Kekuatan Sementara Jokowi Vs Prabowo untuk Pilpres 2019

Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP

Yusril Ihza Mahendra: PBB Siap Hadapi Sidang Bawaslu, Jumat 23 Feb 2018

Fahri Hamzah: Masyarakat Tak Perlu Takut Kritik DPR

 

  Berita Terkini
 
Bhayangkara FC Melaunching Jersey Baru dan Nama 26 Pemain

Tim Advokasi MJ Dihadang Warga, Negara Punya Mandat Hentikan Premanisme

Muktamar XV Tapak Suci Putera Muhammadiyah: Pelopor Persatuan dalam Menjaga NKRI

Tak Lolos Peserta Pemilu, Dengan Serba Hitam Partai Republik Datangi Bawaslu

Din Syamsuddin Minta Kepolisian Transparan Mengusut Penyerangan Tokoh-Tokoh Agama

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2