Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Virus Corona
Haedar Nashir: Waspada Terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan
2021-01-12 10:48:28
 

Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum PP Muhammadiyah.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Penambahan jumlah kasus baru positif Covid-19 pada Jumat (8/1) mendapatkan lonjakan paling tinggi perharinya, yaitu sebanyak 10.617 pasien terkonfirmasi positif covid-19.

Data pada Ahad (10/1) menunjukkan jumlah terkonfirmasi positif covid-19 seluruh dunia telah mencapai 89,6 juta di 215 negara dan korban meningal dunia mencapai 1,93 juta. Sedang di Indonesia terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 808 ribu dan 23.753 korban meninggal dunia.

Kondisi ini menjadi keprihatinan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Kepada mereka yang menjadi korban.

Termasuk diantaranya tenaga kesehatan para medis, dokter di rumah sakit itu sekarang sedang menangani pasien yang melebihi kapasitas terutama di beberapa rumah sakit di kota-kota besar.

"Koban yang meninggal dari tenaga kesehatan saat ini sangatlah tinggi, termasuk dokter spesialis yang tidak mudah cara memperolehnya itu pergi dan dipanggil Allah karena covid ini dan mereka bertugas karena misi kemanusiaan," ucap Haedar dalam Resepsi Milad ke-108 Muhammadiyah PDM Probolinggo, pada Ahad (10/1).

Karena itu Haedar mengimbau kepada warga Muhammadiyah dan masyarakat hendaknya waspada.

Waspada Covid Bagian dari Taqwa

"Waspada itu bagian dari taqwa wiqayah (menjaga) namanya. Jadi, salah satu sifat taqwa itu kewaspadaan. Ini bukan soal takut dan tidak takut terhadap virus, manusiawi kita harus takut karena memang virus ini ganas," kata Haedar.

Menurutnya, orang yang segar bugar fisiknya, tubuhnya atletis dan usianya masih muda tidak ada jaminan dapat terbebas dari covid-19.

"Oleh karena itu, kita perlu wiqayah (menjaga, memelihara). Juga jangan salah anggapan kenapa harus takut kepada virus, takutlah kepada Allah. Padahal takut kepada Allah itu juga harus takut kepada ancaman dari makhluk Allah termasuk virus," lanjut Haedar dalam paparannya.

Lebih spesifik Haedar menjelaskan, takut kepada Allah termasuk harus takut terhadap ancaman makhluk Allah yang membahayakan diri dan tentu takutnya beda dengan takut kepada Allah.

"Takut dari ancaman Allah atau kejadian itu merupakan wujud dari tujuan syariah Islam kita, yaitu hifdun nafs(menjaga jiwa) yang merupakan bagian dari agama bukan urusan takut dan tidak takut seakan-akan kita tidak beragama," kata Haedar.

Menurutnya menjaga dan memelihara diri termasuk bagian beragama dimana kita harus menjaga jiwa. Selain hifdz ad-din (menjaga agama) agar tetap tegak, lurus dan terawat dari penyimpangan.

Ketiga, kata Haedar kita harus hifdzul maaal (menjaga harta) yang merupakan hasil dari usaha dan jerih payah dari bekerja. Lebih perlu ditambah agar bisa berzakat, berinfaq dan bershadaqah.

Kempat yang tidak kalah penting kata Haedar adalah hifdun nasl (menjaga keturunan) dengan merawat dan menjaganya dengan baik. Dan yang terakhir adalah hifdzul aql (menjaga akal) agar tetap sehat, waras , tidak menyimpang akal pikirannya, tidak terganggu tetapi juga dijaga agar selalu diberi asupan ilmu.

"Jadi, menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga akal dan menjaga keturunan itu bagian dari agama. Bagian dari al umur ad-diniyah urusan ad-duniawiyah (urusan dunia) itu bagian dari urusan ad-diniyah (urusan agama). Dan itulah cirinya Islam tidak memisah-misahkan," kata Haedar.

Karena itu, baginya penting warga masyarakat tetap hati-hati dan tetap menerapkan 3 M: menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun dengan disiplin menjadi bagian dari agama sekaligus menjaga jiwa.(Andi/muhammadiyah/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  Kapolres: 7 Kampung Tangguh Jaya di Jakarta Barat Terbukti Efektif Tanggulangi Wabah Covid-19
  Ketum KNPI: Pesta Yang Dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok Sangat Tidak Elok
  Raffi Ahmad akan Jalani Sidang Perdana 27 Januari 2021 di PN Depok
  Vaksinasi Mandiri Bisa Jadi Alternatif Percepat Vaksinasi Nasional
  Pernyataan PP Muhammadiyah tentang Pelaksanaan Program Vaksinasi
 
ads1

  Berita Utama
SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU

Haedar Nashir: Waspada Terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Menag Yaqut Cholil Tak Lagi Anggarkan Dana Untuk Pesantren, DPR Ungkap Kekecewaan

Ibu Risma, Ngono Yo Ngono, Tapi Ojo Ngono

Ini 5 Efek Minum Kopi Setiap Hari yang Terjadi pada Tubuh

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

Ini Pesan Tito Karnavian ke Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2