Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilkada
Hasil Jajak Pendapat LKPI Menemukan Cagub No 3 Anies Baswedan - Sandiaga Unggul 51,4%
2017-04-17 07:00:04
 

Ilustrasi. Teman2, yuk ganti profile picture di socmed kamu dg salah satu gambar dibawah ini, sampai dg hari pencoblosan 19 April nanti!.(Foto: @JktMajuBersama)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktur LKPI, Arifin Nurcahyono menyampaikan pernyataan singkat sekaligus menjelaskan beberapa poin hasil setelah diverifikasi menurut survei jajak pendapat responden terhadap kecenderungan pilihan Kepala Daerah Jakarta oleh warga DKI Jakarta, yang diadakan oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pada kurun waktu 7 hingga 13 April 2017 lalu, dengan jumlah responden 2001 orang, margin of error +/- 2.6% serta tingkat kepercayaan 98%, ungkap Arifin Nurcahyono di Jakarta.

LKPI menemukan pilihan yang melatarbelakangi Warga DKI Jakarta pada kedua paslon Kepala daerah sejumlah 55,7% memilih paslon berdasarkan kesamaan agama dengan yang dianut calon gubenurnya. "Sebaliknya kisaran 37,5% tidak berdasarkan kesamaan agama dianut, sisanya 6,8% tidak memberikan jawaban," ungkap Nurcahyono Sabtu (15/4).

Arifin Nurcahyono menjelaskan bahwa, kalau Warga DKI Jakarta saat ditanyakan pengaruh atau tidaknya terkait kasus hukum yang menimpa Basuki Tjahaya (Ahok) yaitu kasus penistaan agama Islam. Arifin mengemukakan kalau responden yang menjawab sekitar 53,3% kasus Basuki membuat kecewa dan akan jadi faktor mempengaruhi.

"Sedangkan, warga DKI Jakarta yang tidak berpengaruh kasus itu sebanyak 44,2%, selebihnya 2,5 persen tidak menjawab," jelasnya.

Kemudian Direktur LKPI itu juga menyampaikan kalau Masyarakat Jakarta ketika ditanya perihal keterkaitan kepentingan Joko Widodo untuk kemenangan Basuki Tjahaya sebagai Gubenur DKI Jakarta, Ia menyebutkan hasil riset LKPI menemukan sebanyak 87,2% menjawab sangat punya kepentingan dengan terpilihnya Basuki Tjahaya sebagai Gubernur dan sisanya berpendapat Joko Widodo tidak punya kepentingan.

"Ditemukan 87,2 % warga DKI menjawab sangat berkepentingan dan sebanyak 60,4% memberikan alasan karena semua rahasia Joko Widodo saat jadi Gubernur dan terpilih sebagai Presiden diketahui oleh Basuki Tjahaya, selebihnya mengatakan agar program Joko Widodo bisa dilanjutkan Basuki Tjahaya," tukasnya.

Disamping itu, menurut Nurcahyo lebih lanjut menuturkan bahwa diketahui sekitar 73,3% warga Jakarta tidak puas dengan kinerja Basuki Tjahya - Djarot selama mengurus Jakarta selama ini berdasarkan pengumpulan riset selama sepekan itu. "Mungkin faktor disebabkan kebanjiran saat hujan dan kemacetan setiap hari serta jalan yang rusak dan ternyata Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga tidak meringankan beban biaya pendidikan," urainya.

Lalu, sambung Nurcahyo menjelaskan terkait pasangan Anies Baswedan - Sandiga, malahan ditemukan sebesar 72,3% warga yakin Anies-:Sandi bisa memimpin Jakarta lebih baik dari Basuki - Djarot.

"Riset itu dikumpulkan atas jawaban responden menilai alasan latar belakang pengalaman Anies di birokrasi saat menjadi Menteri Pendidikan dan dicopot bukan karena kinerja yang buruk, namun akibat 'Tekanan Politik' saat itu," papar Direktur LKPI menjelaskan.

"Begitu juga warga DKI yakin dengan kemampuan dan kesuksesan Sandiaga Uno dalam membangun usahanya bisa jadi dasar untuk memimpin Jakarta yang lebih baik," terangnya.

"Saat tahun 2001 warga DKI Jakarta yang mewakili semua warga DKI jakarta yang memiliki hak memilih pada pilkada DKI putaran kedua, ditanyakan akan memilih siapa dari kedua paslon tersebut. Maka 51,4% akan memilih pasangan Anies Baswedan - Sandiaga dan 46,1% memilih Basuki Tjahaya - Djarot, dan sisanya 2,5% tidak menjawab," jelasnya

"Dari survei dapat disimpulkan bahwa pasangan Anies - Sandi akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta setelah tanggal 19 April 2017," tutupnya.(bh/mnd)



 

 
   Berita Terkait > Pilkada
 
  Eep Saefulloh: Posko Pemenangan Ahok Ada di Istana, Operatornya Menkopolhukam
  Haedar: Tidak Perlu Mereproduksi Isu-Isu yang Dapat Memecah Belah Bangsa
  Pilkada Jakarta Bukti Demokrasi Indonesia Semakin Matang
  Anies - Sandi Resmi Menang Pilkada DKI, Presiden PKS Titipkan Pesan 5S
  Ketum PAN Ungkap Peran JK dalam Pencalonan Anies di Pilkada DKI
 
ads

  Berita Utama
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

Tempat Ahok Bukan di Mako Brimob, Namanya Juga Lapas Mana ada yang Kondusif dan Nyaman

Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot

Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK Sita Rp 1 M

 

  Berita Terkini
 
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

AKBP Tatan Dirsan Layak Ditiru, Hujan Deras dan Banjir Dilalui Demi Tugas pada Malam Takbiran

Valentino Rossi Juara MotoGP Assen

Hacker Berulah, Microsoft Kebobolan Data Rahasia Besar

Haedar Nashir: Mengajak Orang untuk Menyelamatkan Bangsa Itu Musuhnya Berat

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2