Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Hoax
Hidayat Nur Wahid: Berita Laporkan Jan Eates ke Bawaslu Itu Tidak Benar, Fitnah dan Hoax
2019-02-02 21:20:28
 

Hidayat Nur Wahid (tengah) didampingi kuasa hukumnya memperlihatkan bukti-bukti judul pemberitaan yang merugikan dirinya, dalam konferensi pers di Jakarta.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, BeritaHUKUM - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan bahwa judul berita yang beredar di media online nasional tentang dirinya laporkan cucu Presiden Jokowi, Jan Ethes ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) adalah tidak benar, fitnah dan hoax.

Penegasan itu disampaikan Hidayat Nur Wahid bersama kuasa hukumnya dalam konferensi pers di restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Sabtu (2/2).

Menurutnya, beredar judul pemberitaan di beberapa media nasional tentang hal tersebut telah merugikan pribadinya.

Hidayat menjelaskan, awal apa yang Ia sampaikan melalui akun twitternya merupakan respons dari pernyataan Ketua Relawan Cakra 19, Andi Widjajanto. Relawan Cakra 19 adalah salah satu organisasi relawan pendukung paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Sesungguhnya justru pernyataan saya mempertanyakan pernyataan dari timsesnya Pak Jokowi atau relawan Cakra 19, Pak Andi Widjajanto yang dikutip tempo, bahwa timses 01 mengungkap keunggulan kampanye Pak Jokowi, salah satunya Jan Ethes," ujar Hidayat, yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI saat jumpa pers pada, Sabtu (2/2).

"Karenanya menjadi sangat aneh, ketika kemudian tribunnews.com, dan diikuti oleh tribunnews.com Pekanbaru dan tribunnews.com Banjarmasin, kemudian membuat judul berita yang sama sekali berbeda dan bahkan menghadirkan kegaduhan karena kemudian menimbulkan kesalahpahaman yang sangat merugikan saya, sangat "tidak sesuai dengan fakta" dan itu hoax, karena judul yang dibuat sangat manipulatif," paparnya.

Untuk itu, Hidayat meminta agar media online nasional tersebut menyampaikan permohonan maaf dan bersedia untuk mengkoreksi judul pemberitaan dimaksud.

Hidayat juga mengingatkan agar media massa lebih berhati hati menghadirkan informasi kepada publik.

"Supaya fitnah tidak berkembang ke mana-mana, supaya pihak warga bangsa terpenuhi. Media akan menjadi pilar demokrasi kalau media melakukan kewajibannya," tutupnya.

Sementara, berikut isi dan rangkaian cuitan Hidayat Nur Wahid dalam akun twitternya:

"Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg “Artis” ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye?Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?" cuit Hidayat Nur Wahid dalam akun twitternya @hnurwahid, Jumat (25/1) lalu.(bh/amp)



 

 
   Berita Terkait > Hoax
 
  Buzzer Pendukung Jokowi Merajalela, YLBHI: Demokrasi Terancam Punah!
  GESIT Deklarasikan Gerakan Lawan Hoax dan Radikalisme di Sosmed
  Boni Hargens: Politik Indonesia Sudah Masuk era 'Post-Truth Society'
  Siarkan Berita Hoax Prabowo Kampanye di Padang, Andre Rosiade Akan Laporkan Metro TV ke Dewan Pers
  Arief Poyuono: Pertengkaran dan Adu Domba Dirinya di Twitter dengan Ferdinan Hutahaean Adalah Hoax
 
ads

  Berita Utama
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi

BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun

 

  Berita Terkini
 
BNNK Balikpapan Amankan Suami Istri Kurir Sabu dengan Barbuk Sabu 2 Kg

Presiden Prancis Emmanuel Macron: 'Jangan Memberi Cap Buruk kepada Muslim dan Pemakai Hijab'

KPK Tetapkan 3 Tersangka dari OTT Kasus Proyek Jalan Rp 155,5 Milyar di Kaltim

Vonis 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Milyar untuk Trisona Putra Pemilik 499,4 Gram Sabu

BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2