Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Jaksa
Hiendra Menduga, JPU Main Mata di Ruang Sidang PN Jakarta Utara
2017-11-16 19:20:23
 

Ilustrasi. Suasana sidang pengadilan.(Foto: BH /gaj)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Aneh tapi nyata, karena orang tidak bersalah masih saja dipenjara. Kasusnya dipaksakan menjadi perkara, dan inilah realita yang menimpa seorang pengusaha bernama Hiendra Soenjoto. Hiendra jadi terdakwa di PN Jakarta Utara, padahal di PN Jakarta Selatan, dalam putusan Praperadilan jelas menyatakan bahwa semua dakwaan harus dibatalkan

Kendati demikian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reza besama Theodora bukannya mencabut dakwaan tersakwa di PN Jakarta Utara melainkan tetap menyidangkan Hiendra sebagai terdakwa. Dan saat ini persidangannya sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Akhirnya Hiendra angkat suara. Menurutnya kasus ini sangat dipaksakan, karena mengabaikan putusan pengadilan sebelumnya. "Saya menjadi terdakwa, karena ada yang ingin menguasai harta dan perusahaannya. Saya juga menduga ada permainan JPU dalam kasus ini," ujarnya pada wartawan, Kamis (16/11).

Penetapan Pengadilan

Pasalnya, Majelis hakim PN Jakarta Utara yang menangani perkaranya telah mengalihkan statu penahanan terdakwa Hiendra Soenjoto dari Rutan menjadi tahanan kota pada Jumat (10/11), tetapi Hiendra masih tetap meringkuk dalam sel tahanan di Rutan Cipinang hingga Senin (13/11). Ironisnya, kenapa JPU tidak langsung mengeksekusi dan mengeluarkan Hiendra dari tahanan. Ada apa dengan Jaksa?

"Berdasarkan surat Penetapan perintah penahanan Hakim PN Jakarta Utara Nomor:
1121/Pen.Pid/2017/PN.Jkt.Utr. Setelah melalui rapat majelis hakim, terdakwa Hiendra Soenjoto status penahanannya dialihkan menjadi tahanan kota," ujar Ketua majelis hakim Ramses Pasaribu, sebelum menutup persidangan lanjutan pada, Kamis (9/11) lalu dengan agenda pemeriksaan saksi.

Ketiga orang saksi itu adalah Azhar Umar, Muhamad Bachitar Nasution dan Reza Irfansyah diambil sumpahnya. Saksi yang pertama diperiksa adalah Azhar Umar (saksi pelapor).

Di persidangan Azhar menyatakan pernah diperiksa oleh Polisi sebagai pelapor. "Saya melaporkan Hiendra karena telah dirugikan dalam keterangan palsu pada akta notaris nomor 116, berdasarkan pasal 263, 264 dan 266 ayat (1) KUHP," ujarnya seraya mengatakan kerugiannya karena sahamnya menjadi hilang.

Menurut Azhar, akta notaris Nomor: 166 itu inbreng, karena terdakwa dalam RUPS itu telah mengubah statusnya, yang seharusnya menjadi Direktur Utama (Dirut).

"Seharusnya saya yang menjadi Dirut pada 25 Juni 2014 itu. Pada saat itu saya memberi kuasa kepada Reza untuk mewakili saya yang tidak bisa hadir dalam RUPS. Tapi pada saat itu Reza tidak diijinkan masuk, dan akhirnya diketahui susunan direksi telah dirubah oleh terdakwa," ujarnya seraya mengatakan aset sebesar Rp3 Triliun itu sudah tidak ada.(bh/db)



 

 
   Berita Terkait > Jaksa
 
  Kajati: Jaksa Bayu dan Jaksa Meylani Jika Terbukti Melanggar SOP, Saya Tindak
  Jaksa Bayu dan Jaksa Meylani Menjadi Viral di Medsos Busam Bubuhan Samarinda
  Hiendra Menduga, JPU Main Mata di Ruang Sidang PN Jakarta Utara
  Jaksa Agung Pecat Jaksa Bramantyo, Kasi Inteljen Kejari Samarinda
  Pengawas KPK Diminta Dorong Kasus Libatkan Oknum Jaksa
 
ads

  Berita Utama
Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu 2019

Ini 6 Alasan Forum Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandi

Polri Diminta Usut Aksi Respresif Polisi di Bengkulu dan Medan

Bawaslu: KPU Tidak Professional Gelar Deklarasi Kampanye Damai

 

  Berita Terkini
 
Habib Rizieq Perlu Mendapat Perlindungan

Polisi Menangkap Residivis yang Membegal Motor di Kawasan MM2100 Bekasi

PPP dan 21 Dubes Uni Eropa Bahas Isu Seputar Politik Identitas dan TKA

Konser Kebangsaan Siap Digelar di Taman Budaya Denpasar

Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu 2019

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2