Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Badai
Hujan Es Melanda Kota Bandung, Kenapa Bisa Terjadi?
2017-04-21 09:25:52
 

Tampak suasana hujan es, hujan deras disertai angin kencang di beberapa lokasi di bandung pada, Rabu (19/4).(Foto: Istimewa)
 
BANDUNG, Berita HUKUM - "Tadi memang hujannya disertai angin kencang. Namun ada hujan es. Waktu itu saya mau pulang. Melihat kondisi badai dan hujan es, saya urung dan bertuduh dulu. Banyak es menumpuk tapi sudah mencair lagi," kata Didin salah satu warga di Jalan Dipenogoro Kota Bandung.

Dikatakan Didin, sebelumnya kondisi cuaca normal. tidak lama kemudian langit menjadi mendung dan angin mulai berhembus kencang.

Peralihan Musim

Pakar Meterologi dan Klimatologi Banda Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Edvin Adrian mengatakan fenomena angin kencang dan hujan es kemarin merupakan sesuatu yang biasa dalam peralihan musim hujan dengan kemarau.

Hujan es tersebut disebabkan karena ada pengaruh angin yang cukup kencang di wilayah Bandung. "Kecepatan angin ditaksir sekitar 70 kilometer/jam. Angin cukup kencang dari bawah ke atas dan dapat dikategorikan sebagai puting beliung. Itu berpengaruh terhadap turunnya hujan lebat disertai es," katanya yang dihubungi via telepon Kamis (20/4).

Faktor yang memicu lainnya adalah letak geografis wilayah Bandung yang dikelilingi oleh pegunungan, sehingga suhu panas sebelumnya yang terjadi di pusat wilayah itu tidak berpindah.

Dia menuturkan udara yang ada di kawasan Bandung juga bisa dikatakan tipis. Karena didorong dengan angin kencang sehingga terjadi kombinasi pada kondisi tersebut dan awan mengalami kondensasi.

Dalam awan itu biasanya terdapat air dan es. Sebab kemarin anginnya kencang sehingga lapisan es yang ada pada awan terbawa lebih banyak daripada air. Di lapisan awan terdiri dari air dan es.

Edvin menjelaskan lapisan dingin di Indonesia rata - rata berada di ketinggian antara 1600 - 1800 kaki atau 5 kilometer dari permukaan. "Nah kelihatannya lapisan itu turun. Kemudian menyebabkan terjadinya butiran es yang memang didukung dengan cuaca panas di Bandung sebelumnya dan angin kencang," paparnya.

Menurut Edvin, anomali perubahan iklimnya adalah angin kencang. Kondisi tersebut masih berpotensi terjadi. Karena volume kondensasinya lebih besar dari yang biasanya.

Sementara itu, Staf Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandung, Yuni Yulianti menuturkan kondisi cuaca di kota Bandung dalam keadaan fluktuatif atau sering berubah. Kemarin kecepatan angin mencapai 22 kilometer per jam. Padahal, sebelumnya kecepatan angin hanya 15-18 km per jam.

"Hujan deras dan angin kencang biasanya terjadi 1-2 jam," kata dia. Cuaca ekstrem terjadi dipengaruhi masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Sehingga, masyarakat dihimbau agar waspada.(mongabay/DonnyIqbal/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Badai
 
  Sekitar 200 Tewas, Badai Tembin Menyapu Wilayah Mindanao Filipina
  Bangladesh Dihantam Topan Mora, Ratusan Ribu Warga Mengungsi
  Hujan Es Melanda Kota Bandung, Kenapa Bisa Terjadi?
  Badai Salju Hantam Kawasan Amerika Timur Laut
  Badai Dahysat Matthew Tewaskan Sekitar 300 Orang di Haiti
 
ads

  Berita Utama
Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah

Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik

Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing

Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar

 

  Berita Terkini
 
Hasil Munaslub Tunjuk Daryatmo Sebagai Ketum Hanura

Developer Proyek Reklamasi Polisikan Konsumen

2.027 Warga Asmat Mendapat Pelayanan Kesehatan Satgas TNI

Kepala Bakamla RI Resmikan Kapal Terbesar Karya Anak Bangsa

Komisi IV Menilai Wajar Penolakan Petani Atas Masuknya Beras Impor

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2