Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Azerbaijan
Indonesia Kecam Agresi di Azerbaijan
2017-02-18 09:51:32
 

Peta konflik di Azerbaijan.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI Meutya Viada Hafid menegaskan Indonesia mengecam tindakan agresi Armenia terhadap Republik Azerbaijan. Sebagaimana diketahui, Armenia melakukan pembantaian dengan tujuan pembersihan etnis atau genosida di kawasan Nagorno - Karabkh.

"Indonesia selalu menentang adanya agresi kependudukan oleh siapapun dan dimanapun. Tidak hanya di Azerbaijan tetapi juga dinegara lainnya," tegas politisi dari F-PG itu usai pemutaran film dokumenter 'Endless Corridor' untuk memperingati 25 tahun genosida Khojaly di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (17/2).

Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga menyampaikan dukungannya terhadap resolusi PBB yang menyerukan penarikan seluruh pasukan Armenia tanpa syarat. Setidaknya, sudah ada empat resolusi PBB terkait hal ini, namun Armenia masih menguasai wilayah Nagorno - Karabkh dan wilayah sekitarnya sampai saat ini.

"Saya harap PBB dapat menegakkan resolusi yang sudah dikeluarkan sebelumnya, karena kalau hanya resolusi saja tanpa enforcement maka ini akan menjadi resolusi yang sia-sia," ungkapnya.

Disisi lain, lanjutnya, sebagai bentuk dukungan GKSB akan melakukan kunjungan ke Azerbaijan dalam waktu terdekat untuk melihat langsung kondisi di sana sekaligus melakukan dialog dengan pejabat terkait untuk mencari solusi agar konflik tersebut segera berakhir.

"Terkait konflik Nagorno - Karabkh yang sudah berjalan 25 tahun lebih Indonesia akan mengedepankan dialog dan kerjasama dalam bentuk lainnya. Mudah-mudahan ini akan memperkuat posisi Azerbaijan di kancah internasional sehingga diplomasi lainnya akan mudah dilakukan," tandas Meutya.

Di tempat yang sama, Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Tamerlan Garayev mengapresiasi Parlemen Indonesia yang telah konsisten menolak agresi dan peduli terhadap peristiwa yang terjadi di Azerbaijan.

Sebelumnya, lanjut Tamerlan, Ketua DPR RI periode 2009 - 2014 Marzuki Alie bersama anggota DPR lainnya telah menandatangani petisi pengakuan peristiwa Genosida di Khojaly.

"Ini menunjukkan bahwa Indonesia bersungguh-sungguh menegakkan keadilan dan peduli terhadap perdamaian di seluruh dunia," ungkap Tamerlan Garayev.

Acara ini turut dihadiri Mahasiswa Universitas Syarif Hidayatullah, Universitas Islam Negeri, Universitas Muhammadiyah. Film Endless Corridor menceritakan tragedi berdarah yang dikenal dengan Genosida Khojaly.

Khojaly adalah kota di Azerbaijan yang terletak di dalam batas administratif wilayah Nagorno-Karabkh. Pada 25 Februari 1992, pasukan bersenjata Armenia dibantu infanteri resimen 366 bekas Uni Soviet menyerang Khojaly dan melakukan pembantaian terhadap ribuan penduduk Azerbaijan.

Akibat pembantaian brutal itu, 613 orang dibunuh, termasuk 106 perempuan, 83 anak-anak, dan 70 lanjut usia. Sebanyak 1.275 orang disandera dan lebih dari 150 orang belum ditemukan hingga kini. Bahkan, belum ada yang diadili atas pembantaian dan pelanggaran HAM tersebut.(ann,sc/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Azerbaijan
 
  Dubes Azerbaijan untuk Indonesia: Armenia Menginvasi Azerbaijan adalah Kejahatan
  Indonesia Kecam Agresi di Azerbaijan
  Tentara Azerbaijan dan Armenia Baku Tembak, Puluhan Orang Tewas
  MKRI dan MK Azerbaijan Sepakat Tingkatkan Hubungan Kerja Sama
  Korban Gempa Iran Capai Ratusan Jiwa Tewas dan Ribuan Terluka
 
ads

  Berita Utama
Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Istimewakan Tenaga Kerja Asing

Dewan Pers Digugat ke Pengadilan atas Perbuatan Melawan Hukum

Banyak Proyek Infrastruktur Runtuh, Jokowi Pura-Pura Tidak Tahu

Fahri Hamzah: Pemerintah Harus Segera Mencabut Perpres TKA

 

  Berita Terkini
 
Irjen Idam Azis Memimpin Serijab 6 Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Metro Jaya

Ketua DPR Minta Semua Ormas Aktif Jaga Stabilitas Politik

3 Milisi AS Dinyatakan Bersalah Berencana Ngebom Masjid di Amerika

Polda Metro Jaya Gelar Hasil Razia Miras Oplosan di 147 TKP

PSI Urutan Teratas Partai yang tak Akan Dipilih

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2