Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
ASNLF
Ini Tanggapan Tokoh GAM Tentang ASNLF
Tuesday 15 Oct 2013 21:49:56
 

Ariffadillah, saat menggelar rapat di Swedia.(Foto: Ist)
 
ACEH, Berita HUKUM - Sejak dikukuhnya kembali lembaga perjuangan kemerdekaan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dalam sebuah pertemuan “Sigom Dônja” di Denmark, April 2012, organisasi tersebut kerap digoyang fitnah.

"ASNLF terus menurus dipelintir oleh pihak-pihak tertentu untuk membingungkan rakyat Aceh," demikian pernyataan Ketua Presidium Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF), Ariffadilah.

Dia menyebutkan, ada juga yang mengaku sebagai Jubir ASNLF internasional, didapati juga kelompok-kelompok yang menggunakan nama dan visi ASNLF dalam mengambil hati rakyat untuk kepentingan politiknya dalam memenangkan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

Ironisnya, dari satu sisi keberadaan ASNLF sering dituduh ”merongrong perdamaian” dan dari sisi lainnya mereka selalu menggunakan misi perjuangan ASNLF untuk menipu rakyat dan memenangkan ”tendernya”, demikian jawabnya kepada BeritaHUKUM.com, terkait pihak-pihak yang mencatut ASNLF untuk kepentingan kelompoknya.

Menanggapi hal ini, Sufaini Usman atau yang akrab disapa Teungku Syekhy, yang disebut telah mencatut nama lembaga ASNLF mengungkapkan bahwa dia tidak akan menggunakan jabatan Juru Bicara lagi di lembaga yang dideklarasikan oleh almarhum Wali Negara, Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

"Saya sudah katakan di BeritaHUKUM.com, tidak penting saya diakui atau tidak," tandasnya mantan GAM ini, Selasa (15/10).

Toh yang penting bagi saya, sambungnya, masih bisa melawan kedzaliman di Aceh yang dilakukan oleh Malek Mahmud cs, "Ya sudah saya sekarang tidak menggunakan lagi nama ASNLF yang mareka maksud," ucap Syekhy.

"Terus ASNLF untuk siapa dan buat siapa, milik siapa? Karena yang saya tau ASNLF ini milik rakyat Aceh bukan milik kelompok," ujarnya lagi.

Menurut Syekhy, mereka ini dinilai masih belum dewasa dalam berorganisasi, dan mereka juga belum bisa membedakan mana perjuangan untuk kelompok atau pribadi. Tapi semua yang jelas, bahwa Syekhy melakukan hal ini murni demi perjuangan bangsa Aceh juga.

"Kebetulan saya sekarang tidak tinggal lagi di luar negeri, dan mereka masih tinggal, itu saja yang miss antara saya dengan mereka," jelasnya.

Dalam hal ini Sykhey sangat kecewa, sampai saat ini masih ada kelompok-kelompok yang ingin menciptakan perpecahan lagi di Aceh. Sebab, saat ini rakyat Aceh sudah cukup menderita akibat idiologi yang diciptakan oleh Malek Mahmud cs.

"Kita juga menderita oleh perpecahan dari zaman Dr Husaini Hasan di singkirkan oleh Malek Mahmud, sampai zaman sekarang dianggap pengkianat oleh mereka, dan kenapa justru ASNLF mengurus yang tidak penting," ujarnya.

Persoalan ini memang ada miss komunikasi antara ASNLF dengannya, sebab mereka masih konsisten dengan rencana untuk memerdekakan diri dari Indonesia, sementara Syekhy pulang ke Indonesia juga tetap melakukan perjuangan untuk merdeka, artinya berjuang memerdekakan rakyat terutama dari belenggu kemiskinan.

"Untuk memperjuangkan hal itu tidak cukup hanya sembunyi dan ngomong lewat dunia maya, tapi perlu kerja nyata," tegasnya.

Seharusnya, jika memang benar Lembaga itu bertujuan untuk memperjuangkan hak rakyat Aceh, maka pulanglah ke Aceh dan bersatupadu menyumbangkan kemampuannya untuk membangun Aceh menjadi baik, bukanlah hanya mempersoalkan hal yang tidak penting, dan hanya bicara di dunia maya saja.(bhc/sul).



 

 
   Berita Terkait > ASNLF
 
  Ini Tanggapan Tokoh GAM Tentang ASNLF
  Siaran Pers Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF)
  Jubir ASNLF: Perkuat 3 Pilar untuk Aceh yang Lebih Baik
  ASNLF Serukan Rakyat Tagih Janji Zikir
  ASNLF: Perjuangan GAM Belum Berakhir, Apalagi Bergabung Dengan NKRI
 
ads

  Berita Utama
May Day 2016 Momen Perkuat Barisan Perjuangan untuk Kesejahteraan Pekerja

Reuni Akbar dan HUT ke 70 PSCN, I Wayan Suparmin Ungkap Kasus Sumber Waras

Hentikan Kebijakan Mendukung Buruh Asing, Perbudakan dan Obral Aset Negara !

KMPP Jokowi - JK Gelar Demo Dukung PPP Djan Faridz di Kemenkumham

 

  Berita Terkini
 
Rusuh Lagi di California Saat Kampanye Donald Trump

Ribuan Peraturan Bermasalah karena Tinggalkan Pancasila

May Day di Samarinda, Walikota Syahari Jaang Dinilai Diskriminatif

May Day 2016 Momen Perkuat Barisan Perjuangan untuk Kesejahteraan Pekerja

Reuni Akbar dan HUT ke 70 PSCN, I Wayan Suparmin Ungkap Kasus Sumber Waras

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 4
Cilandak - Jakarta Selatan 12430
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Info iklan | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2