Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Qatar
Inilah 13 Tuntutan dan Ultimatum Arab Saudi pada Qatar
2017-06-24 13:05:10
 

Keempat negara menekan Qatar untuk mengambil sikap dan memenuhi seluruh tuntutan dalam tenggat 10 hari.(Foto: Istimewa)
 
ARAB SAUDI, Berita HUKUM - Arab Saudi dan negara Arab lain yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar ajukan daftar 13 tuntutan untuk akhiri krisis di kawasan Teluk. Salah satu tututan adalah menutup Al Jazeera.

Kuwait yang bertindak sebagai mediator perdamaian antara Arab Saudi dan koalisinya serta Qatar yang terlibat krisis diplomasi berat, mengajukan daftar 13 tuntutan itu hari Jumat (23/6).

Krisis memuncak awal bulan Juni ini, setelah Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, yang dituding membiayai terorisme. Inilah krisis diplomatik paling berat di kawasan Teluk sejak 1991, saat berkecamuknya perang Teluk melawan Irak di bawah Saddam Hussein.

Pemerintah di Doha sejauh ini tetap menolak tudingan mendanai ekstrimisme. Namun realitanya, Qatar adalah patron bagi gerakan Hamas di Jalur Gaza, Palestina dan diduga kuat juga mendukung Ikhwanul Muslim atau "Muslim Brotherhood" yang menjadi oposisi di Mesir dan monarki di Riyadh.

Negara Qatar ini sangat kaya :

Berkat cadangan minyak dan gas bumi, Qatar merupakan negara dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia. Tahun 2016, PDB-nya 129.700 dollar AS, 20 ribu dollar AS lebih tinggi dari Luxemburg. Perekonomian Qatar tumbuh secara signifikan dalam beberapa dekade: dari 8 miliar dollar AS di tahun 1995 menjadi 174 miliar dollar AS satu setengah dasawarsa kemudian.

Negara mungil dengan imigran terbesar

Qatar merupakan negara Timur tengah terkecil dengan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa. Uniknya penduduk di kawasan seluas 11,437 km2 ini sebagian besar adalah pendatang. Kebanyakan berasal dari Asia Selatan dan Filipina. Menurut Guardian, bahkan jumlahnya mencapai sekitar delapan berbanding satu yang menjadikannya rasio terbesar migran terhadap warga di dunia. Tapi lihat kondisi mereka?

Inilah 13 tuntutan pada Qatar

Daftar 13 tuntutan Arab saudi dan koalisinya pada Qatar yang ditulis dalam bahasa Arab, kopinya diterjemahkan oleh kantor berita Associated Press.

1. Akhiri Afiliasi Teror

Menghentikan dukungan dan memutuskan hubungan dengan semua "organisasi teroris," terutama Ikhwanul Muslimin, al-Qaida, Islamic State dan Hizbullah di Libanon. Selain itu Doha juga harus secara formal mendeklarasikan kelompok-kelompok tersebut sebagai organisasi teror.

2. Tutup Aljazeera

Menutup stasiun televisi terbesar di Arab, Al-Jazeera dan sejumlah media lain yang dibiayai dari Doha. Daftarnya antara lain mencakup Arabi21, Rassd, Al-Araby Al-Jadid dan Middle East Eye.

3. Usir Militer Turki

Segera mengusir militer Turki yang ditempatkan di Qatar dan menghentikan semua bentuk kerjasama pertahanan dengan Ankara. Turki sebelumnya menambah jumlah pasukan di Qatar dan menawarkan program pendidikan militer untuk Qatar.

4. Hentikan Pendanaan Teror

Menghentikan pendanaan kepada semua individu, kelompok atau organisasi yang dianggap sebagai organisasi teror oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, Amerika Serikat dan negara-negara lain.

5. Deportasi Tersangka Teroris<

Menyerahkan "tersangka teroris" yang masuk dalam daftar buronan di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain ke negara asalnya. Selain itu Riyadh memerintahkan Qatar membekukan semua aset milik yang bersangkutan dan menyerahkan semua informasi terkait tempat tinggal, kegiatan dan keuangan.

6. Akhiri Intervensi di Negara Lain

Mengakhiri segala bentuk intervensi terhadap urusan dalam negeri semua negara berdaulat, tidak lagi memberikan kewarganegaraan kepada buron asal Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain, serta mencabut kewarganegaraan milik penduduk asing yang dilarang menggunakan kewarganegaraan ganda oleh negara asalnya.

7. Hentikan Dukungan Terhadap Oposisi

Menghentikan hubungan dan kerjasama dengan kelompok oposisi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain. Menyerahkan semua informasi yang merinci kerjasama dan dukungan Qatar terhadap kelompok oposisi tersebut.

8. Membayar Kompensasi

Membayar uang ganti rugi dan kompensasi untuk setiap jatuhnya korban jiwa dan kerugian finansial lain yang disebabkan oleh kebijakan politik Qatar. Jumlahnya akan ditentukan dengan berkoordinasi dengan pemerintah di Doha.

9. Belenggu Kebijakan Luar Negeri

Mendukung kebijakan militer, politik, sosial dan ekonomi milik negara-negara Teluk dan negara Arab lain, serta mentaati kerjasama ekonomi yang dibuat dengan Arab Saudi pada 2014.

10. Pengawasan Total

Menyetujui semua tuntutan dalam waktu 10 hari atau tawaran normalisasi hubungan diplomatik akan dicabut. Arab Saudi juga mewajibkan audit bulanan di tahun pertama setelah Qatar menyanggupi daftar tuntutan, lalu audit per triwulan di tahun kedua. Selain itu Qatar akan diawasi setiap tahun selama 10 tahun ke depan. (rzn/hp: afp,rtr)

Daftar tuntutan ke 12 dan 13 adalah tekanan , ultimatum serta tenggat waktu

-Memenuhi semuan tuntutan dalam waktu 10 hari, atau daftar tuntutan dianggap batal.

-Mengizinkan audit bulanan dalam kurun setahun pertama setelah tercapai kesepakatan. Setelah itu audit kuartalan dalam tahun kedua.Dalam 10 tahun ke depan Qatar akan terus dimonitor tahunan, terkait penaatan kesepakatan.

Sejauh ini pemerintah Qatar belum memberikan reaksinya atas daftar tuntutan dari Arab Saudi serta koalisinya itu.(dw/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Qatar
 
  Qatar Diberi Tenggat 48 Jam Penuhi Tuntutan 4 Negara Arab
  Inilah 13 Tuntutan dan Ultimatum Arab Saudi pada Qatar
  Pengasingan Qatar, kata Erdogan, 'Berlawanan dengan Nilai-Nilai Islami'
  Qatar Membuka Jalur Laut Langsung dengan Oman
  AS Minta Negara-negara Teluk Longgarkan Blokade terhadap Qatar
 
ads

  Berita Utama
Polri dan Ditjen Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Konteiner Miras Senilai 26,3 Miliar

Peredaran PCC, Pemerintah Kecolongan Lagi, Aktor Intelektual Pengedar PCC Harus Diungkap

Pemasok Sabu Politikus Golkar Indra J Piliang Ternyata Karyawan Karaoke Diamond

Prabowo dan Amien Rais Ikut Aksi Bela Rohingya 169

 

  Berita Terkini
 
Presiden AS, Donald Trump Menuduh PBB Salah Urus

APBN 2018 Rentan Disusupi Agenda Politik

Kapolri Pimpin Sertijab Kalemdiklat, Aslog, Sahlijemen dan Kapolda Babel

Parpol Wajib Mendaftar di KPU dan Input Aplikasi Sipol

Pansus Angket KPK Punya Banyak Temuan Signifikan dan Berharap Bisa Konsultasi dengan Presiden

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2