Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Partai Hanura
Injak Baju Seragam, Para Kader Hanura Bandung Nyatakan Keluar Partai
2018-05-01 16:53:26
 

 
BANDUNG, Berita HUKUM - Sebanyak 16 Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pengurus Tingkat Kelurahan (Ranting) dan kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Bandung menyatakan mundur dari partai besutan Oesman Sapta Odang (Oso).

Wakil Ketua Bidang Infokom Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hanura Kota Bandung, Rudi Erawan mengatakan, alasan pengunduran tersebut didasarkan pada pertimbangan dan perhitungan yang rasional, kalkulatif dan terukur. Hal itu bukan semata-mata atas dasar emosional.

"Melihat kondisi Partai Hanura saat ini babak belur dan kacau balau di semua tingkatan," kata Rudi di Hotel Newton, Jalan L.L. R.E Martadinata, Bandung, Sabtu (28/4).

Rudi menjelaskan, pertimbangan pengunduran itu yakni dualisme kepemimpinan serta kisruh yang berlarut-larut di tubuh Partai Hanura, baik di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat dan DPC Kota Bandung. Dualisme itu, kata Rudi, sangat menguras energi dan konsentrasi kader terhadap tugas pokoknya membesarkan organisasi Hanura.

"Hal itu berdampak terhadap menurunnya kepercayaan masyarakat kepada Partai Hanura sebagai partai yang menamai dirinya hati nurani rakyat," tegas Rudi.

Kemudian, terjadi inkonsistensi DPP dan DPD Hanura Jabar terkait pemecatan Ketua DPC Kota Bandung, Endun Hamdun. Pasalnya, lanjut Rudi, seluruh tugas yang harus dilakukan Plt DPC Hanura Kota Bandung, Ade Fahruroji sudah dituntaskan dengan mememuhi kaidah normatif AD/ART dan peraturan organisasi yakni Muscalub. Sehingga, Ade merupakan Ketua DPC Hanura Kota Bandung yang definitif.

Akan tetapi, DPP tidak segera menerbitkan SK kepengurusan DPC Kota Bandung hasil Muscalub. Akibatnya, terjadi pembiaran DPC Hanura Kota Bandung dipimpin Endun yang notabene sudah diberhentikan.

"Hal itu suatu pembelajaran politik yang buruk bagi kader dan pengurus dalam suatu organisasi partai politik," ucap Rudi.

Dia menambahkan, OSO yang mendaftarkan diri sebagai calon Dewan Pimpinan Daerah (DPD), menambah panjang alasan kader mengundurkan diri. Maka, imbuhnya, tidak aneh bila hasil rilis beberapa lembaga survei menempatkan popularitas dan elektabilitas Hanura dalam zona merah.

"Nalar politik yang sangat aneh, bagaimana logika berpikirnya? Seorang Ketua Umum partai mendaftarkan diri sebagai kandidat DPD," pungkas Rudi.(gun/RMOL/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait > Partai Hanura
 
  Aswanto SH Putra Asli Bengkulu Bacaleg Partai Hanura untuk DPR RI
  Kasus Merubah Data Sipol, Hanura Kubu OSO Tuding KPU di Intervensi dan Tidak Independen
  Injak Baju Seragam, Para Kader Hanura Bandung Nyatakan Keluar Partai
  Hanura: Masyarakat Aceh Jangan Takut Gunakan Hak Pilih
  Hasil Munaslub Tunjuk Daryatmo Sebagai Ketum Hanura
 
ads

  Berita Utama
Ketua DPR Berharap Asian Games Rekatkan Persaudaraan Negara-negara Asia

Demi Sang Merah Putih Berkibar Aksi 'Heroik' Anak SMP di Atambua Panjat Tiang Bendera

Yusril Ihza Mahendra: PBB Tidak Akan Netral di Pilpres 2019

Desa Air Long Membangun Gudang Desa dari Program Dana Desa

 

  Berita Terkini
 
Adegan Jumping Moge Jokowi, Gerindra: Stuntman Saja Impor

Ketum PPP Romahurmuziy Diperiksa KPK Kasus Suap Dana Perimbangan Daerah

Ketua DPR Berharap Asian Games Rekatkan Persaudaraan Negara-negara Asia

Kapolri Melantik 6 Kapolda Baru dan Kadiv Propam Polri di Mabes Polri

Pembuatan Jalan Sentra Produksi Jadi Prioritas Pembangunan Desa

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2