Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Insinyur dan Sarjana Teknik ATN/STTN/ISTN Dukung Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin
2019-02-23 15:12:04
 

Alumni ISTN (mahadewa/mahadewi) saat hadiri deklarasi dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf Amin di Jakarta.(Foto: BH/amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kalangan insinyur dan alumni teknik dari ATN/STTN/ISTN berkumpul di Jakarta menyatakan tekadnya untuk mendukung Ir. Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 2019 - 2024 didampingi Wakil Presiden Maruf Amin. Dukungan kepada pasangan Capres dan Cawapres nomer urut 01 ini disampaikan karena Joko Widodo dinilai sejalan dengan gagasan almarhum Prof. Rooseno sebagai pendiri kampus ATN/STTN/ISTN yang sangat nasionalis dan mendukung pembangunan infrastruktur.

Akademi Teknik Nasional (ATN) / Sekolah Tinggi Teknik Nasional (STTN) / Institut Teknologi Nasional (ISTN) adalah kampus teknik swasta pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1950. Pendiri kampus ini adalah Prof. Rooseno yang terkenal sebagai Bapak Beton Indonesia.

"Joko Widodo selama 4 tahun terakhir telah melakukan pemerataan infrastruktur dari Aceh hingga Papua, dengan kaidah keteknikan yang tinggi dan memiliki gagasan yang sangat Nasionalis. Hal itu sejalan dengan ideologi kami sebagai insinyur dan alumni teknik yang berwawasan Nasionalis," tegas Arie Sungkar, Ketua Panitia Deklarasi Dukungan Alumni ATN/STTN/ISTN saat menyampaikan deklarasi bersama dengan seribu alumni ATN/STTN/ISTN di Rumah Aspirasi Rakyat#01, Menteng, Jakarta, (23/02).

Selain gagasan infrastruktur yang nasionalis, Arie menambahkan Jokowi dengan gagasan pemerataan ekonomi yang berkeadilan melalui konsep BBM Satu Harga di seluruh Nusantara serta program pembagian sertifikat gratis untuk rakyat Indonesia sebagai wujud hak atas tanah untuk Rakyat atau reformasi agraria sangat linear dengan gagasan para insinyur dan alumni teknik ATN/STTN/ISTN.

Arie juga menjelaskan Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang bermacam budayanya dan beraneka ragam suku juga Bangsa yang hebat dengan pendiri pendirinya. "Maka dibutuhkan seorang pemimpin yang sudah benar benar teruji, pemimpin yang baik, pemimpin yang tidak punya dosa luka masa lalu," katanya.

Menjelang pelaksanaan pemilu 2019 ini muncul berbagai macam pandangan dan sikap di masyarakat khusus dari sisi akademisi.Hal ini merupakan proses pendewasaan demokrasi yang tidak bisa dihindarkan.

Alumni ATN/STTN/ISTN melihat kepemimpinan bapak Joko Widodo yang sudah terbukti telah menunjukannya keberhasilannya, berpihak kepada kepentingan rakyat dan sudah mempersiapkan kelangsungan bangsa ini dengan baik melalui pembangunan infrastruktur sipil yang menjadi pondasi dasar perekonomian, persiapan menghadapi era industry generasi keempat 4.0 dengan dibangunnya peta jalan atau roadmap infrastruktur back bone kabel bawah tanah dan peluncuran satelit Nusantara Satu untuk aksescinternet dan teknologi informasi menghadapi revolusi yang semakin pesat melewati industri mesin pabrik, otomotif, dan terakhir otomatisasi, dan kekuatan ekonomi Indonesia yang mapan.

"Karena itu, kami alumni ATN, STTN, ISTN yang merupakan salah satu kampus tehnik di Jakarta yang peduli akan masa depan bangsa, ketahanan bangsa melihat bapak Joko Widodo adalah orang baik, punya pemikiran strategis, kapasitas emosional yang baik, dan tidak takut selain kepada Allah SWT Tuhan Maha Esa untuk kelangsungan bangsa ini maka kami siap mengantar, mengawal pemenangan bapak Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden RI tahun 2019-2024. Kami akan bersikap proaktif agar pelaksanaan pemilu 2019 menjadi berintregitas, kualitas dan jauh dari issue SARA, HOAX, Money Politic demi persatuan dan kesatuan kerukunan rakyat Indonesia. Kami juga akan turun blusukan ke tingkat paling bawah untuk penyadaran, pewarasan, dan pencerahan kepada masyarakat untuk melihat dan memilih pasangan Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin," ujar Arie.

Dalam masa Pemerintahan Joko Widodo mendatang tahun 2019 - 2024, lanjutnya, diharapkan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia Indonesia terus dilanjutkan dengan tetao menjaga marwah Nasionalisme yang sesungguhnya bukan Nasionalisme sempit model para Demagog.

Demagog adalah istilah politik yang berasal dari dari bahasa Yunani :demos" yang bermakna rakyat dan "agogos" yang bermakna pimpinan dalam arti negatif. Yaitu pemimpin yang menyesatkan demi kepentingan pribadinya.

"Kita ingin Indonesia Maju dengan Optimisme untuk menatap masa depan yang cerag," pungkas Arie.(bh/amp)



 

 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Emak Emak Militan
  Soal Gerakan Kedaulatan Rakyat 22 Mei, Ini Pesan Muhammadiyah DKI Jakarta
  5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang
  Relawan 01 Jokowi-Ma'ruf Ajak Mubahalah HRS dan Amien Rais Soal Tudingan Pemilu Curang
  500 Petugas KPPS Meninggal, Ini Tragedi Kemanusiaan Paling Kelam
 
ads

  Berita Utama
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang

Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M

BPN Menang 2 Gugatan di Bawaslu: Bukti Konstitusional, Bukan Makar

 

  Berita Terkini
 
Wartawan Korban Penganiyaan Mengklarifikasi terkait Jumpa Pers Pemda Kaur

Emak Emak Militan

Soal Gerakan Kedaulatan Rakyat 22 Mei, Ini Pesan Muhammadiyah DKI Jakarta

Hanura Bambu Apus Sesalkan Penyataan OSO Tuding Wiranto Penyebab Terpuruknya Partai

Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2