Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Lion Air
Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada 100 Ahli Waris Penumpang Pesawat Lion Air JT-610
2018-11-22 05:37:30
 

Press Conference PT Jasa Raharja (Persero) terkait penyerahan santunan korban penumpang Lion Air JT-610 di Jakarta.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - PT Jasa Raharja (Persero) hingga hari ini Rabu (21/11/2018) telah menyerahkan santunan kepada 100 orang ahli waris penumpang pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang jatuh di perairan Kerawang Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo Slamet dalam Press Conference penyerahan santunan penumpang Lion Air JT-610, bertempat di Kantor Pusat PT Jasa Raharja (Persero), Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Penyerahan santunan kepada 100 orang ahli waris tersebut merupakan proses pemberian santunan yang dilakukan oleh Jasa Raharja secara bertahap sejak identifikasi korban pesawat Lion Air JT-610 dilakukan oleh Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.

Adapun santunan yang diberikan kepada keluarga korban sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017, yakni berupa uang Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia.

"Jasa Raharja memberikan secara langsung kepada para ahli waris yang sah," kata Budi Rahardjo.

Santunan ini diserahkan lewat kantor cabang Jasa Raharja di seluruh Indonesia, yaitu di Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jambi, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Kemudian, di Kalimantan Timur, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah.

"Hingga saat ini, santunan yang disalurkan mencapai Rp 4,908 miliar," jelas Budi Rahardjo.

Diketahui, Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dengan registrasi PK LQP mengalami kecelakaan dan jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin pagi (29/10) lalu. Pesawat tersebut mengangkut 181 penumpang dan 8 awak, yang kesemuanya meninggal.

Tim DVI Mabes Polri hingga Rabu (21/11/2018), menyatakan jumlah korban jiwa yang telah terindentifikasi sebanyak 107 orang, yang terdiri dari 77 laki-laki dan 30 perempuan.(bh/amp)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Bawaslu Putuskan Deklarasi Gubernur Ganjar Pranowo dan 31 Kepala Daerah Langgar Aturan

Panitia Munajat 212: Pernyataan Pers Klarifikasi Soal Kekerasan terhadap Jurnalis

Wakil Ketua DPR: Dana Desa Perintah UU Bukan Jokowi

Bareskrim Polri Ungkap Penyelundupan Shabu 30 Kg dalam Lampu Downlight Asal Malaysia

 

  Berita Terkini
 
Bawaslu Putuskan Deklarasi Gubernur Ganjar Pranowo dan 31 Kepala Daerah Langgar Aturan

Wacana Pembentukan Pansus Freeport Mulai Mengemuka

Pesan Istri Sandiaga Uno untuk Milenial: Jangan Golput

Insinyur dan Sarjana Teknik ATN/STTN/ISTN Dukung Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin

Panitia Munajat 212: Pernyataan Pers Klarifikasi Soal Kekerasan terhadap Jurnalis

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2