Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Pembobolan Kartu Kredit
Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Menangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit
2018-04-16 19:57:43
 

Kasubbid Penmas Humas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng dan tim Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/4).(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap NM, TA, AN dan IS pelaku tindak pidana penipuan atau pencurian (pembobol kartu kredit). Mereka melakukan aksinya pada bulan Januari 2018 sampai Maret 2018.

Kasubbid Penmas Humas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng menyampaikan modus pelaku membeli data base nasabah kartu kredit dengan cara online. Kemudian memfilter data base nasabah yang masih aktif.

"Lalu mereka menghubungi call center bank penerbit kartu kredit dengan mengaku sebagai pemilik kartu kredit, meminta pergantian nomor HP dan meminta penerbitan kartu kredit yang baru" ujar Gede di Polda Metro Jaya, Senin (16/4).

Tersangka NM membeli data base kartu kredit dari IS dengan cara online melalui situs TemanMarketing com

"Kemudian tersangka NM dan tersangka TA memfilter data yang sudah dibeli untuk mengetahui data nasabah yang masih aktif," jelas Gede.

Setelah itu tersangka NM menghubungi call center bank, meminta kepada customer service bank untuk mengupdate nomor ponsel data nasabah.

Lalu pihak bank melakukan verifikasi dengan cara memberikan pertanyaan kepada tersangka. "Karena tersangka sudah memiliki data, maka tersangka NM dapat menjawab pertanyaan dari pihak bank," terang Gede.

Setelah lolos verifikasi oleh pihak bank, maka tersangka mendapat OTP (One Time Password). Lalu pihak bank menerbitkan kartu kredit baru dan mengirimkan kepada tersangka, lalu tersangka melakukan transaksi tarik tunai atau belanja secara online.

IS ditangkap di daerah Bogor, sedangkan NM, TA dan AN ditangkap di daerah Sumatera Selatan.

Saat melakukan penangkapan dirumah NM di Perumahan Bukit Sejaterah, Sumatera Selatan, polisi menemukan senjata api jenis revolver beserta 4 butir peluru.

Atas kepemilikan senjata api, tersangka dikenakan pasal 1 ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951 dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Pemindahan Ibu Kota Butuh Kajian Mendalam

PAN Siap Ikuti Langkah PKS sebagai Oposisi

Pelaku Penganiyaan Wartawan Media Online Divonis 1 Bulan Penjara

Polisi Bongkar Kasus Penipuan CPNS yang Telah Berlangsung Sejak 2010

 

  Berita Terkini
 
Soal Jaksa Chuck, Larangan Presiden Soal Ego Sektoral Diabaikan Jaksa Agung

Ini Pesan Moral Pimpinan Kejaksan Agung di HUT Ke-74 Kemerdekaan RI

Ketua MPR: MPR Tak Larut Dalam Polarisasi Politik

Pemindahan Ibu Kota Butuh Kajian Mendalam

Presiden Jokowi Minta Izin dan Dukungan Memindahkan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2