Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Jelang 17 April 2019, Boni Hargens: Masyarakat Agar Rasional dan Bijak Menentukan Pilihan
2019-04-16 06:52:54
 

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam diskusi LPI ke-25, di Jakarta.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengatakan, menjelang pencoblosan pemilihan presiden dan wakil presiden 2019, masyarakat dihadapkan dengan fenomena kekuatan politik atau pihak-pihak yang ingin mengembalikan kejayaan rezim orde baru. Namun, ia enggan menyebut siapa pihak yang dimaksud.

Menurut Boni, kekuatan politik itu diduga muncul kembali dan dikhawatirkan bertujuan membangun narasi politik yang cenderung memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kekuatan politik yang ingin mendewakan kembali masa lalu, kekuatan politik yang ingin membelah masyarakat dengan narasi-narasi yang provokatif," ujar Boni kepada media seusai diskusi LPI ke-25 bertajuk "Konsolidasi Demokrasi Pasca-Soeharto, Masa Depan Vs Masa Lalu", di Ammarin Restaurant, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (15/4).

Munculnya kembali kekuatan politik semacam itu, lanjut Boni, sangat disayangkan karena dapat merusak proses demokrasi bangsa Indonesia dan juga keutuhan NKRI.

"Proses politik 2019 ada ditengah situasi konsolidasi demokrasi semacam ini. Maka, Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ingin membawa sebuah pesan kepada pemilih, 2 hari lagi, ini adalah momentum terbesar kita akan menyaksikan sejarah bangsa ini kedepan," kata Boni.

Untuk itu, Boni mengingatkan masyarakat agar rasional dan bijak dalam menentukan pilihan. Karena menurutnya, pembangunan harus tetap berlanjut demi kebaikan masyarakat.

"Apakah kita ingin bangsa ini dikendalikan oleh kekuatan yang mau membesarkan lagi Orde Baru atau kita mau pembangunan dan proses berbangsa dan bernegara ini terus maju ke depan menjadi sebuah bangsa yang besar," tegasnya.

"Ini pilihan ada di tangan kita, maka kita berharap pemilih menjadi lebih rasional, lebih bijaksana untuk melihat siapa di belakang para kandidat sehingga tidak asal memilih," sambungnya.

Lebih lanjut, Boni menginginkan Pemilu 2019 tak menimbulkan efek perpecahan dan sentimen-sentimen yang berpotensi memecah belah bangsa Indonesia.

"Ini bukan perkara kecil, ini soal Indonesia masih bertahan atau tidak ke depan. Maka jangan pernah meremehkan isu-isu yang muncul, jangan pernah mobilisasi hoax, fitnah karena itu adalah kekuatan yang bisa menghancurkan peradaban kita," pungkasnya.(bh/amp)



 

 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Ternyata, Jokowi Pernah Teken PP Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama dengan BUMN
  MK akan Percepat Putusan Sengketa Pilpres Menjadi Kamis 27 Juni
  BPN Ajak Pendukungnya Doakan Putusan Hakim Bukan Mahkamah Kalkulator
  BW Sindir Mafhud MD Soal Masalah NIK dan DPT Pilpres 2019
  BW 'Telanjangi' Saksi TKN, Ternyata Bukan Spesifik Ahli Pemilu Tapi Soal Pidana
 
ads

  Berita Utama
BPN Ajak Pendukungnya Doakan Putusan Hakim Bukan Mahkamah Kalkulator

Said Didu: Butuh Semangat Kepahlawanan Menjadi Saksi Sidang PHPU di MK

Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih

Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya

 

  Berita Terkini
 
Jepang dan Indonesia Jalin MoC di Bidang Ketenagakerjaan

Ternyata, Jokowi Pernah Teken PP Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama dengan BUMN

MK akan Percepat Putusan Sengketa Pilpres Menjadi Kamis 27 Juni

BPN Ajak Pendukungnya Doakan Putusan Hakim Bukan Mahkamah Kalkulator

BW Sindir Mafhud MD Soal Masalah NIK dan DPT Pilpres 2019

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2