Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Bongkar Strategi Perang Rakyat Semesta
2020-12-24 05:38:06
 

Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sudah menjadi hal yang mutlak bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat Indonesia tidak akan bisa dipisahkan. Karena dari rakyat TNI bisa berdiri dan berkembang menjadi organisasi yang besar, dan kepada rakyat pula TNI mengabdikan diri.

Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, pernah mengungkap strategi pertahanan dan perang rakyat semesta. Pada 2018 silam, Gatot menjelaskan bahwa rakyat dan TNI adalah satu kesatuan yang takkan bisa dipisahkan.

Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini menuturkan, bahwa Indonesia memiliki strategi pertahanan dan perang rakyat semesta. Dalam pandangannya, Gatot merasa bahwa hingga saat ini bukan cuma TNI yang menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Melainkan, seluruh rakyat Indonesia.

Mengingat peristiwa Pertempuran Surabaya yang diperingati sebagai Hari Pahlawan, 10 November 1945, Gatot melihat bahwa saat itu yang bertempur di garis depan bukan hanya prajurit TNI. Rakyat pun ada di garis yang sama dan dengan berani menantang maut demi kemerdekaan.

"Kita punya strategi perang rakyat semesta kan gitu. Jadi kalau kita perang bukan hanya TNI nya saja, rakyatnya juga ikut berperang. Memang kita kan bangsa patriot. Yang menjaga bangsa ini bukan tentara. Dari dulu juga yang mempertahankan awal-awal kan bukan tentara juga, rakyat juga sama-sama," ujar Gatot.

"Konsep pertahanan negara kita adalah pertahanan rakyat semesta. Maka, rakyat adalah ibu kandung TNI. Maka TNI harus tahu benar kesulitan di sekitarnya. Nah kalau dia enggak pernah ketemu rakyatnya, mana bisa kenal," katanya.

Gatot juga memastikan, pusat kekuatan pertahanan Negara Republik Indonesia (NKRI) adalah kemanunggalan TNI dan rakyat. Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1982 ini yakin, jika rakyat dan TNI bersatu maka tidak akan ada pihak yang berani mengganggu kedaulatan NKRI. Termasuk, negara-negara besar sekali pun.

"Jadi central of gravity pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah manunggal atau kebersamaannya rakyat dengan TNI. Selama rakyat dengan TNI bersatu, enggak bisa orang mengalahkan bangsa Indonesia ini. Negara besar mana pun juga enggak bisa," ucap Gatot.(viva/bh/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Panglima TNI: Mutasi dan Promosi Jabatan 114 Perwira Tinggi
  Panglima TNI Buka Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021
  Aspek HAM Bukanlah untuk Membatasi Aspek Strategi dan Taktis dalam Pelaksanaan Tugas Operasi
  Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Bongkar Strategi Perang Rakyat Semesta
  Eks KSAD Ipar SBY: TNI yang Garang di Kota, di Hutan Jadi Kucing
 
ads1

  Berita Utama
Waketum MUI: Kerumunan Jokowi dan Rizieq Cukup Dihukum Denda

Jokowi Bagi Suvenir Picu Kerumunan di NTT, Munarman: Bisa Kena Pasal Penghasutan

Masyarakat Yang Tolak Vaksin Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015

 

ads2

  Berita Terkini
 
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Kena OTT KPK

Anggota DPR Kutuk Aksi Penembakan oleh Oknum Polisi

Kompol Eka Setiawati, Orang Dekat Idham Azis Kini Jabat Kasi BPKB Ditlantas Polda Metro

Azis Syamsuddin: Kehadiran 'Virtual Police' Harus Tetap Perhatikan Hak Masyarakat

John Kenedy Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Kepastian Keberangkatan Haji

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2