Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Selebriti    
Donald Trump
Johnny Depp Ingin 'Membunuh' Donald Trump?
2017-06-23 13:17:40
 

"Kapan terakhir kali seorang aktor membunuh seorang presiden?" tanya Johnny Depp.(Foto: Istimewa)
 
INGGRIS, Berita HUKUM - Aktor Johnny Depp seperti mengancam Presiden AS Donald Trump ketika tampil sebagai pembicara pada sebuah acara di Festival Glastonbury, Inggris.

"Bisakah Anda membawa Trump ke sini?" tanyanya kepada penonton, saat dia mendikusikan film yang pernah dibintanginya pada 2004, The Libertine.

Setelah mendapat respon riuh dari khalayak, dia menambahkan: "Anda salah paham. Kapan terakhir kali seorang aktor membunuh seorang presiden?"

"Saya ingin menjelaskan," tambahnya, "Saya bukan seorang aktor. Saya berbohong agar bisa hidup (tapi) sudah lama. Mungkin sudah waktunya."

Hanya sebuah pertanyaan

Sang bintang menyadari bahwa komentarnya - yang mungkin merujuk pada pembunuhan Presiden Abraham Lincoln oleh aktor John Wilkes Booth pada tahun 1865 - akan menjadi kontroversial.

"Ngomong-ngomong, ini akan diberitakan media dan akan mengerikan," lanjutnya. "Itu hanya sebuah pertanyaan, saya tidak menyindir siapapun."

Johnny Depp bukanlah selebriti AS pertama yang mengisyaratkan untuk membunuh presiden.

Dalam sebuah demonstrasi di Washington DC, Madonna mengatakan "ingin sekali meledakkan Gedung Putih" dan penyanyi rap AS Snoop Dogg menembakkan pistol mainan ke karakter Donald Trump dalam video musiknya.

Namun di media sosial, beberapa orang mengkritik komentar Depp - yang mengemuka beberapa hari setelah seorang pria bersenjata menembak dan melukai anggota kongres Republik dan empat lainnya di Virginia di AS.

"Kata Johnny Depp: 'Kapan terakhir kali seorang aktor membunuh seorang Presiden?' Anggota kongres menjadi sasaran danditembak beberapa hari yang lalu, "cuit salah seorang pengguna, Chet Cannon, yang merujuk pada insiden penembakan tersebut.

Johnny DeppHak atas fotoEPA
Image captionAktor yang membintangi film The Pirates of the Carribean itu mengatakan komentarnya "akan diberitakan di media dan akan mengerikan."

Para pengunjung festival di Somerset menanggapi komentar Depp soal Presiden Trump dengan tawa, meskipun bercampur kaget.

Depp - mengenakan jeans ketat dan fedora hitam - dikerumuni oleh para penggemarnya saat ia tiba di Worthy Farm.

Berbicara kepada BBC setelah acara diskui berakhir, salah seorang penggemarnya mengatakan lebih ingin berjumpa idolanya ketimbang menganalisa pandangan politiknya.

"Saya bahkan tidak tahu harus berkata apa. Saya tergila-gila," kata Jess Gallagher. "Dia mengulurkan tangan dan menyentuh tangan saya dan saya tidak tahu harus berbuat apa.

"Dia aktor yang luar biasa dan saya sangat menyukainya." tambahnya.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Donald Trump
 
  Pidana Kebencian terhadap Muslim di AS 'Naik Tajam' Setelah Donald Trump Menang
  Johnny Depp Ingin 'Membunuh' Donald Trump?
  Mantan Bos FBI Selidiki Dugaan Hubungan Trump dan Rusia
  Donald Trump Ditekan Segala Arah agar Beri Bukti, Jangan Cuma Main Tuduh ke Obama
  Pengacara Donald Trump Tuntut Snoop Dogg Segera Minta Maaf
 
ads

  Berita Utama
Polri dan Ditjen Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Konteiner Miras Senilai 26,3 Miliar

Peredaran PCC, Pemerintah Kecolongan Lagi, Aktor Intelektual Pengedar PCC Harus Diungkap

Pemasok Sabu Politikus Golkar Indra J Piliang Ternyata Karyawan Karaoke Diamond

Prabowo dan Amien Rais Ikut Aksi Bela Rohingya 169

 

  Berita Terkini
 
Presiden AS, Donald Trump Menuduh PBB Salah Urus

APBN 2018 Rentan Disusupi Agenda Politik

Kapolri Pimpin Sertijab Kalemdiklat, Aslog, Sahlijemen dan Kapolda Babel

Parpol Wajib Mendaftar di KPU dan Input Aplikasi Sipol

Pansus Angket KPK Punya Banyak Temuan Signifikan dan Berharap Bisa Konsultasi dengan Presiden

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2