Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
    
Pilpres
Jusuf Kalla Yakin Uang Rp500 Miliar Sandiaga Uno Bukan Mahar Politik
2018-08-15 08:49:30
 

Ilustrasi. Wakil Presiden Jusuf Kalla.(Foto: dok.BH)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menceritakan pengalamannya ketika mengikuti musim perhelatan Pemilu di Indonesia. Pernah tiga kali mengikuti kontestasi, mulai tahun 2004-2014, JK mengklaim tidak pernah memberikan mahar agar bisa terpilih.

Hal itu dikatakan JK menanggapi polemik belakangan ini pasca terpilihnya Sandiaga Uno yang diduga memberi uang supaya terpilih menjadi calon wakil presiden yang berpasangan dengan Calon Presiden Prabowo Subianto.

"Pada zaman saya pimpin partai tidak ada, waktu zaman saya tiga kali ikut (Pilpres) tidak ada," kata JK di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/8).

Menurut JK, istilah mahar politik pun tidak tepat. Hanya saja, ia menyatakan, setiap perhelatan Pemilu memang dibutuhkan dana guna operasional kampanye.

"Karena kan masing-masing partai akan berkampanye. Saya kira itu lebih banyak biaya kampanye," ujarnya.

Sebelumnya tudingan adanya mahar politik terkait pencalonan wakil presiden datang dari politisi Partai Demokrat Andi Arief.

Ia menuding sikap Ketua Umum Prabowo Subianto inkonsisten soal penetuan nama calon wakil presiden.

Disebutkan olehnya, Sandiaga Uno memberikan uang masing-masing Rp 500 miliar kepada PKS dan PAN agar legawa tak menyorongkan kadernya.

Hal itu kemudian juga tegas oleh Sandiaga. Menurut Sandiaga informasi itu tidak benar dan ia juga enggan memperpanjang ucapan Andi Arief hingga melaporkannya ke aparat hukum.(viva/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Jokowi-Ma'ruf No Urut 1 dan Prabowo-Sandi No Urut 2 di Pilpres 2019
  KPU Loloskan dan Tetapkan Dua Pasangan Capres-Cawapres Indonesia Peserta Pilpres 2019
  Konsolidasi Ormas Pendukung Garda Rakyat Suka Prabowo (RSP) di UBK
  Advokat Senopati 08 Tegaskan Dukungannya pada Pasangan Prabowo-Sandiaga
  Google Tak Akan Pasang Iklan Politik untuk Kepentingan Pilpres 2019
 
ads

  Berita Utama
Rizal Ramli: Impor Beras Dikelola Kartel

KPU Loloskan dan Tetapkan Dua Pasangan Capres-Cawapres Indonesia Peserta Pilpres 2019

Rapimnas KBPP Polri, Bima Arya: Tugas Besar Kita Jaga Stabilitas Politik Jelang Pemilu 2019

Konsolidasi Ormas Pendukung Garda Rakyat Suka Prabowo (RSP) di UBK

 

  Berita Terkini
 
Tragis! Wartawan Harus Pasrah pada Konspirasi Para Pembajak Kemerdekaan Pers

Jokowi-Ma'ruf No Urut 1 dan Prabowo-Sandi No Urut 2 di Pilpres 2019

Sindiran Gatot Nurmantyo Dianggap PKS untuk Ingatkan Publik Soal Sejarah G30S/PKI

Membangun Zona Integritas Polri Sesuai Amanat Undang - undang

DPD RI Undang Calon DOB Se Indonesia Kumpul di Jakarta, Berlanjut Aksi Besar di Jakarta

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2