Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Pimpinan KPK Minta Perlindungan Hukum ke MK
JAKARTA, Berita HUKUM - Pimpinan KPK Non Aktif Abraham Samad membantah menghendaki keistimewaan bagi

Sudah Ratusan WNA Ditangkap, Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jakarta Dijadikan Markas Penipu Online
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia khususnya DKI Jakarta merupakan sasaran empuk para pelaku sindikat

Diapresiasi Langkah Kemendag Kendalikan Produk Impor
JAKARTA, Berita HUKUM - Langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang ingin mengendalikan produk i

Ada Bukti BCA Diuntungkan Hadi Purnomo
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku menemukan bukti jika Bank Central

Penanganan Korupsi Harus Luar Biasa
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Peneliti Pusat Kajian And Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Far

Jelang ‪#‎Muktamar47‬ PP Muhammadiyah, Keluarkan Maklumat ! Menolak Kebijakan BBM Pemerintah
JAKARTA, Berita HUKUM - Jelang Muktamar yang ke 47 di Makasar, Organiisasi Islam Muhammadiyah yang

Panglima TNI Pimpin Sertijab Kapuskes TNI
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko bertindak selaku Inspektur Upacara pa

Ketum: Muhammadiyah Akan Terus Berjihad Konstitusi
SURABAYA, Berita HUKUM - Universitas Muhammadiyah Surabaya gelar seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah k

   

  Berita Terkini >>
   
Pimpinan KPK Minta Perlindungan Hukum ke MK
Sudah Ratusan WNA Ditangkap, Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jakarta Dijadikan Markas Penipu Online
Diapresiasi Langkah Kemendag Kendalikan Produk Impor
Ada Bukti BCA Diuntungkan Hadi Purnomo
Penanganan Korupsi Harus Luar Biasa
Jelang ‪#‎Muktamar47‬ PP Muhammadiyah, Keluarkan Maklumat ! Menolak Kebijakan BBM Pemerintah

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Pimpinan KPK Minta Perlindungan Hukum ke MK
Sudah Ratusan WNA Ditangkap, Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jakarta Dijadikan Markas Penipu Online
Jelang ‪#‎Muktamar47‬ PP Muhammadiyah, Keluarkan Maklumat ! Menolak Kebijakan BBM Pemerintah
Ical Bawa Nama JK, Agung Tidak Peduli!
Aksi Demo Didepan Gedung PBB Jenewa, 'Jokowi Mana Janjimu'
Pemerintah Kedodoran Kelola Informasi, Banyak Isu Jadi Bola Liar

SPONSOR & PARTNERS



















Eksekutif    
 
Hakim
KY Telusuri Rekam Jejak Calon Hakim Agung
Sunday 05 May 2013 09:40:02
 
Gedung Komisi Yudisial.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Yudisial tengah menelusuri rekam jejak 35 calon hakim agung yang mengikuti seleksi calon hakim agung (seleksi CHA) tahap III.

"Sesudah uji kepribadian dan kesehatan seleksi CHA tahap III, 35 CHA ditelusuri rekam jejaknya. Penelusuran akan berjalan selama satu bulan," kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Taufiqurrohman Syahuri saat ditemui di ruang kerjanya, Jakarta, Sabtu (4/5).

Sementara itu Juru Bicara Komisi Yudisial Asep Rahmat Fajar menambahkan investigasi yang sedang dilakukan oleh tim Komisi Yudisial akan selesai pada pertengahan Juni 2013. Setelah selesai hasilnya akan diklarifikasi oleh Komisioner Komisi Yudisial.

"Investigasi yang sekarang sedang berjalan dan diklarifikasi oleh Komisioner nanti akan selesai sampai pertengahan Juni. Setelah itu diumumkan siapa yang lulus ke tahap berikutnya dan dilanjutkan dengan wawancara terbuka," kata Asep saat dihubungi terpisah.

Lebih lanjut dia menegaskan pihaknya tidak mentarget berapa orang yang akan lolos pada seleksi CHA tahap III kali ini, karena tergantung dari hasil investigasi Komisi Yudisial. Kendati demikian dia berharap CHA yang lolos tidak kurang dari 21 orang.

"Kalau berapa yang akan diloloskan ke tahap wawancara, KY tidak mematok jumlahnya sebab tergantung hasil investigasi nanti. Harapannya bisa di atas 21 orang karena MA meminta 7 hakim agung baru. Jika memungkinkan dari sisi kualitas dan integritas KY akan mengirimkan 21 orang ke DPR," pungkasnya.(ky/bhc/opn)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Hakim

IKAHI Uji Ketentuan Proses Seleksi Hakim
Mahkamah Agung Ikut Usut Pelanggaran Hakim Sarpin
Ahli Pemohon: Perbedaan Masa Jabatan Hakim MA dan MK Inkonstitusional
Komisi III Loloskan Empat Hakim Agung
Tunjangan Jabatan Ketua MA/MK Rp 121 Juta, Hakim Agung/Hakim Konstitusi Rp 72 Juta
Hakim Selingkuh Tak Layak Dapat Pensiun
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com