Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus E-KTP
Kader Golkar: Setnov Tidak Dibiarkan Sendirian dalam Menghadapi KPK
2017-11-27 13:11:16
 

Tampak Kader dan Militan Partai Golkar Roger Melles dan Johnson Silitonga.(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kembali pada kasus korupsi proyek e-KTP, rencananya akan di gelar kembali sidang praperadilan pada 30 November 2017 mendatang.

Setya Novanto sebagai Ketua umum partai Golkar tersebut sebelumnya lolos dari status tersangka di kasus e-KTP, setelah memenangi gugatan praperadilan sebagai tersangka oleh KPK pada 10 November 2017 lalu.

"Setnov memang sulit dan tidak berdaya menghadapi tekanan publik, tapi Setnov tidak dibiarkan sendirian dalam menghadapi persoalan hukum di KPK," ujar Kader dan Militan Partai Golkar, Roger Melles di Jakarta, Senin (27/11).

Menurut Roger, semoga persidangan terkait kasus e-KTP bisa berjalan dengan baik dan adil, sehingga mendapatkan siapa sesungguhnya yang bersalah dan bertanggungjawab terhadap kerugian negara tersebut.

Berita sebelumnya, kasus korupsi pengadaan e-KTP atas terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong yang menghadirkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/11) lalu.

Dalam persidangan, majelis hakim mengonfirmasi salah satu keterangan yang pernah Nazaruddin sampaikan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Keterangan itu berkaitan dengan penerimaan uang oleh mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi.

"Di dalam BAP anda katakan, 'Saya diberitahu Andi ada pemberian kepada Gawaman Fauzi dua kali, US$2 juta dan US$2,5 juta'. Apa benar?" Kata ketua majelis hakim Jhon Halasan Butarbutar kepada Nazar.

Mantan anggota Komisi III DPR RI itupun mengakui bahwa informasi mengenai pemberian uang kepada Gamawan diberitahukan kepadanya. Dia mendapat informasi itu dari Andi Narogong. Menurut Nazaruddin, uang itu diserahkan sebelum Mendagri tandatangan penetapan pemenang lelang proyek e-KTP tahun 2011-2012.

"Itu sudah diserahkan, kalau tidak, penetapan pemenang tidak akan terealisasi waktu itu. Penetapan pemenang ada di Menteri," katanya.

Dalam BAP, menurut Nazaruddin, uang itu diserahkan sekitar akhir Februari atau Maret 2011.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan,Gamawan Fauzi membantah menerima uang e-KTP.(bh/as)





 

 
   Berita Terkait > Kasus E-KTP
 
  KPK Harus Bongkar Dugaan Skandal KTP-el Jilid 2
  JPU Tanya Setya Novanto Soal Aliran Dana E-KTP ke Puan dan Pramono
  Kenapa Nama Politisi PDIP Tidak Ada Dalam Vonis Novanto?
  Setya Novanto: Puan Maharani dan Pramono Anung 'Terima US$500.000', PDIP Membantah
  Setya Novanto 'Ditantang' Ungkap Peran Puan dan Anas di Kasus e-KTP
 
ads

  Berita Utama
2 Hari Ini, Prabowo-Sandi Dijadwalkan Bersafari Politik di Jawa Timur #PrabowoSandi

Partai Golkar Ziarah ke TMPN Kalibata, Berikut Do'a HUT ke-54 dan Kemenangan

Gerindra Minta Pemerintah Setop Klaim Divestasi Saham Freeport

Belum Ada Se-Rupiah pun Pembayaran Pembelian Saham PT Freeport

 

  Berita Terkini
 
Ribuan Orang Demo Mendesak Taiwan Merdeka dari Cina

Napak Tilas Perjuangan Jenderal Sudirman, Ribuan Kader Hizbul Wathan dalam Mendidik Generasi Penerus Bangsa

Ombudsman Harus Kawal Layanan Publik

2 Hari Ini, Prabowo-Sandi Dijadwalkan Bersafari Politik di Jawa Timur #PrabowoSandi

Ketum GL-Pro 08 Bakal Laporkan Pendemo yang Menghina Gubernur Anies Baswedan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2