Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Kasus BLBI Djoko Tjandra
Kapolri Diminta Copot Kabareskrim Jika Tersangka TS dalam Kasus Djoko Tjandra Tak Kunjung Ditangkap
2020-09-11 18:57:16
 

Ratusan massa Forum Indonesia Bersatu saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ratusan massa Forum Indonesia Bersatu (FIB) menggelar aksi unjuk rasa meminta Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis mencopot Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo karena hingga saat ini Polisi belum menangkap Tommy Sumardi (TS) tersangka yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra.

"Kami minta ketegasan Kapolri kalau memang Kabareskrim tidak bisa menangkap dan menahan Tommy Sumardi hingga minggu depan ini kita minta Kapolri copot Kabareskrim," kata Koordinator FIB Lisman Hasibuan kepada wartawan saat aksi, di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum'at (11/9).

Lisman mengaku geram lantaran tersangka TS yang disebut sebagai makelar kasus (markus) dan kerap menjual nama-nama petinggi Polri tak kunjung ditahan.

"Karena kami lihat bahwa TS sering menjual nama petinggi-petinggi Polri yang hal ini untuk meloloskan niat-niat kejahatan mafia-mafia yang selama ini dikerjakan termasuk berkaitan dengan kasus Djoko Tjandra," lugasnya.

Kata Lisman, jika TS tak kunjung ditahan, FIB akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar lagi.

"Kita akan kembali melaksanakan aksi yang lebih besar lagi dan kita minta kalau Kabareskrim mau tegak lurus mau berantas mafia hukum, tersangka lain kan udah pada ditahan, kenapa TS harus dibebaskan secara terbuka, kan dia sudah tersangka. Ini kan sesuatu yang tidak adil," beber Lisman.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus 'red notice' Djoko Tjandra. Yakni Djoko Tjandra, Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte,
dan Tommy Sumardi.

Bareskrim Polri menetapkan Djoko Tjandra dan TS sebagai tersangka pemberi gratifikasi atau suap. Sedangkan, Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

"Pelaku pemberi ini, kita menetapkan tersangka saudara JST, lalu tersangka TS," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (14/8).(bh/amp)



 
   Berita Terkait > DPO
 
  Kejari Karo Berhasil Tangkap DPO Terpidana Kasus Korupsi Alkes
  Aliansi Advokat Memberikan Dukungan Moral Kepada Prasetyo Utomo
  IPW: Polri Seperti Tidak Peduli Jemput 2 Buronan Kakap yang Ditangkap AS
  Bareskrim Polri: SPDP Brigjen Prasetijo Utomo Sudah Keluar terkait Dugaan Pidana Pemalsuan Surat
  Bareskrim Bentuk Tim Khusus Telusuri Pelanggaran Hukum Anggota dan Pihak Lain Terkait Kasus Djoko Tjandra
 
ads1

  Berita Utama
Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September

Kaburnya Napi WNA China dari Lapas Tangerang Banyak Kejanggalan, Perlu Diinvestigasi Mendalam

 

ads2

  Berita Terkini
 
Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Akmal Taher Mundur dari Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

Prahara Putusan Niaga No 211 di PN Jakpus

63 Tahapan Rekonstruksi Digelar, Polda Metro: Ada Adegan Tawar Menawar Aborsi Rp 2-5 Juta

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2