BeritaHUKUM.Com
Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
FITRA Tuding Jokowi Lakukan Pembiaran Banyaknya Anggaran Ganda APBD
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggara

Golkar Sebut Dua Syarat Cawapres ARB
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono mengatakan siapapun calon waki

KPU Provinsi Jabar Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Pemilu 2014
BANDUNG, Berita HUKUM - Proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD tela

Kartini Masa Kini, Berjuang Lawan Korupsi
JAKARTA, Berita HUKUM - Tiga perempuan duduk berjejer mendampingi Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas.

Buka INACRAFT, Presiden: Jangan Ada Lagi Produk Kita Dipatenkan Bangsa Lain
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemuakakan, saat ini, produk kera

Status Tanah di Puncak Hanya Hak Pakai
BOGOR, Berita HUKUM - Status tanah di kawasan lindung dan resapan air di kawasan Puncak, Kabupaten B

ABK Indonesia Diculik Perompak di Malaka
MALAYSIA, Berita HUKUM - Perompak bersenjata api menyerbu sebuah tanker minyak Jepang di Selat Malak

AS Kerahkan Pasukan ke Polandia dan Baltik
WASHINGTON, Berita HUKUM - Amerika Serikat mengatakan mengerahkan 600 pasukan ke Polandia dan tiga n

Untitled Document
   

  Berita Terkini >>
   
FITRA Tuding Jokowi Lakukan Pembiaran Banyaknya Anggaran Ganda APBD
Golkar Sebut Dua Syarat Cawapres ARB
KPU Provinsi Jabar Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Pemilu 2014
Kartini Masa Kini, Berjuang Lawan Korupsi
Buka INACRAFT, Presiden: Jangan Ada Lagi Produk Kita Dipatenkan Bangsa Lain
Status Tanah di Puncak Hanya Hak Pakai

Untitled Document Untitled Document



  Berita Utama >
   
FITRA Tuding Jokowi Lakukan Pembiaran Banyaknya Anggaran Ganda APBD
Golkar Sebut Dua Syarat Cawapres ARB
Kartini Masa Kini, Berjuang Lawan Korupsi
WALHI Aceh Mengenang Kondisi Bumi 22 April: Save The Earth, Save of Our Life
Pengamat, Anggota DPR dan SP Tolak Rencana Akuisisi BTN oleh Mandiri
Prof Djohar Arifin Husin Bantah Kenal Tersangka Mahfud Suroso

Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus BLBU
Kasus BLBU Kementan RI, Dirut PT HNW Ditahan Kejagung
Thursday 01 Aug 2013 20:30:02
 
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktur Utama (Dirut) PT Hidayah Nur Wahana (HNW), Sutrisno yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak bulan lalu, akhirnya ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menurut Penyidik Kejagung, Sutrisno diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan korupsi Pengadaan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) dengan nilai proyek Rp 209 miliar di Kementerian Pertanian (Kemtan).

Sementara itu Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi, membenarkan penahanan tersebut. "Benar, tersangka berinsial S sudah ditahan selama 20 hari terhitung mulai 31 juli-19 Agustus 2013 di penjara Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakakarta Selatan," kata Untung kepada Wartawan, Kamis (1/8).

"Surat perintah penahanannya bernomor: print-15/F.2/Fd.1/07/2013, tanggal 31 juli 2013," imbuh Untung.

Kasus yang berawal untuk pengadaan maupun penyaluran BLBU berupa padi hibrida, padi non hibrida, dan kedelai diduga tidak sesuai varietasnya, alias abal-abal dan beberapa pelaksanaannya tak sesuai atau fiktif. Sehingga perkembangan penyidikan kasus ini, Kejaksaan melakukan penggeledahan di kantor PT HNW di Griya Mutiara, Blok A/2 Baturejo, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sebagaimana diketahui, kasus ini turut menyita perhatian publik, karena sudah puluhan orang dipanggil penyidik, guna mengembangkan penyidikan, penyitaan sejumlah dikumen dan surat yang dianggap mempunyai hubungan dengan kasus BLBU, selain telah menyita benda bergerak dan tidak bergerak.

Kejagung sendiri telah menetapkan 2 tersangka termasuk Sutrisno yakni, Pimpinan Produksi PT HNW, Mahfud Husodo, dimana Mahfud lebih dulu ditangkap di Jember, Jawa Timur karena dinilai tidak kooperatif dan ditahan di penjara Salemba cabang Kejagung sejak 19 Juni-7 Agustus 2013.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

BeritaHUKUM.Com

   Berita Terkait Kasus BLBU

Perkembangan Kasus BLBU Rp 209 Milyar yang di Garap Kejaksaan
Tim Penyidik Kejagung Periksa 4 Saksi Kasus Proyek BLBU 209 Milyar
Negara Rugi Rp112 Miliar, Untung: Pelimpahan Sudah Dilakukan Hari Ini
3 Orang Pengawas Tanaman Diperiksa Penyidik Kejagung
Kasus BLBU, Dirjen Kementan Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
4 Pejabat Kementerian Pertanian Ditetapkan Sebagai Tersangka
 
 
   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com