BeritaHUKUM.Com
Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
19 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerima laporan Korps Kenaikan Pangk

Pembukaan Piala Panglima TNI Tahun 2014
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Ade Supandi mewakili Panglima TNI

J Prang: RUU Pilkada Melanggar UUD 1945
ACEH, Berita HUKUM - Dosen Fakultas Hukum Universitas Malikul Saleh (Unimal) Lhokseumawe Amrijal J P

Oknum Jaksa sebagai Pengedar Sabu Ditangkap Polisi
SAMARINDA, Berita HUKUM - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda, Kalimantan Timur (

Rahmawati Ingatkan Pilkada Langsung itu Sistem Liberalisme Asing
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno, Rachmawati, menyatakan system liberalis

MA Tambah Hukuman Luthfi Hasan Ishaaq Jadi 18 Tahun
JAKARTA, Berita HUKUM - Mahkamah Agung (MA) menambah hukuman bagi mantan Presiden Partai Kesejahtera

Pengembangan Korupsi di Kemendikbud, Kejati DKI Tetapkan Dua Tersangka Baru, Satu Tersangka Bergelar Profesor
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI rupanya tidak main-main dalam menuntaskan pena

Panglima TNI Terima Dirut PT Pos (Persero)
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kapuspen TNI Mayjen TNI M.

Untitled Document
   

  Berita Terkini >>
   
19 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat
Pembukaan Piala Panglima TNI Tahun 2014
J Prang: RUU Pilkada Melanggar UUD 1945
Oknum Jaksa sebagai Pengedar Sabu Ditangkap Polisi
Rahmawati Ingatkan Pilkada Langsung itu Sistem Liberalisme Asing
MA Tambah Hukuman Luthfi Hasan Ishaaq Jadi 18 Tahun

Untitled Document Untitled Document



  Berita Utama >
   
J Prang: RUU Pilkada Melanggar UUD 1945
Oknum Jaksa sebagai Pengedar Sabu Ditangkap Polisi
Rahmawati Ingatkan Pilkada Langsung itu Sistem Liberalisme Asing
MA Tambah Hukuman Luthfi Hasan Ishaaq Jadi 18 Tahun
Pengembangan Korupsi di Kemendikbud, Kejati DKI Tetapkan Dua Tersangka Baru, Satu Tersangka Bergelar Profesor
Raker Komisi VII DPR Singgung Blok Cepu

Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus BLBU
Kasus BLBU Kementan RI, Dirut PT HNW Ditahan Kejagung
Thursday 01 Aug 2013 20:30:02
 
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktur Utama (Dirut) PT Hidayah Nur Wahana (HNW), Sutrisno yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak bulan lalu, akhirnya ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menurut Penyidik Kejagung, Sutrisno diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan korupsi Pengadaan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) dengan nilai proyek Rp 209 miliar di Kementerian Pertanian (Kemtan).

Sementara itu Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi, membenarkan penahanan tersebut. "Benar, tersangka berinsial S sudah ditahan selama 20 hari terhitung mulai 31 juli-19 Agustus 2013 di penjara Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakakarta Selatan," kata Untung kepada Wartawan, Kamis (1/8).

"Surat perintah penahanannya bernomor: print-15/F.2/Fd.1/07/2013, tanggal 31 juli 2013," imbuh Untung.

Kasus yang berawal untuk pengadaan maupun penyaluran BLBU berupa padi hibrida, padi non hibrida, dan kedelai diduga tidak sesuai varietasnya, alias abal-abal dan beberapa pelaksanaannya tak sesuai atau fiktif. Sehingga perkembangan penyidikan kasus ini, Kejaksaan melakukan penggeledahan di kantor PT HNW di Griya Mutiara, Blok A/2 Baturejo, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sebagaimana diketahui, kasus ini turut menyita perhatian publik, karena sudah puluhan orang dipanggil penyidik, guna mengembangkan penyidikan, penyitaan sejumlah dikumen dan surat yang dianggap mempunyai hubungan dengan kasus BLBU, selain telah menyita benda bergerak dan tidak bergerak.

Kejagung sendiri telah menetapkan 2 tersangka termasuk Sutrisno yakni, Pimpinan Produksi PT HNW, Mahfud Husodo, dimana Mahfud lebih dulu ditangkap di Jember, Jawa Timur karena dinilai tidak kooperatif dan ditahan di penjara Salemba cabang Kejagung sejak 19 Juni-7 Agustus 2013.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

BeritaHUKUM.Com

   Berita Terkait Kasus BLBU

Perkembangan Kasus BLBU Rp 209 Milyar yang di Garap Kejaksaan
Tim Penyidik Kejagung Periksa 4 Saksi Kasus Proyek BLBU 209 Milyar
Negara Rugi Rp112 Miliar, Untung: Pelimpahan Sudah Dilakukan Hari Ini
3 Orang Pengawas Tanaman Diperiksa Penyidik Kejagung
Kasus BLBU, Dirjen Kementan Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
4 Pejabat Kementerian Pertanian Ditetapkan Sebagai Tersangka
 
 
   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com