Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Bambang Soesatyo: Jokowi Tak Punya Itikad Baik, Penggalangan Hak Interpelasi Besok Digulirkan
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekretaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo menegaskan pengumpulan dukungan ta

Gerakan HMS: Solusi Bijak Penyelesaian Kasus BLBI
JAKARTA, Berita HUKUM - Konsistensi Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (Gerakan HMS) yang tidak p

Mendikbud Bentuk Tim Moratorium Kurikulum 2013
JAKARTA, Berita HUKUM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka peluang moratorium

UMK Surabaya 2015 Lampaui UMP DKI Jakarta
SURABAYA, Berita HUKUM - Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2015 Surabaya ditetapkan Rp2.710.000 atau

Grup Band Slank Launching Album Salam 3 Jari
JAKARTA, Berita HUKUM - Grup musik Slank baru saja merilis album teranyarnya, album Salam 3 Jari yan

Pasukan AS Boleh Menyerang Taliban Setelah 2014
WASHINGTON, Berita HUKUM - Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan akan diizinkan untuk menyerang sas

Aktivis Kutamakmur: Aceh Jangan Telan Ludah Sendiri
ACEH, Berita HUKUM - Publications and documentation fields Student Committee and the Student Kutamak

Korban Pemerasan dan Pengancaman Briptu Romi Lapor ke Propam Polda Aceh
ACEH, Berita HUKUM - Korban pemerasan dan pengancaman yang dilakukan oleh Briptu Romi oknum Polisi D

   

  Berita Terkini >>
   
Bambang Soesatyo: Jokowi Tak Punya Itikad Baik, Penggalangan Hak Interpelasi Besok Digulirkan
Gerakan HMS: Solusi Bijak Penyelesaian Kasus BLBI
Mendikbud Bentuk Tim Moratorium Kurikulum 2013
UMK Surabaya 2015 Lampaui UMP DKI Jakarta
Grup Band Slank Launching Album Salam 3 Jari
Pasukan AS Boleh Menyerang Taliban Setelah 2014

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Gerakan HMS: Solusi Bijak Penyelesaian Kasus BLBI
Grup Band Slank Launching Album Salam 3 Jari
Korban Pemerasan dan Pengancaman Briptu Romi Lapor ke Propam Polda Aceh
TPI Siap Siaran dan Segera Beroperasi Kembali
237 Izin Usaha Pertambangan Dicabut
Pemilik Saham Blue Bird Taxi, Mintarsih A. Latief Ajukan Laporan ke KPPU

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Kemenag
Kasus Korupsi Lab di Kemenag RI, 28 Orang Dipanggil Penyidik Kejaksaan
Wednesday 24 Jul 2013 22:19:26
 
Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Penyidik Kejaksaan terus mengembangkan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat maupun laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), di Kementerian Agama RI.

"Dugaan tindak pidana korupsi laboratoriun IPA MTs dan MA, hari ini dipanggil 28 orang saksi kepala MA yang terdapat di Grobogan, Kudus, Jepara dan Demak yang dilaksanakan di Kejari (Kejaksaan Negeri) dan semua saksi hadir," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (24/7) di Jakarta.

"Namun karena tidak membawa dokumen maka 18 orang diperiksa tanggl 25 Juli 2013," imbuh Untung. Dan tambahkannya bahwa 10 orang lainnya dilakukan pemeriksaan yang pada pokoknya menyangkut mekanisme permohonan bantuan hingga mendapatkan alat laboratorium IPA MA Sunniyah Selo - Tawangharjo, MA Yatpi Godong, MA Miftahul Tullab - Krajan, MA Nurul Huda Tawangharjo, Ma matholiul falah jalil bonang.

"Termasuk MA Nahdlatul Syubbyan -Sayung, MA Tarbiyah Mubfadin - Gajah, MA Fathul Huda, MA Hidayatul Mubtadin. Masih ada 1 lagi, namun hingga berita dibuat masih menunggu konfirmasi dari penyidik," terang mantan Kajari Jakarta Selatan ini.

Sebelumnya, dalam kasus senilai Rp 71,5 miliar ini Tim Penyidik Kejagung kemarin dari pukul 10:00 WIB melakukan pemeriksaan terhadap tersangka berinsial S, Pejabat Pembuat Komitmen Kemenag RI, yang pokoknya dijelaskan Untung, yakni mengenai ada atau tidaknya perubahan atas keterangan yang pernah tersangka berikan sebelumnya serta keinginan tersangka untuk mengajukan saksi-saksi yang menguntungkan bagi dirinya (Pasal 65 KUHAP).

"Adapun Saksi H. Opa Mustopa, PNS pada Setjen Kemenag RI hingga pukul 15.00 WIB belum hadir memenuhi panggilan penyidik, selain itu juga, 4 orang penyidik terhitung dari tgl 23 - 26 Juli 2013 melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang berdomisili di wilayah Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah," pungkas Untung.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Kemenag

Pejabat Kemenag Ahmad Jauhari Segera Disidang
Kasus Lab IPA MTs dan MA, 2 Tersangka Dijebloskan ke Penjara
LSM Aliansi Al-Quran Demo Priyo Budi Santoso di KPK
Zulkarnain Djabar Perbaiki Permohonan Uji UU Tipikor
8 Tersangka Kasus Lab IPA di Kemenag, Kejagung Pertimbangkan Penahanan
Hukuman Diperberat, Zulkarnain Djabar Gugat UU Tipikor
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com