BeritaHUKUM.Com
Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Bentrokan di Ibukota, PM Yaman Mundur
YAMAN, Berita HUKUM - Perdana Menteri Yaman, Mohammed Basindwa, mengundurkan diri di tengah meningka

Hamilton Juara GP Singapura, Rosberg Gagal
SINGAPORE, Berita HUKUM - Lewis Hamilton dengan gemilang menjuarai Grand Prix Singapura, sekaligus m

Ajaib, 23 Pesepak Bola Kamerun Jadi Mualaf Berbarengan
DUBAI, Berita HUKUM - Aneh, tapi nyata. Semua pemain tim sepak bola Kamerun yang menjalani kamp lati

Industri Rokok Incar Generasi Muda, Pemerintah Didesak Ratifikasi FCTC
JAKARTA, Berita HUKUM - Hingga saat ini Indonesia belum juga menandatangani ratifikasi FCTC. Indones

Yohanes Libut: Peran Koperasi dalam Pembangunan Daerah Tertinggal
SAMARINDA, Berita HUKUM - Koperasi menjadi Soko Guru Perekonomian Bangsa sesuai yang diamanatkan dal

Sekjen PBB Ikut Pawai Perubahan Iklim
NEW YORK, Berita HUKUM - Sekjen PBB Ban Ki-moon dan aktor terkenal Leonardo di Caprio akan bergabung

Mendesak, Ratifikasi Asset Recovery
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan, masih banyak teman-teman anggota

KLB Sepakat Prabowo Menjadi Ketum Gerindra Sementara
CIBINONG, Berita HUKUM - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra untuk mengganti ketua umum Partai

Untitled Document
   

  Berita Terkini >>
   
Bentrokan di Ibukota, PM Yaman Mundur
Hamilton Juara GP Singapura, Rosberg Gagal
Ajaib, 23 Pesepak Bola Kamerun Jadi Mualaf Berbarengan
Industri Rokok Incar Generasi Muda, Pemerintah Didesak Ratifikasi FCTC
Yohanes Libut: Peran Koperasi dalam Pembangunan Daerah Tertinggal
Sekjen PBB Ikut Pawai Perubahan Iklim

Untitled Document Untitled Document



  Berita Utama >
   
Yohanes Libut: Peran Koperasi dalam Pembangunan Daerah Tertinggal
KLB Sepakat Prabowo Menjadi Ketum Gerindra Sementara
Pertagas Dukung Konversi BBM ke Gas dengan Bangun LNG Storage di Bali
Dewan Energi Nasional : Pembuatan Kilang Minyak bukan Soal Untung Rugi Tapi untuk Ketahanan Energi
Lembaga Sandi Negara Benahi Sistem Pemulihan Aset Negara Berbasis Digital
Kementerian Lingkungan Didemo, PT Baramulti Tbk dan Tata Group Merusak Lingkungan

Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Kemenag
Kasus Korupsi Lab di Kemenag RI, 28 Orang Dipanggil Penyidik Kejaksaan
Wednesday 24 Jul 2013 22:19:26
 
Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Penyidik Kejaksaan terus mengembangkan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat maupun laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), di Kementerian Agama RI.

"Dugaan tindak pidana korupsi laboratoriun IPA MTs dan MA, hari ini dipanggil 28 orang saksi kepala MA yang terdapat di Grobogan, Kudus, Jepara dan Demak yang dilaksanakan di Kejari (Kejaksaan Negeri) dan semua saksi hadir," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (24/7) di Jakarta.

"Namun karena tidak membawa dokumen maka 18 orang diperiksa tanggl 25 Juli 2013," imbuh Untung. Dan tambahkannya bahwa 10 orang lainnya dilakukan pemeriksaan yang pada pokoknya menyangkut mekanisme permohonan bantuan hingga mendapatkan alat laboratorium IPA MA Sunniyah Selo - Tawangharjo, MA Yatpi Godong, MA Miftahul Tullab - Krajan, MA Nurul Huda Tawangharjo, Ma matholiul falah jalil bonang.

"Termasuk MA Nahdlatul Syubbyan -Sayung, MA Tarbiyah Mubfadin - Gajah, MA Fathul Huda, MA Hidayatul Mubtadin. Masih ada 1 lagi, namun hingga berita dibuat masih menunggu konfirmasi dari penyidik," terang mantan Kajari Jakarta Selatan ini.

Sebelumnya, dalam kasus senilai Rp 71,5 miliar ini Tim Penyidik Kejagung kemarin dari pukul 10:00 WIB melakukan pemeriksaan terhadap tersangka berinsial S, Pejabat Pembuat Komitmen Kemenag RI, yang pokoknya dijelaskan Untung, yakni mengenai ada atau tidaknya perubahan atas keterangan yang pernah tersangka berikan sebelumnya serta keinginan tersangka untuk mengajukan saksi-saksi yang menguntungkan bagi dirinya (Pasal 65 KUHAP).

"Adapun Saksi H. Opa Mustopa, PNS pada Setjen Kemenag RI hingga pukul 15.00 WIB belum hadir memenuhi panggilan penyidik, selain itu juga, 4 orang penyidik terhitung dari tgl 23 - 26 Juli 2013 melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang berdomisili di wilayah Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah," pungkas Untung.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

BeritaHUKUM.Com

   Berita Terkait Kasus Kemenag

Pejabat Kemenag Ahmad Jauhari Segera Disidang
Kasus Lab IPA MTs dan MA, 2 Tersangka Dijebloskan ke Penjara
LSM Aliansi Al-Quran Demo Priyo Budi Santoso di KPK
Zulkarnain Djabar Perbaiki Permohonan Uji UU Tipikor
8 Tersangka Kasus Lab IPA di Kemenag, Kejagung Pertimbangkan Penahanan
Hukuman Diperberat, Zulkarnain Djabar Gugat UU Tipikor
 
 
   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com