Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Sedikitnya 100 Orang Tewas di Semenanjung Sinai
SINAI, Berita HUKUM - Pertempuran antara tentara Mesir dengan kelompok militan yang menamakan diri N

Anggota DPR Adriansyah Terima Suap
JAKARTA, Berita HUKUM - Marketing Manager PT Mitra Maju Sukses, Andrew Hidayat, didakwa menyuap angg

Ahli: Mekanisme Pemilihan Ketua Umum Peradi Bukan Masalah Konstitusionalitas
JAKARTA, Berita HUKUM - Undang-undang sudah mendelegasikan pengaturan organisasi advokat melalui ang

Pekerja Asing Meningkat, Komitmen Pemerintah Dipertanyakan
JAKARTA, Berita HUKUM - Meningkatnya jumlah tenaga kerja yang berasal dari Tiongkok menunjukkan peme

RUU Disabilitas Bentuk Keberpihakan DPR Terhadap Penyandang Disabilitas
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ledia Hanifa Amaliyah memastikan RUU Penyandang

Komisi I Setujui Calon Panglima TNI Pilihan Presiden
JAKARTA, Berita HUKUM - Rapat Pleno Komisi I DPR RI akhirnya secara bulat menyetujui calon Panglima

Cerita Karyawati di Sudirman yang Ditodong, dan Kemudian Ditolong Anggota Polsek Tanah Abang
JAKARTA, Berita HUKUM - Vania Michaela Liu, pegawai kantoran di kawasan Sudirman, Jakarta menyampaik

Pemikiran Ahmad Dahlan Menjadi Bekal Institusi Pendidikan Hadapi MEA
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjelang akhir tahun 2015 ini,

   

  Berita Terkini >>
   
Sedikitnya 100 Orang Tewas di Semenanjung Sinai
Anggota DPR Adriansyah Terima Suap
Ahli: Mekanisme Pemilihan Ketua Umum Peradi Bukan Masalah Konstitusionalitas
Pekerja Asing Meningkat, Komitmen Pemerintah Dipertanyakan
RUU Disabilitas Bentuk Keberpihakan DPR Terhadap Penyandang Disabilitas
Komisi I Setujui Calon Panglima TNI Pilihan Presiden

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Syukuran HUT Ke 69 Bhayangkara, Kapolri Ucapkan Terima Kasih
Generasi Muda Diminta Pahami Pemikiran Bung Karno
Pesawat Hercules TNI AU Jatuh di Pemukiman di Medan
TangSel Harus Lebih Cerdas Lagi, Ivan Ajie Balon Walkot Berjanji akan Sediakan Wifi Gratis
Kapolda Bali: Margriet Pelaku Utama Pembunuhan Engeline
Terkait Blok Mahakam, FPKE: 'Tolak Pembentukan BUMN Khusus Migas'

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Kemenag
Kasus Korupsi Lab di Kemenag RI, 28 Orang Dipanggil Penyidik Kejaksaan
Wednesday 24 Jul 2013 22:19:26
 
Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Penyidik Kejaksaan terus mengembangkan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat maupun laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), di Kementerian Agama RI.

"Dugaan tindak pidana korupsi laboratoriun IPA MTs dan MA, hari ini dipanggil 28 orang saksi kepala MA yang terdapat di Grobogan, Kudus, Jepara dan Demak yang dilaksanakan di Kejari (Kejaksaan Negeri) dan semua saksi hadir," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (24/7) di Jakarta.

"Namun karena tidak membawa dokumen maka 18 orang diperiksa tanggl 25 Juli 2013," imbuh Untung. Dan tambahkannya bahwa 10 orang lainnya dilakukan pemeriksaan yang pada pokoknya menyangkut mekanisme permohonan bantuan hingga mendapatkan alat laboratorium IPA MA Sunniyah Selo - Tawangharjo, MA Yatpi Godong, MA Miftahul Tullab - Krajan, MA Nurul Huda Tawangharjo, Ma matholiul falah jalil bonang.

"Termasuk MA Nahdlatul Syubbyan -Sayung, MA Tarbiyah Mubfadin - Gajah, MA Fathul Huda, MA Hidayatul Mubtadin. Masih ada 1 lagi, namun hingga berita dibuat masih menunggu konfirmasi dari penyidik," terang mantan Kajari Jakarta Selatan ini.

Sebelumnya, dalam kasus senilai Rp 71,5 miliar ini Tim Penyidik Kejagung kemarin dari pukul 10:00 WIB melakukan pemeriksaan terhadap tersangka berinsial S, Pejabat Pembuat Komitmen Kemenag RI, yang pokoknya dijelaskan Untung, yakni mengenai ada atau tidaknya perubahan atas keterangan yang pernah tersangka berikan sebelumnya serta keinginan tersangka untuk mengajukan saksi-saksi yang menguntungkan bagi dirinya (Pasal 65 KUHAP).

"Adapun Saksi H. Opa Mustopa, PNS pada Setjen Kemenag RI hingga pukul 15.00 WIB belum hadir memenuhi panggilan penyidik, selain itu juga, 4 orang penyidik terhitung dari tgl 23 - 26 Juli 2013 melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang berdomisili di wilayah Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah," pungkas Untung.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Kemenag

Pejabat Kemenag Ahmad Jauhari Segera Disidang
Kasus Lab IPA MTs dan MA, 2 Tersangka Dijebloskan ke Penjara
LSM Aliansi Al-Quran Demo Priyo Budi Santoso di KPK
Zulkarnain Djabar Perbaiki Permohonan Uji UU Tipikor
8 Tersangka Kasus Lab IPA di Kemenag, Kejagung Pertimbangkan Penahanan
Hukuman Diperberat, Zulkarnain Djabar Gugat UU Tipikor
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com