Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Virus Corona
Kasus Positif Corona Lampaui China, Wakil Ketua MPR: Indikasi Ketidakmampuan Melawan Pandemi Covid-19
2020-07-21 16:34:54
 

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menembus angka 84.882 orang pada Sabtu (18/7) lalu. Jumlah yang dikonfirmasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini melampaui kasus positif di China yang merupakan negara yang pertama kali menjadi pusat Covid-19.

Berdasarkan data dari Worldometers, jumlah kasus positif Covid-19 di China hanya 83.644. Sementara di Indonesia sudah mencapai 84.882 kasus. Dengan demikian, terdapat selisih 1.238 kasus antara Indonesia dengan China.

Di sisi lain, trend peningkatan harian positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi sekali di atas 1.000 kasus, berbanding terbalik dengan China yang semakin kecil di bawah 20 kasus.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan mempertanyakan langkah dan kemampuan Pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19. Menurutnya, jumlah kasus yang besar dan belum melandai sama sekali menkonfirmasi ketidakmampuan Pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Pandemi Covid-19.

"Pemerintah seharusnya mampu menekan laju penyebaran Pandemi Covid-19 di Indonesia dengan berbagai sumber daya yang dikelola oleh Pemerintah. Apalagi, DPR RI pun telah menyetujui PERPPU 1/2020 dan APBN-P 2020 yang didalamnya memuat perubahan anggaran yang sangat besar untuk penanganan Pandemi," ungkap Syarief Hasan.

Data dari World Health Organization pun menunjukkan bahwa positivity rate Indonesia masih sangat tinggi. Perlu diketahui, positivy rate adalah persentase kasus positif dibanding total kasus yang diperiksa. Positivity rate di Indonesia terbilang tinggi yaitu 12,2 persen. Sementara, menurut WHO, idealnya positivity rate yang aman adalah di bawah 5 persen.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini pun mendorong Pemerintah untuk bekerja lebih keras dan salurkan anggaran penanganan Covid 19 secara maksimal dan terarah dalam menghentikan penyebaran virus corona. "Lebih baik lebih fokus dulu dalam menghambat laju penyebaran Covid-19. Sebab, kondisi ini akan berpengaruh juga terhadap ekonomi dan sektor lainnya," Fakta kini Covid 19 semakin tinggi memecahkan record tertinggi sementara ekonomi juga terpuruk. ujar Syarief Hasan.

Ia juga menekankan agar Pemerintah menunjukkan ketegasan dalam implementasi protokoler kesehatan. "Banyaknya kasus disebabkan oleh karena banyak yang tidak mematuhi protokoler kesehatan. Hal ini tentu penyebabnya adalah karena kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah. Sehingga Pemerintah harus mengembalikan kepercayaan tersebut dengan tegas dalam implementasi New Normal," tutup Syarief Hasan.(MPR/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  Wakapolri Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Pelaksana II Penanganan Covid-19 dan PEN
  Wakapolri Ancam Copot Kapolsek, Kapolres dan Kapolda Jika Tidak Serius Tangani Covid-19
  Walikota Sorong Dinilai Langgar Protokol Kesehatan Covid-19
  Vaksin Covid-19 Harus Gratis
  Vaksin Covid-19 dari China Harus Aman dan Transparan
 
ads1

  Berita Utama
Wakapolri Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Pelaksana II Penanganan Covid-19 dan PEN

Wahh Parah! Data Penerima Bansos Ternyata Belum Di-Update Sejak 2015

Muncul Skenario Anies-AHY 2024, Politikus Demokrat: Pasangan Yang Saling Melengkapi

Dampak Resesi Dunia, Gus Jazil: Kita Beli Produk Lokal dari UMKM

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sesalkan Jokowi Teken PP 41/2020, PKS: Bisa Gerus Independensi KPK!

Siapa Agnes Chow, Aktivis Perempuan yang Disebut 'Mulan yang Asli' dan 'Dewi Demokrasi'?

Terjerat UU Tindak Pidana Korupsi, Jaksa Pinangki Terancam Hukuman Maksimal 5 Tahun Penjara

PA 212: Sebaran Baliho Habib Rizieq Bentuk Perlawanan Pada Neo PKI

Perlunya Pembentukan Lembaga Peradilan Pemilu

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2