Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Hadirnya Pusat Kegiatan Masyarakat di Rusun Muara Baru Meningkatkan Kualitas Hidup Kaum Marginal
JAKARTA, Berita HUKUM - Didirikannya banyak rumah susun (Rusun) diperkotaan sebagai salah satu alter

OJK Beri Edukasi Keuangan Bagi Masyarakat dan UMKM di Gorontalo
GORONTALO, Berita HUKUM - Untuk meningkatkan Utilisasi sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan

Konser BIGBANG 2015 World Tour [MADE] in Jakarta di Gelar 1 Agustus 2015
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam rangka konser BIGBANG 2015 World Tour [MADE] in Jakarta, BoyBand asal

Presiden Jokowi akan Buka Kantor Khusus untuk Kembangkan Batam, Bintan, dan Karimun
SINGAPURA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, pemerintah ingin serius menyeles

Panglima TNI Lantik 117 Perwira Prajurit Karier
MAGELANG, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bertindak selaku Inspektur Upacar

Pembeli Biji Ganja Online Ditangkap dan Direhabilitasi
JAKARTA, Berita HUKUM - Penjualan Narkoba melalui situs online kian merebak, tidak hanya dalam skala

Polda Metro Raih Penghargaan Ungkap Peredaran Narkoba Terbesar
JAKARTA, Berita HUKUM - Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya meraih penghargaan dari

Pabrik Palsu Apple 'Tertangkap di Cina'
CINA, Berita HUKUM - Aparat keamanan menemukan sebuah pabrik yang telah memproduksi hingga 41.000 po

   

  Berita Terkini >>
   
Hadirnya Pusat Kegiatan Masyarakat di Rusun Muara Baru Meningkatkan Kualitas Hidup Kaum Marginal
OJK Beri Edukasi Keuangan Bagi Masyarakat dan UMKM di Gorontalo
Konser BIGBANG 2015 World Tour [MADE] in Jakarta di Gelar 1 Agustus 2015
Presiden Jokowi akan Buka Kantor Khusus untuk Kembangkan Batam, Bintan, dan Karimun
Panglima TNI Lantik 117 Perwira Prajurit Karier
Pembeli Biji Ganja Online Ditangkap dan Direhabilitasi

Untitled Document



  Berita Utama >
   
OJK Beri Edukasi Keuangan Bagi Masyarakat dan UMKM di Gorontalo
Laba BTN Meningkat Tajam 54,25% Semester I 2015
Diduga Korupsi Dana BLUD Puluhan Milyar, Kepala RSUD Labuang Baji Makassar Diperiksa Kejaksaan
DPR Apresiasi MOPD Tanpa Kekerasan
Praperadilan Dahlan Iskan Hari Ini di Gelar di PN Jaksel
KPK Harus Jadi Petarung

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Kemenag
Kasus Rp 71,5 Miliar Kementerian Agama, Dr Affandi Mochtar Diperiksa Penyidik
Thursday 30 May 2013 17:04:16
 
Gedung Kementerian Agama RI.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), hari ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi Dr Affandi Mochtar dari Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Agama RI, terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan laboratorium IPA Mts dan MA.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi membenarkan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pejabat di Kementerian Agama tersebut.

"Saksi Doktor Affandi Mochtar dari Setjen Kemenag RI, dipanggil penyidik hari ini untuk dilakukan pemeriksaan," kata Untung kepada Wartawan di Kejagung, Kamis (30/5).

Sebelumnya, Rabu kemarin (29/5) Jaksa penyidik juga telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi atas nama Rijal Roihan dan H.A. Saefuddin, keduanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kementerian agama dan saksi Prof. Dr. H. Mohammad Ali, PNS pada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam kementerian agama pada tanggal 21 Mei 2013.

Dalam kasus Korupsi Pengadaan Alat Laboratorium IPA MTs dan Pengadaan Alat Laboratorium IPA MA pada Kementerian Agama RI tahun 2010, hingga berita ini diturunkan, keseluruhannya ada 8 tersangka, yang telah ditetapkan oleh Kejagung.

Untuk 3 orang tersangka yang ditetapkan pada tanggal 27 Februari 2013, yaitu Arifin Ahmad, Direktur PT Alfindo Nuratama Perkasa, Zaenal Arief, Direktur CV Pudak, dan Mauren Patricia Cicilia, Staf pada PT Nuratindo Bangun Perkasa, dan 5 orang tersangka sebelumnya yaitu Affandi Mochtar mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Firdaus Basuni mantan Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag, Rizal Royan pegawai Unit Layanan Pengadaan Kemenag, Syaifuddin mantan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenag dan Ida Bagus Mahendra Jaya Martha, Konsultan Informasi Teknologi Kemenag.

Kasus ini bermula pada tahun 2010, dimana Kementerian Agama memperoleh dana sesuai APBN Perubahan untuk Proyek Pengadaan Alat Laboratorium IPA untuk Mts dan MA se-Indonesia. Untuk alat maupun pengadaan laboratorium MTs alokasi dananya sebesar Rp 27,5 miliar sedangkan untuk MA senilai Rp 44 miliar, sehingga total nilai proyek tersebut sebesar Rp 71,5 miliar, dengan dugaan kerugian negara mencapai puluhan miliar rupiah.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Kemenag

Pejabat Kemenag Ahmad Jauhari Segera Disidang
Kasus Lab IPA MTs dan MA, 2 Tersangka Dijebloskan ke Penjara
LSM Aliansi Al-Quran Demo Priyo Budi Santoso di KPK
Zulkarnain Djabar Perbaiki Permohonan Uji UU Tipikor
8 Tersangka Kasus Lab IPA di Kemenag, Kejagung Pertimbangkan Penahanan
Hukuman Diperberat, Zulkarnain Djabar Gugat UU Tipikor
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com