Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
JARA: Anggota Dewan Jangan Risih Dikritik Wartawan
ACEH, Berita HUKUM - Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA) sangat menyayangkan ketika perilaku atau t

'Ambil Lajur Kanan di Patung Pemuda, Lurus Terus di Jl. Sudirman Sampai GBK'
JAKARTA, Berita HUKUM - Kapan terakhir kali Anda memberi petunjuk jalan untuk orang lain? Bagi orang

'Sanggupkah Pemerintahan Jokowi-JK Menyelamatkan Bangsa dari Ancaman Krisis?'
JAKARTA, Berita HUKUM - Acara diskusi terbuka oleh Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (K

Kwarnas Terus Berinovasi dengan Indonesia Scout Challenge (ISC)
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia Scout Challenge (ISC) 2015-2016 merupakan kegiatan aktivitas berke

Aburizal Bakrie: Selamat Munas PKS!
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie menyampaikan apres

Usai Lengser, Mantan Presiden Guatemala Dipenjara
GUATEMALA, Berita HUKUM - Otto Perez Molina, yang telah mengundurkan diri sebagai presiden Guatemala

Atasi Kebakaran di BPN Samarinda, Anggota Pemadam Kebakaran Tewas
SAMARINDA, Berita HUKUM - Musibah kebakaran akhir-akhir ini mengintai kota Samarinda, Kalimantan Tim

KCJ akan Tambah Rangkaian KRL Menjadi 12 Gerbong
JAKARTA, Berita HUKUM - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) merencanakan akan menambah rangkaian (ger

   

  Berita Terkini >>
   
JARA: Anggota Dewan Jangan Risih Dikritik Wartawan
'Ambil Lajur Kanan di Patung Pemuda, Lurus Terus di Jl. Sudirman Sampai GBK'
'Sanggupkah Pemerintahan Jokowi-JK Menyelamatkan Bangsa dari Ancaman Krisis?'
Kwarnas Terus Berinovasi dengan Indonesia Scout Challenge (ISC)
Aburizal Bakrie: Selamat Munas PKS!
Usai Lengser, Mantan Presiden Guatemala Dipenjara

Untitled Document



  Berita Utama >
   
JARA: Anggota Dewan Jangan Risih Dikritik Wartawan
'Sanggupkah Pemerintahan Jokowi-JK Menyelamatkan Bangsa dari Ancaman Krisis?'
Kwarnas Terus Berinovasi dengan Indonesia Scout Challenge (ISC)
Budi Waseso: Masih Ada 67 Kasus Korupsi, Saya Minta Usut!
Silaturahmi KMP dan Perkenalan Jajaran Baru DPP PKS
Ini Pernyataan PPWI Terkait Penahanan 2 Jurnalis di Aceh

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Kemenag
Kasus Rp 71,5 Miliar Kementerian Agama, Dr Affandi Mochtar Diperiksa Penyidik
Thursday 30 May 2013 17:04:16
 
Gedung Kementerian Agama RI.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), hari ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi Dr Affandi Mochtar dari Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Agama RI, terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan laboratorium IPA Mts dan MA.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi membenarkan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pejabat di Kementerian Agama tersebut.

"Saksi Doktor Affandi Mochtar dari Setjen Kemenag RI, dipanggil penyidik hari ini untuk dilakukan pemeriksaan," kata Untung kepada Wartawan di Kejagung, Kamis (30/5).

Sebelumnya, Rabu kemarin (29/5) Jaksa penyidik juga telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi atas nama Rijal Roihan dan H.A. Saefuddin, keduanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kementerian agama dan saksi Prof. Dr. H. Mohammad Ali, PNS pada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam kementerian agama pada tanggal 21 Mei 2013.

Dalam kasus Korupsi Pengadaan Alat Laboratorium IPA MTs dan Pengadaan Alat Laboratorium IPA MA pada Kementerian Agama RI tahun 2010, hingga berita ini diturunkan, keseluruhannya ada 8 tersangka, yang telah ditetapkan oleh Kejagung.

Untuk 3 orang tersangka yang ditetapkan pada tanggal 27 Februari 2013, yaitu Arifin Ahmad, Direktur PT Alfindo Nuratama Perkasa, Zaenal Arief, Direktur CV Pudak, dan Mauren Patricia Cicilia, Staf pada PT Nuratindo Bangun Perkasa, dan 5 orang tersangka sebelumnya yaitu Affandi Mochtar mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Firdaus Basuni mantan Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag, Rizal Royan pegawai Unit Layanan Pengadaan Kemenag, Syaifuddin mantan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenag dan Ida Bagus Mahendra Jaya Martha, Konsultan Informasi Teknologi Kemenag.

Kasus ini bermula pada tahun 2010, dimana Kementerian Agama memperoleh dana sesuai APBN Perubahan untuk Proyek Pengadaan Alat Laboratorium IPA untuk Mts dan MA se-Indonesia. Untuk alat maupun pengadaan laboratorium MTs alokasi dananya sebesar Rp 27,5 miliar sedangkan untuk MA senilai Rp 44 miliar, sehingga total nilai proyek tersebut sebesar Rp 71,5 miliar, dengan dugaan kerugian negara mencapai puluhan miliar rupiah.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Kemenag

Pejabat Kemenag Ahmad Jauhari Segera Disidang
Kasus Lab IPA MTs dan MA, 2 Tersangka Dijebloskan ke Penjara
LSM Aliansi Al-Quran Demo Priyo Budi Santoso di KPK
Zulkarnain Djabar Perbaiki Permohonan Uji UU Tipikor
8 Tersangka Kasus Lab IPA di Kemenag, Kejagung Pertimbangkan Penahanan
Hukuman Diperberat, Zulkarnain Djabar Gugat UU Tipikor
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com