Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Proyek Kementerian PUPR
Kejari Barito Selatan Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Jembatan MTU - Bengkuang
2018-12-11 20:09:08
 

Tampak tersangka S Dirut PT. Tirta Dhea Adonnic Pratama (TDAP) saat digiring ke Rutan, Senin (10/12).(Foto: BH /gaj)
 
BUNTOK, Berita HUKUM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Selatan menetapkan 2 orang menjadi tersangka pada kasus dugaan korupsi proyek multiyers sebesar Rp. 300 milyar untuk Jalan dan Jembatan MTU - Bengkuang, keputusan tersangka ini sebagaimana janji Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Barito Selatan, Buntok Kalimantan Tengah (Kalteng) Douglas Oscar Berlian Riwoe, melalui Kasi Pidsus Kejari Buntok Bayu Fermadi, SH. MH, bahwa dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya.

Kasi Pidsus Bayu Fermadi pada, Selasa (11/12) kepada pewarta BeritaHUKUM.com mengatakan bahwa, dugaan korupsi dalam proyek Jalan dan Jempatan Bangkuang - MTU dengan sistim tahun jamak (Multiyers) senilai Rp 300 milyar yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 45 milyar.

"Bertepatan dengan momen peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejaksaan Negeri Barito Selatan, Tim penyidik Kejari menetapkan 2 orang menjadi tersangka, yakni S direktur PT. Tirta Dhea Adonnic Pratama (TDAP) dan
HA yang merupakan Wakil Ketua DPRD Barito Selatan," sebut Bayu, Selasa (11/12).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, S yang merupakan Direktur Utama PT. Tirta Dhea Adonnic Pratama (TDAP) pada, Senin (10/12) langsung digiring ke Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Sedangkan tersangka HA yang merupakan Wakil Ketua DPRD sementara belum ditahan karena masih dilakukan pemeriksaan lanjutan, terang Bayu Fermady.

"Kemarin Senin kita tahan satu tersangka yaitu kontraktor pelaksana dan untuk tersangka Wakil Ketua DPRD Barito Selatan akan menyusul dilakukan penahanan, karena masih ada pemeriksaan lanjutan yang belum selesai," jelas Bayu.

Untuk diketahui, terang Kajari Dounglas kepada Wartawan bahwa untuk status penahanan tersangka, belum dipastikan apakah akan ditahan atau tidak, sebab masih menunggu hasil dari proses penyidikan lebih lanjut.

"Tergantung penyidiknya, penahanan yang dilakukan terhadap tersangka supaya jangan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, itukan diatur Undang-Undang seperti itu, jadi tahan itukan tidak wajib," ujar Dounglas.(bh/gaj)



 

 
   Berita Terkait > Kasus Proyek Kementerian PUPR
 
  Proyek Beronjong Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Layak di Periksa Penegak Hukum
  Dinas PUPR Kaur Dilaporkan Ke Kejaksaan Negeri Terkait Dugaan Korupsi
  Kejari Barito Selatan Gelar Perkara Bersama KPK Kasus Dugaan Korupsi Proyek Senilai Rp 300 M
  Kejari Barito Selatan Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Jembatan MTU - Bengkuang
  Kejari Barito Selatan Siap Umumkan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Rp 300 Milyar
 
ads

  Berita Utama
Nanoteknologi untuk Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI

Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!

Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0

 

  Berita Terkini
 
Harus Ada Langkah Preventif Atasi Karhutla

Presiden Jokowi Diharapkan Angkat Jaksa Agung dari Jaksa Karier

Nanoteknologi untuk Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Agustus - September MPR Menggelar Acara Kebangsaan

Parpol Belum Maksimal Melakukan Pendidikan Politik

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2