Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kejari Jakarta Pusat
Kejari Jakpus Terima Tahap ll Kasus Dugaan Korupsi Bank Jatim Senilai Rp.107 Miliar
2022-02-25 09:05:17
 

Kasi Intel Kejari Jakarta Pusat Bani Ginting.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM -Setelah melalui proses penyeledikan (Lit) dan penyidikan (Dik) yang dilakukan oleh Jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, akhirnya melimpahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi di Bank Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Jakarta senilai Rp107 miliar lebih itu ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk di sidangkan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pasalnya, para penyidik yang nota banenya Jaksa ini telah menetapkan tersangkanya, dan para tersangka juga sudah tahap dua, yang artinya berkas perkara terhadap Muhammad Lazwardi Kaunan (ML) bersama Kusnadi (K) sudah dinyatakan lengkap (P-21) dan tak lama lagi akan disidangkan.

Menurut Kasi Intelijen Kejari Jakpus, Bani Immanuel Ginting para tersangka diduga telah membobol Bank Jawa Timur (Jatim) Cabang Jakarta dengan modus menerbitkan bank garansi (jaminan uang muka) di PT Duta Cipta Pakarperkasa pada Bank Jawa Timur cabang Jakarta. Tahun 2018 - 2019. Imbasnya bank tersebut menjadi rugi hingga sebesar Rp107 miliar.

"Iya benar, tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah melakukan tahap dua, dengan menyerahkan berkas perkara beserta tersangka berinisial ML dan K kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Penyerahan Tahap dua itu dilaksanakan di kantor Kejari Jakarta Pusat pada Kamis Sekitar Pukul 11: 30 WIB," ujar Kasi Intel Bani, kepada Amri Siregar di ruang kerjanya pada Rabu (23/2) malam.

Lebih lanjut Pria asal Karo dengan marga Ginting ini mengungkapkan bahwa kasus ini berawal dari penerbitan bank garansi atas nama PT Duta Cipta Pakarperkasa di Bank Jatim Cabang Jakarta yang diajukan oleh para tersangka. Namun prosesnya tidak sesuai ketentuan dan tidak memenuhi sejumlah syarat, hingga akhirnya macet, dan PT Duta Cipta Pakarperkasa memiliki resiko kolektabilitas lima, dalam hal pembayaran.

"Oleh sebab itu tersangka ML dan K diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dalam penerbitan bank garansi (jaminan uang muka) PT. Duta Cipta Pakarperkasa, pada Bank Jawa Timur Cabang Jakarta Tahun 2018 - 2019, dan menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 107.754.590.243," ungkapnya.

Atas perbuatannya, Ginting bilang ML akan dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Pasal 11, Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan K, lanjutnya akan dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Pasal 5 Ayat (1), Pasal 13 juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, pungkasnya.(bh/ams)



 
   Berita Terkait > Kejari Jakarta Pusat
 
  Kejari Jakpus Terima Tahap ll Kasus Dugaan Korupsi Bank Jatim Senilai Rp.107 Miliar
  Kejari Jakpus Tahan 3 Terduga Korupsi di Bank DKI Rp39 Miliar
  Rekapitulasi Pidsus Kejari Jakpus Tahun 2020, Berhasil Setorkan Rp 212 Miliar ke Kas Negara
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Tindakan Represif Personel TNI terhadap Suporter di Stadion Kanjuruhan Malang Bakal Diproses Pidana

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang dan 9 Komandan Brimob Dicopot dari Jabatannya

Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan: 125 Penonton dan 2 Anggota Polisi

Anggota DPR Dorong Pelaksanaan Pemilu 2024 yang Jujur dan Adil

Ketua KPK Firli Dituduh Jegal Anies, Pengamat: Berlebihan dan Tidak Berdasar!

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2