Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Kemampuan Menembak Merupakan Tuntutan Profesionalisme Prajurit
2018-12-09 17:07:02
 

 
DEPOK, Berita HUKUM - Kemampuan menembak merupakan tuntutan profesionalisme bagi setiap prajurit. Tidak hanya dalam rangka Operasi Militer Untuk Perang (OMP), namun sebagian Operasi Militer Selain Perang (OMSP) juga mengharuskan prajurit TNI memiliki kemampuan menembak yang baik.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., pada upacara pembukaan Lomba Tembak Piala Panglima TNI Tahun 2018 di Lapangan Tembak Kartika TNI AD, Cilodong, Jawa Barat, Jumat (7/12).

Panglima TNI mengatakan bahwa senjata merupakan perlengkapan yang selalu melekat pada diri setiap prajurit terutama dalam menghadapi gerakan separatis bersenjata, mengatasi pemberontakan bersenjata, mengatasi aksi terorisme, dan pelaksanaan tugas OMSP lainnya. "Demi keutuhan NKRI setiap prajurit TNI dituntut mampu melaksanakan tindakan secara benar dan terukur. Artinya prajurit harus dapat menembak sasaran dengan tepat, tidak salah sasaran, apalagi mengakibatkan korban masyarakat sipil," tegasnya.

Kemampuan menembak setiap prajurit harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui pelatihan yang berkelanjutan. Hal itu tidak hanya membuat prajurit mahir menembak, tetapi juga memiliki kepercayaan diri. "Menembak sasaran tidak bergerak dan tidak dapat membalas tembakan adalah hal yang mudah. Namun hal ini akan berbeda saat kita dihadapkan dengan musuh, tentunya musuh tidak akan tinggal diam dan bahkan akan menembak terlebih dahulu," kata Panglima TNI.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, lomba menembak adalah salah satu bentuk upaya meningkatkan kepercayaan diri petembak karena tekanan berupa persaingan dengan petembak lain ataupun banyaknya penonton yang menyaksikan, diperlukan keyakinan dan pengendalian diri petembak agar dapat menghasilkan prestasi terbaik. "Petembak yang sering meraih nilai tinggi saat latihan belum tentu dapat mencapai nilai maksimal saat lomba. Hanya petembak dengan kepercayaan dan pengendalian diri yang baik, yang dapat konsisten dalam hasil menembak," tuturnya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan bahwa keberhasilan Kontingen TNI khususnya TNI AD, merupakan prestasi luar biasa pada berbagai lomba tembak internasional. "Untuk lomba menembak Asean Armies Rifle Meet (AARM), kontingen kita berhasil keluar sebagai juara umum yang ke-13 kalinya. Tidak hanya itu saja, petembak TNI juga 4 kali secara berturut-turut menjadi juara umum pada lomba tembak Brunei International Skill At Arms Meet(BISAM)," ungkapnya.

"Demikian pula dengan lomba tembak Australian Army Of Skill Arms At Meeting (AASAM). Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi kita semua. Terlebih senjata yang digunakan merupakan produk anak bangsa, PT. Pindad," ujarnya.

Diakhir amanatnya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Lomba Tembak Piala Panglima TNI merupakan program tahunan untuk mengukur sejauh mana hasil pembinaan petembak yang dilaksanakan oleh masing-masing angkatan. "Lomba ini sekaligus merupakan seleksi bagi petembak untuk menyiapkan Tim Petembak TNI dalam rangka lomba tembak AARM, BISAM dan AASAM."

"Kesemuanya itu menjadi tantangan tersendiri bagi kita, bila dikaitkan dengan prestasi yang telah kita capai selama ini. Menjadi tantangan agar memacu motivasi dan semangat kita, sehingga mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkannya," pungkasnya.

Pelaksanaan Lomba Tembak Piala Panglima TNI tahun 2018 dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 7 sampai 11 Desember 2018, bertemakan "Dengan Semangat Kompetisi Yang Sehat Dilandasi Sportifitas dan Soliditas Yang Tinggi, Kita Wujudkan Profesionalisme Atlit Menembak TNI, Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI," diikuti oleh 168 peserta yang dibagi menjadi 4 Tim.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Wakasau Marsdya TNI Wieko Sofyan, Dankodiklatad Letjen TNIA.M. Putranto, S.Sos, Dansesko TNI Laksda TNI Deddy Muhibah Pribadi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto, Pangdivif I Kostrad Mayjen TNI Agus Rohman, Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P. dan Aslog Panglima TNI Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M..(TNI/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > TNI
 
  Jelang Pengumuman KPU 22 Mei, Kapushidrosal: Tetap Bersikap Netral
  HUT ke-73 Polisi Militer Angkatan Darat Diawali dengan Kegiatan Donor Darah
  Panglima TNI Tinjau Latihan Satgultor TNI di Ancol
  Panglima TNI: Satsiber TNI Melindungi Infrastruktur Kritis TNI
  Hadapi Perkembangan Dunia, Hubungan dan Kerja Sama Internasional Semakin Penting
 
ads

  Berita Utama
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK

Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019

Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01

Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia

 

  Berita Terkini
 
97 Penipuan Berkedok KPK, Masyarakat Diminta Waspada

Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding

Menhan: Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden

Status Anak Perusahaan BUMN: Adalah BUMN

Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2