Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Partai Golkar
Keponakan JK, Erwin Aksa Pilih Nonaktif dari Golkar Demi 02 Prabowo-Sandi
2019-03-19 15:22:43
 

Politikus Erwin Aksa.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Politikus Erwin Aksa mengakui dukungannya pada calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia pun menyatakan nonaktif dari kepengurusan Partai Golkar.

Dukungan keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ini ditunjukkan dengan kehadirannya saat debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu (17/3) malam lalu. Erwin saat itu terlihat mengenakan pakaian berlogo 02.

"Terkait pilihan saya untuk calon presiden dan calon wakil presiden 2019-2024, perlu saya sampaikan bahwa memang betul saya mendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi," ujar Erwin melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (19/3).

Sebagai politikus Golkar, Erwin menyadari bahwa dukungannya pada Prabowo-Sandi tidak sejalan dengan Golkar yang menjadi salah satu partai pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Erwin memilih untuk nonaktif sementara dari kepengurusan Partai Golkar sampai proses pilpres itu selesai. Ia juga menyampaikan permohonan maaf pada seluruh kader Partai Golkar karena berbeda pilihan.

"Saya mohon maaf kepada seluruh kolega dan kader Partai Golkar di seluruh Indonesia, dan dengan ini saya menyatakan nonaktif dari kepengurusan Partai Golkar sampai proses pencapresan selesai," ucap Erwin.

Erwin menegaskan dukungannya pada Prabowo-Sandi merupakan pilihan pribadi. Ia juga mengklaim tak pernah menggunakan atribut Partai Golkar saat mendukung pasangan calon nomor urut 02 itu.

"Pilihan saya ini adalah pilihan pribadi dan dalam hal kampanye maupun sosialisasi capres-cawapres selama ini saya tidak pernah mengatasnamakan dan menggunakan atribut Partai Golkar," katanya.

Erwin mengatakan perbedaan pilihan dengan partai yang menaunginya itu merupakan hal wajar dalam proses demokrasi. Ia meminta agar perbedaan itu disikapi secara bijak dan tidak dipandang negatif.

Erwin mengaku sejak lama telah bersahabat dengan Sandi yang pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan aktif di Kamar Dagang Indonesia (Kadin). Ia juga yang menggantikan Sandi menjadi ketua umum Hipmi saat penyelenggaraan musyawarah nasional di Bali.

"Kami punya ikatan emosional yang tidak bisa kami hilangkan dan lupakan. Kami memiliki hubungan persahabatan yang hakiki. Saya menggantikan Sandi menjadi ketua umum Hipmi dan Sandi pula yang membantu saya, sehingga bisa menjadi ketua umum Hipmi," tuturnya.

Erwin menegaskan persahabatannya dengan Sandi merupakan hal yang lebih penting dari segalanya. Ia tak ingin persahabatannya dengan Sandi terputus hanya karena berbeda pilihan politik.

"Nilai-nilai persahabatan harus terus dipupuk karena nilai-nilai persahabatan adalah modal sosial yang sangat penting bagi pembangunan Indonesia," ujar Erwin.

Erwin mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, namun ia menyatakan tidak tergabung dalam BPN.(psp/pmg/CNNIndonesia/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Partai Golkar
 
  Putusan Nama Ketum Lebih Cepat, Ridwan Hisjam Nilai Munas ke-X Seperti Pasar Malam
  Derek Loupatty Pilih Dukung Airlangga Hartarto Kembali sebagai Ketum Golkar
  Airlangga Hartarto Kembali Resmi Jabat Ketum Golkar
  ETOS Indonesia Dukung Ridwan Hisyam Menjadi Pendobrak Paradigma Baru Golkar
  Bamsoet Resmi Mendaftarkan Diri untuk Golkar 1
 
ads1

  Berita Utama
Ekonomi Nyungsep, Ramalan Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Yang Jadi Kenyataan

Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Pentingnya Peran DPRD Provinsi untuk Dilibatkan dalam Musrembang Desa

Polda Metro Jaya bersama Stakeholder Luncurkan Layanan Digital E-TLE Development Program

 

ads2

  Berita Terkini
 
Muslim Rohingya Tuntut Keadilan di Mahkamah Internasional: 'Myanmar Harus Bertanggung Jawab Terjadinya Genosida'

Vokalis Roxette, Marie Fredriksson Meninggal Dunia

Hari HAM Internasional, Pemerintah: Saatnya Bangun Kabupaten dan Kota Peduli HAM

LPSK Sebut 3 Langkah Ini Perlu Ditempuh Pemerintah untuk Ungkap Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Pemerintah Harus Jelas Tangani Sampah Plastik

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2