Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
MUI
Ketua Wantim MUI Din Syamsuddin Sampaikan Pesan Hikmah Terkait Pilpres 2019
2019-02-20 20:04:45
 

Tampak saat Din Syamsuddin menjawab pertanyaan dari awak media. Foto Rapat Pleno di MUI Pusat.(Foto: BH /na)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Rapat Pleno ke-36 di kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi No.51, Menteng, Jakarta Pusat pada, Rabu (20/2). Dalam rapat Pleno kali ini, tema yang diusung adalah "Silaturahim dan Dialog Capres-Cawapres 2019".

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyerukan agar bangsa Indonesia menghadapi agenda demokrasi secara damai dan beradab. Selain itu, Din Syamsuddin juga menyampaikan sebuah ungkapan hikmah untuk masyarakat Indonesia dalam Pemilihan Presiden (Pilpres 2019).

"Cintailah kekasihmu (Calon Presidenmu) sedang-sedang saja. Karena boleh jadi sewaktu-waktu dia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan bencilah lawan politikmu (Pilpres bukan pilihanmu) sedang-sedang saja. Karena boleh jadi sewaktu-waktu engkau akan mencintainya," kata Din, Rabu (20/2).

Din menjabarkan makna dari ungkapannya adalah agar interaksi antar pendukung masing-masing calon presiden 2019 tidak terlalu ekstrim. "Apalagi sampai menghujat, meniadakan, dan mendegradasi kemanusiaan," ujarnya.

Din sangat prihatin dan menyayangkan adanya penyebutan nama binatang yang dilontarkan kepada masing-masing pendukung yang berbeda pilihan politiknya. Karena, kata Din, itu sama saja tidak menghargai manusia sebagai ciptaan Tuhan yang seharusnya dimuliakan.

Sementara itu, terkait ketidakhadiran kedua pasangan calon dalam undangan rapat pleno ke-36 ini, Din berhusnuzhan. Mungkin mereka tidak bisa hadir karena agenda di luar kota yang sudah terjadwal. Surat undangan yang dilayangkan Wantim MUI ke mereka pun, kata Din, juga sangat mendadak. Sehingga mereka tidak punya waktu yang cukup.

Kalau mereka hadir, lanjut Din, Wantim MUI ingin mendengarkan visi-misi kedua paslon secara langsung. "Kita juga ingin menyampaikan aspirasi-aspirasi dari ormas-ormas Islam secara langsung," ujarnya.(bh/na)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?

Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan

Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan

Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

 

  Berita Terkini
 
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya

Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia

FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba

Bawaslu Diimbau Beri Laporan Evaluasi

Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2