Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Hoax
Ketua DPR Minta Elit Politik Tak Sebar Berita Hoax
2018-05-08 21:05:46
 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (baju putih) saat Rembuk Nasional ‘Mewujudkan Pemilu 2019 yang Aman dan Bermartabat’, di Jakarta, Selasa (8/5).(Foto: Jayadi/and)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Pemilu 2019 akan berlangsung ditengah perkembangan masyarakat yang sangat dinamis akibat kemajuan teknologi informasi. Masifnya informasi di media sosial yang terkadang tak bisa dikontrol bisa turut mempengaruhi cara pandang dan sikap masyarakat.

"Para elit politik jangan mendidik masyarakat melalui berita hoaks dan ujaran kebencian. Mari kita kedepankan sikap kenegarawanan untuk bersaing secara sehat dan menunjukan sikap siap menang, siap kalah," ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam Rembuk Nasional 'Mewujudkan Pemilu 2019 yang Aman dan Bermartabat', di Jakarta, Selasa (8/5).

Bamsoet menuturkan, Pemilu 2019 akan menjadi kali pertama kampanye ditentukan kekuatan media sosial. Siapa yang menguasai media sosial, dialah yang bisa mengendalikan arus opini publik sehingga bisa memenangkan Pemilu.

"Media sosial menjadi kekuatan utama pada Pemilu 2019 nanti. Sayangnya, perilaku masyarakat di media sosial sama sekali jauh berbeda dengan budaya masyarakat yang selama ini kita kenal, yaitu budaya santun, saling hormat menghormati, gotong royong dan guyub. Saya sangat sedih, sikap dan perilaku masyarakat seolah kebablasan dan tidak mengindahkan etika yang baik di media sosial," ungkapnya.

Bamsoet tak habis pikir berita hoax maupun ujaran kebencian yang berbau fitnah bisa bercampur aduk sehingga membentuk opini. Parahnya, berita hoaks tersebut kemudian diterima sebagai suatu kebenaran lalu disebarluaskan, tanpa ada klarifikasi atau cover both side. Tak jarang, elite politik maupun orang yang dianggap sebagai tokoh masyarakat menjadi bagian didalamnya.

"Hiruk pikuk media sosial kerap dimanfaatkan kelompok tertentu untuk mencapai tujuan politiknya, dengan mengembangkan politik identitas yang berbasis SARA, sehingga menimbulkan konflik di masyarakat. Ini tak boleh kita biarkan. Saya dukung penuh aparat kepolisian melakukan tindakan tegas. Jika tidak ditertibkan dari sekarang, ini akan menjadi fenomena bola salju yang semakin membesar dan liar. Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi taruhannya," terang Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini memandang perlu adanya peningkatan edukasi politik dan sosialisasi kepada masyarakat. Sehinggga, berbagai hal teknis maupun sengitnya persaingan politik tidak menambah kerumitan penyelenggaraan Pemilu dan menaikan tensi politik.

"Lancarnya urusan teknis bisa ikut mempengaruhi lancarnya tensi politik. Begitupun sebaliknya, berbagai kendala teknis bisa jadi akan menaikan tensi politik. Karena itu, DPR RI selalu mendukung KPU sebagai penyelenggara Pemilu, agar bisa melakukan manajemen yang lebih canggih dan handal. Sehingga semua proses dan tahapan Pemilu berlangsung demokratis dan kredibel," pungkas Bamsoet.

Hadir sebagai pembicara antara lain Irjen Pol Gatot Edy Pramono (Mabes Polri), Romo Benny Susetyo (tokoh agama), Jimly Asshiddiqie (pakar hukum tata negara), Hasyim Ashari (KPU Pusat), Bahtiar (Kementerian Dalam Negeri), Helmi Faishal (PBNU), Abdul Mu'ti (PP Muhammadiyah) serta Arifin Asyad (praktisi media).(rnm/sf/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Hoax
 
  Polda Sumut Tangkap Dosen Himma, Sebut Teror Bom Surabaya Pengalihan Isu
  Menanggulangi Hoax Adalah Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar
  Polda Metro Jaya Ajak Netizen #SebarkaBeritaBaik dan 'Mari Bersatu Menjaga NKRI'
  Ketua DPR Minta Elit Politik Tak Sebar Berita Hoax
  Aktivis: Black Campaign Tidak Berpengaruh, Justru Bikin Sebal
 
ads

  Berita Utama
JPU Tanya Setya Novanto Soal Aliran Dana E-KTP ke Puan dan Pramono

Dua Hal Diprotes Dolfie Rompas pada Sidang Kedua PMH Dewan Pers

Legislator Kecewa Harga Pangan Kembali Naik

Presiden Soeharto Menjadi Presiden Indonesia Dinilai Publik Paling Berhasil

 

  Berita Terkini
 
Sosialisasi Asian Games Diduga Jadi Ajang Kampanye Putra Gubernur

Demo Jamper Tuntut Kajari Tuntaskan Tunggakan Kasus dan Kembalikan Aset Komura

Tim Mabes Polri Periksa Kejiwaan Pelaku Penyerangan Polsek Maro Sebo Jambi

Donald Trump Sebut Pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura Mungkin Batal

Sidang Perdana Dugaan Kasus Wanprestasi Rp 22 Milyar Awang Ferdian Cawagub Kaltim

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2