Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Muhammadiyah
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar: Ta'awun Merupakan Ajaran Inklusinya Agama Islam
2019-01-21 07:18:42
 

Ketum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.(Foto: Istimewa)
 
GRESIK, Berita HUKUM - Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir hadiri milad 106 tahun Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik pada, Minggu (20/1) bertempat di lapangan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik.

Dalam tausyiahnya Haedar menuturkan bahwa makna dari ta'awun untuk negeri yang menjadi tema milad Muhammadiyah ke 106 telah dipraktekkan Muhammadiyah dalam aksi nyata. Diantaranya yakni sumbangsih yang telah diberikan Muhammadiyah kepada suku Kokoda yang berada di Papua Barat, dan juga pendirian amal usaha Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi di Indonesia Bagian Timur.

"Kalau kita berta'awun, nilai berkahnya akan kembali kepada kita, spirit ta'awun harus dipraktekkan dengan siapa pun tanpa pandang bulu. Karena pada dasarnya, ta'awun merupakan ajaran inklusinya agama Islam," jelas Haedar.

Dalam kesempatan itu Haedar juga menuturkan bahwa tugas persyarikatan sesungguhnya mulia, tetapi berat.

"Karena kita di Muhammadiyah harus menjadi pelaku dakwah, mengajak pada Islam, mengajak pada segala macam kebaikan di muka bumi ini, kemudian mencegah dari yang munkar," ungkap Haedar.

Haedar menegaskan, amar makruf nahi munkar itu sama susahnya, sehingga jangan membanding-bandingkan.

Di saat tertentu, amar makruf yang mungkin parsial lebih mudah, tapi ketika nahi munkar yang struktural lebih susah.

"Tapi bisa juga dibalik. Ketika nahi munkarnya hal yang kecil, melarang orang buang sampah di sembarangan itu kan mudah. Tapi ketika amar makruf yang bersifat struktural, menegakkan kebaikan dalam sistem ketatanegaraan misalkan, itu kan tidak gampang," jelas Haedar.

Haedar juga menyampaikan tugas warga Muhammadiyah untuk terus membesarkan dan membangun Muhammadiyah itu.

"Hanya orang-orang yang punya kesadaran ilmu, kesadaran iman, dan kesadaran rasional yang mampu untuk membesarkan Muhammadiyah," terang Haedar.

Dalam membesarkan Muhammadiyah, tujuan akhirnya adalah menjadi orang-orang yang beruntung.

"Maka seluruh yang kita kerjakan untuk Muhammadiyah, insyaallah membawa pada amal saleh dan pahala kita di yaumul akhir. Dan itulah etos Muhammadiyah," pungkas Haedar.(muhammadiyah/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Muhammadiyah
 
  Pasca Pemilu, Muhammadiyah Memandang Perlunya Rekonsiliasi Nasional untuk Tegaknya Kedaulatan dan Persatuan Indonesia
  Haedar Sampaikan Rahasia Muhammadiyah Dapat Bertahan di Usia Satu Abad Lebih
  Muhammadiyah Membangkitkan Kembali Kesadaran Beragama yang Mencerahkan
  Terkait Pernyataan Ketum PBNU, Haedar Nashir: Indonesia Milik Semua, Kedepankan Meritrokrasi
  Ketum PP Muhammadiyah, Haedar: Ta'awun Merupakan Ajaran Inklusinya Agama Islam
 
ads

  Berita Utama
Situng Bermasalah, Bawaslu Surati KPU untuk Berhati-hati karena Sangat Sensitif

Ternyata, Jokowi Kalah Telak di Kompleks Paspampres

Fadli Zon Minta KPU Konsentrasi Pada Pengamanan Suara Rakyat

Jemaah Haji Tak Dibebani Pembiayaan Tambahan BPIH

 

  Berita Terkini
 
Situng Bermasalah, Bawaslu Surati KPU untuk Berhati-hati karena Sangat Sensitif

Dirut PLN Sofyan Basyir Jadi Tersangka Kasus PLTU Riau 1, Selanjutnya Nicke Widyawati Bakal Menyusul?

Kwik Sindir Anak Jokowi: Pura-pura Jual Martabak Tapi Pegang Proyek Besar

Anggito: Keuangan Badan Pengelola Keuangan Haji Semakin Menipis

Sudah 293 Ribu Orang Teken Petisi Pidanakan Petugas KPU Curang

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2