Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Hoax
Khilafatul Muslimin Dukung Pemilu 2019 Damai Tanpa Hoaks
2019-03-31 17:46:36
 

Amir Daulah Jawa Khilafatul Muslimin, Ustadz Hadwiyanto Hadi Salam.(Foto: BH /mos)
 
BEKASI, Berita HUKUM - Komitmen untuk turut menciptakan situasi yang aman dan damai jelang Pemilihan Umum yang akan dilaksanakan 17 April 2019 mendatang, terus disampaikan oleh kalangan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Salah satu ormas yang menyampaikan sikap tersebut, ialah ormas Islam Khilafatul Muslimin. Menurut Amir Daulah Jawa Khilafatul Muslimin, Ustadz Hadwiyanto Hadi Salam, Pemilu yang damai sejalan dengan Islam dan misi organisasi.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Tahdzib Ummul Quro wilayah Bekasi Raya bertajuk 'Membangun Peradaban Manusia dengan Islam yang Rahmatan Lil Alamin', Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (31/3).

"Kami warga Khilafatul Muslimin itu selalu menjaga ketertiban dan kedamaian karena memang misi kita itu adalah rahmatan lil alamin, sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta ini," ujar Hadi.

Karena Khilafatul Muslim hadir untuk menjadi Islam yang menjadi kebaikan untuk semua, kata Hadi, upaya menjaga kedamaian dan ketertiban di masyarakat merupakan hal yang lumrah bagi organisasi yang didirikan pada 1997 itu. Atas itu, mereka bahkan tak ragu mendukung dan membantu aparat terkait seperti kepolisian dan TNI, menyukseskan Pemilu Presiden (Pilpres) serta Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

"Kami dan seluruh warga Khilafatul Muslimin selalu mengimbau kepada masyarakat umum bagaimana kita menciptakan kedamaian, ketertiban itu betul-betul dengan ikhlas artinya apa adanya, kita tidak perlu direkayasa. Karena memang Islam mengajarkan demikian," tuturnya.

Salah satu bukti Khilafatul Muslimin mendukung pemilu yang kondusif ialah dengan memerangi produsen dan penyebaran hoaks atau informasi bohong. Hadi mengatakan, menyebar atau mudah percaya dengan hoaks sesungguhnya tidak sesuai dengan ajaran agama. Karena itu ia meminta warga Khilafatul Muslimin dan masyarakat tak menjadi pelaku perbuatan dan penyebaran hoaks.

"Di dalam Islam itu yang namanya setiap berita kita mesti tabayun (klarifikasi), cek dan ricek, telitilah. Supaya tidak menyebabkan sebuah musibah kepada suatu kaum, jadi kita harus berhati-hati. Jangan sampai salah menyampaikan informasi," tandasnya.(bh/mos)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Ketum Anis Matta Sebut Partai Gelora Adalah Partai Islam dan Nasionalis

Rio Capella Sebut NasDem Restoran Politik, Zulfan Lindan: Dia Tidak Waras!

Bedah Kasus Unggahan Ade Armando, 'Meme Joker' Gubernur DKI Anies Baswedan

Jokowi Terlalu Perkasa

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pemerintah Diminta Lebih Militan Menghadapi Kelompok Radikal

Prahara Kepengurusan PPPSRS di Kemayoran

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Eselon Mau Dipangkas, Tapi Jokowi Tambah Banyak Jabatan

Ketum Anis Matta Sebut Partai Gelora Adalah Partai Islam dan Nasionalis

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2