Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Israil
Komisi I Anggap Larangan WNI ke Israel Tidak Rasional
2018-06-04 15:49:54
 

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari.(Foto: arief/hr)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi I DPR RI mempertanyakan keputusan Israel yang melarang pelancong berpaspor Indonesia atau Warga Negara Indonesia (WNI) memasuki wilayah Israel. Pasalnya, alasan yang dicantumkan Israel tidak rasional. Untuk itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) diminta untuk mengambil langkah tegas dan mempertanyakan kebijakan ini kepada pemerintah Israel.

"Tidak ada alasan mendasar Israel menolak pemberian visa bagi WNI yang berkunjung ke Kota Yerusalem. Kemenlu secepatnya harus mendesak Israel mencabut larangan tersebut, karena akan ada banyak pihak yang dirugikan, termasuk bisnis biro perjalanan," tegas Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, usai rapat kerja dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyarankan Kemenlu agar sementara ini mencarikan alternatif bagi para turis Indonesia yang ingin berkunjung ke Israel terutama untuk beribadah.

Hal senada dituturkan oleh Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra. Ia pun menilai larangan tersebut tidak rasional. "Hak mereka untuk melarang, tetapi tentu saja harus memiliki dasar hukum yang kuat kenapa mereka melarang. Kalau seperti ini kan harus dipertanyakan. Pemerintah harus menyikapinya secara tegas," ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu menilai, pada dasarnya setiap warga negara di dunia ini bebas bepergian kemanapun, asalkan menggenggam paspor dan visa yang sesuai. Sebelumnya pemerintah Israel menyatakan melarang turis Indonesia berkunjung dan beribadah ke Israel terhitung tanggal 9 Juni nanti.(eps/sf/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Israil
 
  Komisi I Anggap Larangan WNI ke Israel Tidak Rasional
 
ads

  Berita Utama
Polisi Menangkap 9 Tersangka Sindikat Pemalsu Materai yang Dijual Online

KPK Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Suap Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama

Tunjukkan Solidaritas, Lampu JPO GBK Visualkan Warna Bendera Selandia Baru

KPK Akhinya Tetapkan Ketum PPP Romahurmuziy Tersangka

 

  Berita Terkini
 
GARBI Tidak Akan Akuisisi PKS

BPN: Sistim Pelayanan Publik Lebih Akurat dengan e-KTP Terintegrasi

Warganet Sepakat Lawan Hoax dan Posting Do'a untuk Suksesnya Pemilu 2019, Aman dan Damai

Hebat..!! Kerajinan Tangan Berbahan Baku Sampah Hasil Karya Para Lansia Dijual Online

Rapat Persiapan Pemilu, Komisi II Hasilkan 8 Poin Kesepakatan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2