Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Islam
Komisi VIII Soroti Penurunan Anggaran Pendidikan Islam
2018-09-05 07:10:56
 

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi VIII DPR RI Achmad Mustaqim (F-PPP) menyoroti penurunan anggaran Pendidikan Islam sebesar Rp980,953 miliar atau 1,98 persen dari pagu indikatif Program Pendidikan Islam sebesar Rp49,525 triliun menjadi Rp48,544 triliun pada Pagu Anggaran Kementerian Agama tahun 2019. Ia pun mempertanyakan pos anggaran yang dipotong.

"Kalau pos utang maka masuk ke wilayah seperti tahun lalu sehingga tarik menarik dengan utang negara yang berlebihan," tegas Mustaqim saat rapat kerja Komisi VIII DPR RI dipimpin Ketua Komisi Ali Taher dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9).

Sedangkan Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti mengatakan, penuruan pagu anggaran Pendidikan Islam sangat menyedihkan, karena akan berimpilikasi pada kegiatan pendidikan. Kenyataannya memang anggaran pendidikan di Kemenag hanya nampak besar dibandingkan di Kemendikbud.

Untuk itu ia berharap, bagaimana mengupayakan agar pendidikan Islam dari tingkat terendah hingga perguruan tinggi serta pondok pesantren itu serasa diayomi Kemenag, karena kecukupan anggaran. Apalagi sampai saat ini mereka sudah membantu pemerintah sementara prosentase anggarannya sangat kecil.

"Saya berharap Komisi VIII bersama Kemenag perlu mengupayakan agar anggaran Pendidikan Islam termasuk pondok pesantren bisa mendapatkan anggaran yang cukup," tegas politisi Partai Golkar itu.

Hal senada dikatakan Anggota Komisi VIII DPR RI Khatibul Umam Wiranu. Ia mengatakan, harus ada keberanian politik memperjuangkan hak pendidikan warga negara baik Islam atau non Islam.

"Adalah hal yang tidak mungkin Banggar DPR membiarkan angkanya hanya Rp50 triliun untuk seluruh Indonesia untuk Pendidikan Islam, dibanding untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menganggarkan Rp430 triliun," ujarnya.

Dalam Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemenag tahun 2019, Menteri Agama memaparkan pagu anggaran Kemenag tahun 2019 sebesar Rp62,066 triliun. Pagu Anggaran Kemenag mengalami penurunan sebesar Rp975,527 miliar atau 1,55 persen dibanding pagu indikatif sebesar Rp63,042 triliun.

Dijelaskan bahwa penurunan pagu anggaran dibanding pagu indikatif disebabkan adanya penurunan belanja barang pada rupiah murni dan penyesuaian pagu yang berasal dari PNBP/BLU dan SBSN. Penghematan ini sesuai arahan Presiden dimana sarana dan prasarana Pendidikan termasuk madrasah dan perguruan tinggi keagamaan perlu melakukan rehabiltasi dan revitalisasi, dimana pelaksanaannya dipusatkan melalui Kemen PUPR.(mp/sf/DPR/bh/sya)





 

 
   Berita Terkait > Islam
 
  Sukses Membludaknya Hijrah Fest: Milenial Tak Peduli Islam?
  Jadi Mualaf, Roger Danuarta Diundang ke Kerajaan Arab Saudi
  Politisi PKS Terpilih Jadi Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Internasional
  Haedar: Umat Islam Masih Banyak Pekerjaan Rumah
  Waspada, Aksi Bela Tauhid II Hanya Gerakan Islam yang Disusupi Kampanye Pilpres
 
ads

  Berita Utama
Keabsahan dan Eksistensi Anggota Dewan Pers Dituding Cacat Hukum

Rizal Ramli Minta Undang-Undang BPJS Segera Direvisi

Mendikbud Resmikan Peluncuran 10 Seri Buku Berjudul 'Karya Lengkap Bung Hatta''

Kombes Hengki: Polisi Menangkap 23 Preman pada 2 Lokasi di Kalideres

 

  Berita Terkini
 
Sudah Lulus Test, 77 Orang CPNS Asal Pesisir Selatan Surati Menpan

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Berdasarkan Petunjuk Darah di Mobil Nissan

PRM Akan Beri Masukan ke DPR Terkait RUU Pesantren dan Pendidikan Agama

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis Meresmikan Portal Baru PMJNEWS.com

Amnesty International Cabut Penghargaan untuk Aung San Suu Kyi

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2