Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Gempa
Konsisten Dampingi Lombok, Wujud Ta'awun MDMC dan LazisMu untuk Negeri
2018-12-10 10:15:24
 

 
LOMBOK, Berita HUKUM - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) masih terus melakukan respon tanggap darurat terhadap bencana di Lombok Nusa Tenggara Barat terhitung sejak terjadinya dua kali gempa yakni pada 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018. Kegiatan yang dilakukan MDMC antara lain layanan kesehatan, logistik, water & sanitation hygiene (WASH), hunian sementara (huntara), psikososial, pendidikan darurat, serta pembangunan amal usaha Muhammadiyah berupa sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa.

Disampaikan Ketua MDMC Pimpinan Wilayah NTB, Muslimin, mengatakan bahwa Muhammadiyah telah menurunkan 1.116 relawan selama penanganan gempa bumi NTB. Juga tercatat 691 Kepala Keluarga yang mendapatkan hunian sementara, 3.550 jiwa menerima water & sanitation hygiene (WASH), 1.864 jiwa penerima manfaat Balai Kampong, 11.153 jiwa menerima layanan kesehatan, 6.213 jiwa menerima distribusi makanan dan non makanan, dan 17.374 jiwa mendapat layanan psikososial.

"Setelah melalui tahapan-tahapan dalam upaya memulihkan kondisi Lombok seperti kehidupan sebelum terjadi bencana, kami MDMC akan melakukan penutupan layanan yang selama lima bulan ini memberikan layanan transisi dari tanggap darurat ke pemulihan pasca bencana," ujar Muslimin.

Lalu perwakilan dari MDMC PP Muhammadiyah Chairil Anam dari Divisi Tanggap Darurat Rehabilitasi & Rekonstruksi menyampaikan upaya penanganan gempa Lombok Sumbawa yang dilakukan MDMC & LazisMu akan terus berkesinambungan.

"Selanjutnya, program pemulihan Lombok yang diselenggarakan akan bermitra dengan pemerintah daerah, baik Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Pemerintah Provinsi NTB. Gerakan ini kita maknai dalam rangka ta'awun untuk negeri dan memberikan semangat menuju Lombok Sumbawa bangkit dan berkemajuan," katanya.

Agenda penutupan poskoor Muhammadiyah ini melibatkan penampilan seni dan kreasi anak-anak dari wilayah dampingan Muhammadiyah, yaitu Desa Dangiang, Kecamatan Gangga, Kecamatan Tanjung, Desa Sembalun, Desa Pohgading dan wilayah dampingan lainnya. Selain itu, agenda penutupan juga menampilkan hasil pendampingan ekonomi produktif dari Lombok Utara, sebagai penanda kebangkitan ekonomi di Lombok pasca bencana.

Penutupan Poskoor Muhammadiyah di NTB dihadiri 700 orang peserta dan pejabat undangan. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Lombok Utara dan Limbok Timur, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Utara dan Lombok Timur, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, para Kepala Desa dari wilayah dampingan Muhammadiyah, PWM NTB, dan Relawan MDMC se-provinsi Nusa Tenggara Barat.(nisa/ArifJamaliMuis/muhammadiyah/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Kritik Fachrul Razi, Din Syamsuddin: Ganti Saja Kemenag Jadi Kementerian Antiradikalisme

Sepiring Berdua, Ngapain Ada Pilpres?

Prabowo Jadi Menhan, Relawan Jokowi pada Kecewa

Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

 

  Berita Terkini
 
Kritik Fachrul Razi, Din Syamsuddin: Ganti Saja Kemenag Jadi Kementerian Antiradikalisme

HNW: Pimpinan Tidak Bisa Muncul Tiba-Tiba Tetapi Harus Melalui Kaderisasi

Dibutuhkan Keseriusan Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pangan Dalam Negeri

PKS Khawatirkan Nasib Pendidikan Indonesia di Bawah Mendiknas Nadiem Makarim

Puji Setyowati Soroti Maraknya Kasus Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2