Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Korea Utara
Korea Utara: Pyongyang 'Luncurkan Rudal dari Kapal Selam', Melesat Sejauh 450 Km
2019-10-05 11:31:02
 

Foto peluncuran rudal balistik antarbenua yang dirilis kantor berita Korea Utara.(Foto: KCNA VIA REUTERS)
 
PYONGYANG, Berita HUKUM - Korea Utara membenarkan laporan yang menyebut bahwa mereka telah meluncurkan rudal balistik jenis baru yang dilesatkan dari kapal selam.

Kantor berita Korea Utara (KCNA) merilis foto-foto yang mereka sebut rudal SLBM dalam peluncuran "vertikal" di perairan Pelabuhan Wonsan pada Rabu (2/10). Rudal tersebut kemudian mendarat di Laut Jepang yang juga disebut Laut Timur.

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, "menyampaikan ucapan selamat" kepada mereka yang telah sukses menjalankan uji penembakan Pukguksong-3. KCNA menyebut peluncuran itu punya "makna signifikan".

KCNA melaporkan bahwa uji penembakan itu digelar demi meredam ancaman luar sekaligus menguatkan pertahanan. Uji penembakan itu, lanjut KCNA, "tidak punya dampak buruk pada keamanan negara-negara tetangga".

Sebelumnya, sejumlah pejabat Korea Selatan mengatakan sebuah rudal ditembakkan di dekat Pelabuhan Wonsan, Rabu (2/10).

Rudal itu disebut melesat sejauh 450 kilometer dan mencapai ketinggian 910 kilometer sebelum mendarat di Laut Jepang.

Kabar ini ditanggapi dengan kecaman.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan peluncuran tersebut adalah pelanggaran sejumlah resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang melarang Korut menggunakan teknologi rudal balistik.

Beberapa jam sebelumnya, Pyongyang mengemukakan bahwa perundingan denuklirisasi dengan Washington akan berlanjut pekan ini.

Perundingan mandek sejak pertemuan di Hanoi pada Februari lalu, ketika Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut, Kim Jong-un, meninggalkan kota itu tanpa persetujuan apapun.

korutHak atas fotoKCNA VIA REUTERS
Image captionRudal balistik antarbenua itu, menurut kantor berita Korea Utara, diluncurkan dari kapal selam.

Mengapa laporan peluncuran rudal itu penting?

Berbagai laporan mengenai peluncuran muncul pada Rabu (1/10) pagi, tatkala beberapa pejabat melaporkan bahwa dua rudal telah diluncurkan dan satu di antaranya mendarat di perairan Jepang.

Belakangan, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshide Suga, mengatakan dalam jumpa pers bahwa sebuah rudal balistik mungkin terpecah menjadi dua sebelum jatuh ke laut.

Uji rudal itu adalah tes ke-11 yang dilakukan Korut sepanjang 2019, namun para pejabat Korsel dan Jepang lebih khawatir pada kemampuan dan jarak yang dijangkau rudal kali ini.

Korea Utara diketahui telah mengembangkan teknologi rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam sebelum menghentikan uji rudal jarak jauh.

Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan mengemukakan keprihatinan mengenai uji tembak kali ini dan menempatkan "titik tekan pada kemungkinan" bahwa itu adalah rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM), sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap.

SLBM terakhir yang dilakukan Korut disebut berlangsung pada Agustus 2016, sebelum Donald Trump menjabat presiden AS.

Dua tahun kemudian, Trump dan Kim mencetak sejarah sebagai presiden AS dan pemimpin Korut pertama yang bertatap muka.

Namun, meskipun keduanya beberapa kali bersua, sedikit kemajuan yang dicapai terkait kesepakatan nuklir Korut.(BBC/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Korea Utara
 
  Korea Utara: Pyongyang 'Luncurkan Rudal dari Kapal Selam', Melesat Sejauh 450 Km
  Korea Utara Tolak Perundingan Damai dengan Korea Selatan
  Pertemuan Vladimir Putin dan Kim Jong-un Berjanji Meningkatkan Hubungan di Vladivostok
  Korea Utara Klaim Uji Coba 'Senjata Baru'
  Kim Jong-un Temui Presiden Xi Jinping di Tengah Rencana KTT Kedua Kim-Trump
 
ads1

  Berita Utama
Tuntaskan PR BPJS Kesehatan, Rakyat Jangan Dibebani Defisit BPJS

Baru Dipolemikkan, Tiba-tiba Sri Mulyani Sebut Desa Fiktif Sudah Hilang

Komisi IX Upayakan Iuran BPJS Kesehatan Peserta Mandiri Tidak Naik

Jelang Munas X Partai Golkar, Bamsoet Cooling Down agar Pendukungnya Tak Digeser dan Disingkirkan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Ketua PWI Jaya Melantik Kordinator Wartawan Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Jakpus

Menteri KKP Edhy Prabowo Janji Berikan Kapal Sitaan untuk Nelayan

Wakapolda Gorontalo Pimpin Upacara HUT Brimob ke 74

Ratusan Advokat Deklarasi Ricardo Simanjuntak dan Melli Darsa Siap Pimpin PERADI 2020 - 2025

Prahara Munaslub GINSI di Bali

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2