Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Korea Utara
Korea Utara akan Segera Mampu Meluncurkan Rudal ke Inggris
2018-04-06 06:56:33
 

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, adalah orang yang "kejam tapi rasional".(Foto: twitter)
 
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Korea Utara hampir pasti akan memiliki kemampuan untuk menghantam pantai-pantai Inggris dengan rudal balistik antarbenua mereka dalam waktu enam hingga 18 bulan ke depan, kata para anggota parlemen.

Namun, laporan Komite Pertahanan parlemen itu menegaskan, belum ada bukti bahwa Korea Utara dapat mempersenjatai rudal-rudal itu dengan hulu ledak nuklir.

Anggota parlemen yang menyelidiki potensi ancaman Korea Utara itu menambahkan bahwa serangan seperti itu "sangat kecil kemungkinannya".

Mereka menyebut pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, adalah orang yang "kejam tapi rasional".

Dia "kejam, seperti para diktator Komunis lain sebelum dia, tapi dia rasional" dan bisa "diyakinkan untuk tidak menggunakan senjata nuklir, dengan kebijakan penangkalan dan penggentaran", kata laporan itu.

Korea Utara telah enam kali melakukan uji coba nuklir, dan memiliki rudal balistik yang oleh para ahli diyakini dapat mencapai seluruh wilayah AS. Pyongyang mengaku telah mencapai misinya menjadi sebuah negara nuklir.

Namun, bulan lalu, setelah berbulan-bulan ketegangan dan saling ancam, Kim dikatakan telah "berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi" dan bahwa dia dan Presiden AS Donald Trump setuju untuk melakukan pembicaraan dalam sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Betapa pun, laporan parlemen Inggris itu mengatakan bahwa Korea Utara kecil kemungkinan menanggalkan program pengembangan persenjataan mereka dan segera bisa mencapai misi mereka untuk menjadi negara nuklir dan menjadi ancaman bagi lawan-lawannya.

North Korean missile test July 2017Hak atas fotoREUTERS
Image captionRudal balistik antar benua Korea Utara yang diuji-coba Juli tahun lalu.

Komite itu mengatakan serangan nuklir Korea Utara terhadap Inggris tampak "sangat tidak mungkin", mengingat fokus mereka terhadap AS.

"Jelaslah bagi Korea Utara bahwa meluncurkan senjata semacam itu akan mengfakibatkan konsekuensi militer yang menghancurkan mereka," tulis laporan itu.

Jika terjadi konflik di wilayah tersebut, Inggris tidak mungkin sekadar berdiam diri dan akan membantu AS, katanya.

Dalam laporan itu para anggota parlemen mengeluarkan peringatan lebih lanjut bahwa Inggris bisa menjadi sasaran serangan siber Korea Utara.

Korea Utara diyakini berada di belakang serangan WannaCry bulan Mei lalu, yang menyasar pada rumah sakit, bisnis, dan bank di seluruh dunia dan menyebabkan kerugian miliaran dolar.(BBC/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait > Korea Utara
 
  KTT Trump-Kim: Jabat Tangan Kim dan Trump Bersejarah dalam Rentetan Gambar
  Pertemuan Puncak Trump-Kim: Rakyat Korea Utara 'Tak Tahu Banyak'
  AS dan Korut Persiapkan Pertemuan Puncak Trump-Kim, Setelah Sempat Dibatalkan
  Donald Trump Sebut Pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura Mungkin Batal
  Pertama Sejak 1953: Pemimpin Korea Utara Melintas Masuk Korea Selatan
 
ads

  Berita Utama
Mediasi Gagal, SPRI dan PPWI Meja-hijaukan Dewan Pers

SMPN 35 Kaur Boarding School Jadi Rebutan Murid Baru

Tiba di Tanah Air, Juara Lari Muhammad Zohri Disambut Haru

Gerakan HMS Berikan Data BCA Milik Rakyat, Imbas BLBI, Namun Ditolak KPK

 

  Berita Terkini
 
Pemda Kaur Lakukan Kerjasama Masalah Sanitasi Lingkungan Perumahan

Dewan Pers Mangkir Sidang Ke-7 PMH, Wilson: Dewan Pers Tidak Beradab

Dampak Perang Dagang AS-China, Rupiah Makin Terdepresiasi

Fahri Hamzah Pertanyakan Data BPS Mengenai Angka Garis Kemiskinan

Mediasi Gagal, SPRI dan PPWI Meja-hijaukan Dewan Pers

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2