Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Panglima TNI Pimpin Sertijab Aster Panglima TNI dan Kapuspen TNI
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminpin upacara Serah Terima Jaba

Komandan Lanud Halim Jalin Komunikasi Dengan Sekolah Di Wilayahnya
JAKARTA, Berita HUKUM - Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Umar Sugeng Hariyono, S.IP., S

Pangkostrad Pimpin Tradisi Pelepasan Mantan Pangkostrad Jenderal TNI Mulyono
JAKARTA, Berita HUKUM - Bertempat di Ruang Mandala Makostrad, Jalan Medan Merdeka Timur No 3 Jakart

Penerimaan Tugas dan Jabatan Persit KCK Gabungan Kostrad dan Kartika Jaya IX Kostrad
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana yang masih menjabat Ketua Persit Ka

Terkait Kericuhan Muktamar ke 33 NU, Pengamat: Parpolisasi Masyarakat Madani
JAKARTA, Berita HUKUM - Menurut pandangan pengamat politik Muchtar Effendi Harahap, "Apa yang terjad

Dansatgas Indobatt: Prajurit Garuda Dekat Dengan Warga Lokal di Darfur
SUDAN, Berita HUKUM - Selain melaksanakan kegiatan rutin operasi baik itu patroli, pengamanan aset U

Dirut Pelindo II Dituding Berbohong Soal Konsesi dan Pendapatan Besar Karyawan JICT
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino (RJ Lino) dituding memberikan k

Tuntut PM Najib Razak Mundur, 29 Warga Malaysia Ditahan
MALAYSIA, Berita HUKUM - Kepolisian Malaysia menangkap 29 orang, termasuk enam perempuan, dengan tud

   

  Berita Terkini >>
   
Panglima TNI Pimpin Sertijab Aster Panglima TNI dan Kapuspen TNI
Komandan Lanud Halim Jalin Komunikasi Dengan Sekolah Di Wilayahnya
Pangkostrad Pimpin Tradisi Pelepasan Mantan Pangkostrad Jenderal TNI Mulyono
Penerimaan Tugas dan Jabatan Persit KCK Gabungan Kostrad dan Kartika Jaya IX Kostrad
Terkait Kericuhan Muktamar ke 33 NU, Pengamat: Parpolisasi Masyarakat Madani
Dansatgas Indobatt: Prajurit Garuda Dekat Dengan Warga Lokal di Darfur

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Panglima TNI Pimpin Sertijab Aster Panglima TNI dan Kapuspen TNI
Muktamar Muhammadiyah 47 Harus Bermartabat
Ini Kronologi Tragedi Tolikara Temuan TPF Komat
Garuda Indonesia dan Kemendikbud Luncurkan Program Cara Membalas Jasa dan Budi Guru
Mantan GAM di Gunung Halimon akan Kibarkan Merah Putih Raksasa
Gerindra: 'Dulu Katanya Panggil Programmer 2 Minggu Selesai, Kenapa Sekarang Harus Minta Bantuan Singapura?'

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus di Kemenkes
Korupsi Depkes, Mediana Akui Terima Rp 500 Juta
Tuesday 08 Nov 2011 16:51:06
 
Mediana Hutomo (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap artis Mediana Hutomo. Ia dimintai keterangan sebagai saksi terkait proyek pengadaan alat kesehatan untuk pusat penanggulangan krisis Departemen Kesehatan (Depkes) pada 2007 lalu.

Mediana tiba di gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/11). Ia enggan memberikan k komentar kepada wartawan dan memilih cepat-cepat masuk ke dalam gedung. Namun, diperoleh informasi bahwa artis sinetron itu dimintai keterangan sebagai saksi untuk mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes Rustam Pakaya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus itu.

Namun, usai menjalani pemeriksaan beberapa jam, Mediana Hutomo akhirnya mau buka mulut. Ia pun mengakui dimintai keterangan terkait aliran dana proyek pengadaan alat kesehatan itu. Dana ini memang mengalir ke pengajian artis yang dikelolanya.

"Saya dan teman-teman bikin konser religi pada 2008. Seperti biasanya, kami minta sponsor dari instansi swasta dan pemerintah. Yang diperiksa ini salah satu dari instansi pemerintah. Kami dapat Rp 500 juta dari pihak Depkes pada H-1 acara. Semuanya sudah habis dipakai untuk acara. Laporannya juga sudah lengkap dan kami sampaikan ke KPK, jelasnya.

Menurut dia, uang yang diduga berasal dari hasil kejahatan korupsi itu, telah habis digunakan untuk membayar segala kebutuhan konser religi yang diadakan pada 2008 silam. "(Habis) sudah untuk terpakai acara semuanya. Kami dapat dari Depkes Rp 500 juta. Untuk membayar gedung, artis, akomodasi, dan lainnya, imbuh dia.

Mediana juga mengakui telah beberapa kali dipanggil dan dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK. Pemeriksaan ini merupakan yang kali keempatnya terkait kasus tersebut. "Saya diperiksa, karena posisi saya sebagai bendahara dan terkait pencairan dana sumbangan Depkes itu. Sedangkan ketuanya adalah Cici Tegal, selorohnya.

Seperti diketahui, Mediana diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rustam Pakaya. KPK telah menetapkan Rustam sebagai tersangka pada 29 September lalu. Rustam diduga melakukan korupsi Rp 6,8 miliar dalam pengadaan alat kesehatan pada Pusat Penanggulangan Krisis Depkes pada 2007. Rustam dijerat melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi.

Sebelumnya, Mediana dan Sri Wahyuningsih alias Cici Tegal juga pernah diperiksa di Pengadilan Tipikor atas perkara terdakwa mantan Sekjen Depkes Sjafii Ahmad. Kedua artis tersebut memberikan kesaksian dalam kasus korupsi pengadaan alat rontgen portable di Depkes pada 2007-2008. Dalam persidangan tersebut, mereka mengakui menerima sumbangan dari pihak Depkes untuk kegiatan pengajian yang dikelolanya. (mic/spr)


Bookmark and Share

   Berita Terkait

 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com