Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Kenaikan Pangkat 22 Perwira Tinggi TNI
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerima laporan Korps Kenaikan Pangk

Kemendikbud: Perlakuan Berbeda Status Guru Bukan Diskriminasi
JAKARTA, Berita HUKUM - Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang permohonan uji materi Undang-Undan

Pihak Bareskrim Polri Tangkap ZA Terduga Saksi Kunci Kasus BW
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri berhasil menangkap seoran

Anggaran Rumah Aspirasi Rp 150 Juta Per Anggota DPR
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggaran program Rumah Aspirasi (RA) bagi para anggota DPR RI ditetapkan seb

Nota Kesepahaman TNI dan Polri
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko dan Waka Polri Komisaris Jenderal Pol

Soal Beras, Jokowi Kamu Ngapain Aja, Sih?
Oleh: Edy Mulyadi


DALAM kurun dua bulan terakhir harga beras melonjak-lonjak. Bayangkan, harga

Danrem 011 Lilawangsa Kunjungi Mako Yonif Batalion Infantri 111 Raider Tualang Cut
ACEH, Berita HUKUM - Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Achmad Daniel Chardin di dam

Panglima TNI Bekali 341 Siswa SMA Taruna Nusantara
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memberikan pembekalan kepada 341 sisw

   

  Berita Terkini >>
   
Kenaikan Pangkat 22 Perwira Tinggi TNI
Kemendikbud: Perlakuan Berbeda Status Guru Bukan Diskriminasi
Pihak Bareskrim Polri Tangkap ZA Terduga Saksi Kunci Kasus BW
Anggaran Rumah Aspirasi Rp 150 Juta Per Anggota DPR
Nota Kesepahaman TNI dan Polri
Soal Beras, Jokowi Kamu Ngapain Aja, Sih?

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Pihak Bareskrim Polri Tangkap ZA Terduga Saksi Kunci Kasus BW
Nota Kesepahaman TNI dan Polri
Soal Beras, Jokowi Kamu Ngapain Aja, Sih?
Karena Defisit, BPJS Kesehatan akan Menaikkan Iuran 43%
Keppres Diperlukan untuk Susun Struktur Barekraf
Mahfud MD Terkejut karena Drajat dan Tjatur Mundur dari PAN

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 

Korupsi Depkes, Mediana Akui Terima Rp 500 Juta
Tuesday 08 Nov 2011 16:51:06
 
Mediana Hutomo (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap artis Mediana Hutomo. Ia dimintai keterangan sebagai saksi terkait proyek pengadaan alat kesehatan untuk pusat penanggulangan krisis Departemen Kesehatan (Depkes) pada 2007 lalu.

Mediana tiba di gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/11). Ia enggan memberikan k komentar kepada wartawan dan memilih cepat-cepat masuk ke dalam gedung. Namun, diperoleh informasi bahwa artis sinetron itu dimintai keterangan sebagai saksi untuk mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes Rustam Pakaya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus itu.

Namun, usai menjalani pemeriksaan beberapa jam, Mediana Hutomo akhirnya mau buka mulut. Ia pun mengakui dimintai keterangan terkait aliran dana proyek pengadaan alat kesehatan itu. Dana ini memang mengalir ke pengajian artis yang dikelolanya.

"Saya dan teman-teman bikin konser religi pada 2008. Seperti biasanya, kami minta sponsor dari instansi swasta dan pemerintah. Yang diperiksa ini salah satu dari instansi pemerintah. Kami dapat Rp 500 juta dari pihak Depkes pada H-1 acara. Semuanya sudah habis dipakai untuk acara. Laporannya juga sudah lengkap dan kami sampaikan ke KPK, jelasnya.

Menurut dia, uang yang diduga berasal dari hasil kejahatan korupsi itu, telah habis digunakan untuk membayar segala kebutuhan konser religi yang diadakan pada 2008 silam. "(Habis) sudah untuk terpakai acara semuanya. Kami dapat dari Depkes Rp 500 juta. Untuk membayar gedung, artis, akomodasi, dan lainnya, imbuh dia.

Mediana juga mengakui telah beberapa kali dipanggil dan dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK. Pemeriksaan ini merupakan yang kali keempatnya terkait kasus tersebut. "Saya diperiksa, karena posisi saya sebagai bendahara dan terkait pencairan dana sumbangan Depkes itu. Sedangkan ketuanya adalah Cici Tegal, selorohnya.

Seperti diketahui, Mediana diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rustam Pakaya. KPK telah menetapkan Rustam sebagai tersangka pada 29 September lalu. Rustam diduga melakukan korupsi Rp 6,8 miliar dalam pengadaan alat kesehatan pada Pusat Penanggulangan Krisis Depkes pada 2007. Rustam dijerat melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi.

Sebelumnya, Mediana dan Sri Wahyuningsih alias Cici Tegal juga pernah diperiksa di Pengadilan Tipikor atas perkara terdakwa mantan Sekjen Depkes Sjafii Ahmad. Kedua artis tersebut memberikan kesaksian dalam kasus korupsi pengadaan alat rontgen portable di Depkes pada 2007-2008. Dalam persidangan tersebut, mereka mengakui menerima sumbangan dari pihak Depkes untuk kegiatan pengajian yang dikelolanya. (mic/spr)


Bookmark and Share

   Berita Terkait

 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com