Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    

Krisis Eropa Bikin Bursa Asia Anjlok
Monday 07 Nov 2011 22:02:40
 

Ilustrasi (Foto: Ist)
 
TOKYO (BeritaHUKUM.com) Bursa Asia berjuang keras pada perdagangan awal pekan ini. Kekhawatiran masih menyelimuti investor, meski pemerintahan Yunani telah membuat kesepakatan mengatasi krisis.

Berdasarkan laporan Reuters, perhatian investor juga terpaku pada kondisi negara Eropa lainnya, Italia, yang menghadapi ketidakstabilan politik sehingga dinilai sulit untuk memulihkan kredibilitasnya di pasar keuangan.

Indeks FTSE CNBC Asia 100 yang mengukur pasar di seluruh Asia, seperti dikutip situs Inilah.com, tergelincir 0,5% ke 6.047,99. Di Jepang, indeks Nikkei sebagian turut tergelincir akibat aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor atas perkembangan politik di Yunani dan Italia, serta potensi keduanya yang bisa memperparah krisis di Eropa.

Osaka Securities Exchange melonjak 7,3% sehubungan kabar tahap akhir pembicaraan merger dengan Bursa Saham Tokyo, sedangkan banjir di Thailand terus membebani kinerja beberapa perusahaan.

Nikkei turun 0,4% menjadi 8.767,09, memberikan beberapa keuntungan setelah kenaikan hampir 2% pada akhir pekan lalu. Indeks Topix yang lebih luas kehilangan 0,2% menjadi 750,45. Bursa Saham Seoul ditutup sedikit lebih rendah setelah naik kuat di sesi sebelumnya, dipicu oleh kekecewaan para investor atas hasil KTT G20 dan ekonomi data AS.

Korea Indeks Harga Saham Gabungan (KOSPI) berakhir turun 0,5% pada 1,919.10 poin. Saham Daum Communications naik 2,5% di tengah spekulasi baru bahwa Google dapat membuat tawaran untuk portal web sehubungan dengan kunjungan bos Google Eric Schmidt ke negara itu.

Sementara Bursa Saham Australia merosot 0,2%, dipicu oleh dua bank utama yang diperdagangkan tanpa hak dividen dan kekhawatiran tentang krisis utang yang tampaknya tak berujung di zona Eropa. Indeks ASX 200 kehilangan 7,7 poin menjadi 4.273.4, setelah naik 2,6% pada akhir pekan lalu. Indeks acuan Selandia Baru NZX 50 naik 0,3% menjadi 3,342.2.

Hong Kong dan saham China jatuh, akibat aksi profit taking menjelang data ekonomi minggu ini yang mencakup data inflasi terbaru dari China. Indeks Hong Kong Hang Seng jatuh 0,83% menjadi 19.677,89

Saham China Construction Bank, yang merupakan salah satu saham bank berpengaruh, turun 2,9% setelah laporan bahwa Bank of America yang tengah mempertimbangkan kelanjutan penjualan saham.

Indeks Shanghai Composite berakhir turun 0,7% pada 2.509.8 poin, terseret oleh saham properti. Shanghai Securities News resmi mengatakan pada Senin bahwa pasar properti China tampaknya telah memasuki titik balik, dari bullish ke bearish. Untuk pasar keuangan di India, Malaysia, Filipina dan Singapura tutup karena hari libur publik.(ind)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kritik Jokowi Soal Pemindahan Ibu Kota, SBY: Konsepnya Seperti Apa?

Komisi IX Tetap Komitmen Tolak Kenaikan Iuran BPJS

Ekonomi Nyungsep, Ramalan Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Yang Jadi Kenyataan

Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kritik Jokowi Soal Pemindahan Ibu Kota, SBY: Konsepnya Seperti Apa?

Nadiem Makarim Harus Belajar Kembali Tentang Kebudayaan

LPSK Apresiasi Artis Baim Wong, Bantu Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Korban TPPO

Adriani Didakwa Melakukan Penipuan dengan Pemalsuan Surat Tanah

Legislator Tolak Rencana Tambah Kuota Impor Kakao

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2