Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Lapas
Lapas Banceuy Rusuh dan Terbakar karena Ada Napi Tewas
2016-04-23 21:10:06
 

Tampak suasana Lapas Banceuy yang rusuh dan terbakar pada Sabtu (23/4).(Foto: Istimewa)
 
BANDUNG, Berita HUKUM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy di Bandung rusuh hingga bangunan utama kantor Lapas terbakar pada, Sabtu (23/4) pagi, sebelumnya dipicu ada seorang Narapidana (Napi) yang tewas. Para rekan penghuni Lapas lainnya mengamuk saat dilakukan pemeriksaan rutin oleh petugas di pagi hari.

Peristiwa anarkis itu bermula ketika Sabtu pukul 07.00 WIB, petugas membuka semua pintu ruang tahanan untuk pemeriksaan rutin mendata penghuni narapidana.

Ketika pintu dibuka para narapidana berbuat ribut dan menyerang ruangan kantor di bagian depan.

"Setiap jam 7 pagi kita selalu hitung saat apel, ketika membuka kamar, dari situ berawal membuat keributan," kata Agus, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Barat Agus Toyib.

"Blok narapidana tidak terbakar, mereka tidak membakar blok," kata Agus di lokasi bekas kebakaran bangunan Lapas Banceuy, Bandung, Sabtu, Sabtu (23/4).

Ia menyebutkan bangunan yang terbakar pada umumnya hanya gedung perkantoran seperti ruang keamanan, kunjungan, kegiatan kerja, perpustakaan dan ruangan kepala regi keamanan, selain dua mobil ambulans yang diparkir dalam Lapas Banceuy yang dibakar narapidana.

"Memang mereka menyerang ke depan, dia tidak membakar blok tapi membakar kantor," kata Agus.

Selanjutnya narapidana memasuki ruangan bagian depan hingga muncul kobaran api dalam ruangan, sedangkan petugas yang berjaga sudah menyelamatkan diri dari amukan narapidana dengan keluar dari Lapas Banceuy.

"Awal kebakarannya tidak tahu karena begitu cepat, pegawai kita sudah mulai keluar menyelamatkan diri, karena sudah brutal," kata Agus.

Aksi itu dipicu ketidakpuasan narapidana terhadap kebijakan Lapas Banceuy ketika seorang narapidana tewas dan kasusnya langsung diserahkan kepada polisi.

Ratusan narapidana masih menempati ruang sel Lapas Banceuy, sedangkan polisi menggelandang tiga provokator kerusuhan. 4 orang aparat Kepolisian dari Brimob terluka, saat mengamankan kerusuhan ini.

Situasi Lapas Banceuy Sabtu malam sudah terlihat tenang dengan polisi berjaga-jaga di luar dan dalam Lapas.

Sementara, Kemenkumham menyerahkan kasus tewasnya seorang narapidana dalam ruangan khusus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy untuk diselidiki lebih lanjut oleh Kepolisian Resor Kota Besar Bandung.

"Masalah itu sudah ditangani oleh Polrestasbes," kata Agus Toyib, saat pengamanan pascakerusuhan di Lapas Banceuy, Bandung, Sabtu (23/4).

Ia menuturkan berdasarkan informasi dari Lapas Banceuy ada seorang narapidana bernama Undang Kosim meninggal dunia dengan menggantung diri.

"Tadi malam saya mendapat informasi ada meninggal bunuh diri," kata Agus.

Ia menuturkan berdasarkan laporan petugas Lapas, Undang diketahui petugas sudah dalam keadaan menggantung di dalam ruangan.

Mengenai kemungkinan dianiaya, Agus menyatakan belum mengetahui siapa yang melakukannya. "Apakah dilakukan warga binaan atau petugas, saya sendiri tidak melihat korban," katanya.

Jenazah Undang dibawa polisi untuk divisum. Polisi juga membawa tiga narapidana yang diduga provokator kerusuhan dalam Lapas dan seorang narapidana lainnya sebagai saksi.(fp/antaranews/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi

Polda Metro Jaya dan Perum Bulog Melakukan Operasi Pasar di Jabodetabek

Majelis Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli Abun dan Elly

Mengenal Kang Ajat Cagub Jabar yang Resmi Diusung Gerindra

 

  Berita Terkini
 
MK Tolak Uji Aturan Iklan Rokok

MK Tolak Uji Aturan Pemakaian Toga di Pengadilan

Sable Yu, Aktris Indonesia-China 'Dilecehkan' Sutradara Inggris di Hong Kong

Sekitar 6.700 Muslim Rohingya Tewas dalam Sebulan, kata MSF

Indonesia Harus Miliki Sikap dan Kekuatan Lebih Pada Sidang OKI

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2