Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Petani
Legislator Harapkan Koordinasi Kelompok Tani Untuk Optimalkan Alsintan
2017-12-29 06:42:19
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi 4 DPR RI Hermanto meminta para kelompok tani penerima bantuan Alat dan Mesin Pertanian (alsintan) agar berupaya mencegah terjadinya pengangguran alsintan. Untuk hal tersebut kelompok tani harus berkoordinasi dengan kelompok tani lainnya dan dengan Dinas Pertanian di daerahnya guna optimalisasi penggunaan alsintan.

"Tanpa koordinasi, alsintan tersebut akan banyak menganggurnya dibandingkan kerjanya", ujar Hermanto dalam sambutannya pada kegiatan penyerahan alsintan bantuan pusat kepada para kelompok tani Kabupaten Pesisir Selatan di halaman kantor Dinas Pertanian setempat, Rabu (27/12). Jenis alsintan yang diserahkan dalam kegiatan ini adalah: traktor roda 4, traktor roda 2, mesin tanam, mesin panen, pompa air dan cultivator. Total alsintan yang diserahkan sebanyak 40 unit.

Traktor roda 4 misalnya. "Kemampuannya luar biasa. Lahan 1 kelompok tani yang berkisar 20-25 ha bisa digarap tuntas sekitar seminggu. Tanpa koordinasi, mesin pertanian tersebut selanjutnya akan menganggur", papar legislator dari Fraksi PKS ini.

Lebih jauh Hermanto mengungkapkan, kebijakan negara melakukan modernisasi alsintan lalu memberikannya ke petani merupakan upaya mencapai kedaulatan pangan di tengah-tengah semakin menurunnya minat masyarakat untuk terjun ke sektor pertanian. "Penduduk terus bertambah. Semuanya butuh makan. Sementara pekerja sektor pertanian terus berkurang. Maka salahsatu solusinya adalah modernisasi alsintan", paparnya.

Hermanto juga minta pada petani agar tidak mudah menjual tanahnya atau mengalihfungsikannya ke penggunaan lain. "Negara kesulitan mencari lahan untuk cetak sawah baru. Makanya lahan yang masih ada di tangan petani saat ini sangatlah berarti", paparnya.

Menurutnya, petani ibarat benteng penjaga yang berperan mencegah upaya berbagai pihak yang menghendaki alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan lain. "Peran petani sangat strategis untuk ketersediaan dan kedaulatan pangan masa depan Indonesia", ucap legislator dari dapil Sumbar ini.

Hadir juga dalam kegiatan ini Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni dan Kepala dinas Pertanian Jumsu Trisno. Hendra Joni berpesan kepada petani agar tetap semangat bertani untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian. "Telah terjadi peningkatan produktivitas pertanian di Pesisir Selatan di tahun 2017 dibandingkan tahun 2016 sebesar 0.8 ton per hektar disebabkan oleh penggunaan alsintan oleh petani", katanya.(skr,mp/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Petani
 
  DPR Sesalkan Rencana Pencabutan Subsidi Benih
  Impor Jagung Rencana Kemendag Cederai Petani
  Subsidi Benih Padi Dihapus, Petani Kian Tertekan
  Legislator Harapkan Koordinasi Kelompok Tani Untuk Optimalkan Alsintan
  2018 Rastra Dihapus, Pemerintah Indonesia Wajib Lindungi Petani Beras
 
ads

  Berita Utama
Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Istimewakan Tenaga Kerja Asing

Dewan Pers Digugat ke Pengadilan atas Perbuatan Melawan Hukum

Banyak Proyek Infrastruktur Runtuh, Jokowi Pura-Pura Tidak Tahu

Fahri Hamzah: Pemerintah Harus Segera Mencabut Perpres TKA

 

  Berita Terkini
 
Irjen Idam Azis Memimpin Serijab 6 Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Metro Jaya

Ketua DPR Minta Semua Ormas Aktif Jaga Stabilitas Politik

3 Milisi AS Dinyatakan Bersalah Berencana Ngebom Masjid di Amerika

Polda Metro Jaya Gelar Hasil Razia Miras Oplosan di 147 TKP

PSI Urutan Teratas Partai yang tak Akan Dipilih

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2