Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Virus Corona
Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa 'Harus Jadi Peringatan Bagi Kita Semua', Kata WHO
2020-09-18 12:58:09
 

Pertambahan kasus mingguan di Eropa telah melebihi yang dilaporkan selama puncak gelombang pertama pada bulan Maret, kata WHO.(Foto: EPA)
 
JENEWA, Berita HUKUM - Lonjakan jumlah kasus virus korona di seluruh Eropa harus menjadi 'peringatan', kata direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hans Kluge.

Hans Kluge mengatakan bahwa dalam dua pekan terakhir, jumlah kasus baru meningkat dua kali lipat di lebih dari setengah negara anggota Eropa.

"Kita menghadapi situasi yang sangat serius," ujarnya.

Hal itu ia katakan seiring jumlah infeksi yang terkonfirmasi di seluruh dunia secara perlahan tapi pasti menuju angka 30 juta.

Lebih dari 942.000 orang telah meninggal sejak virus corona muncul di China akhir tahun lalu.

Berbicara di Kopenhagen pada hari Kamis, Kluge mengatakan bahwa pada pekan lalu saja, 300.000 infeksi baru dilaporkan di seluruh Eropa.

Pertambahan kasus mingguan telah melebihi yang dilaporkan selama puncak gelombang pertama pada bulan Maret, imbuhnya.

"Meskipun angka-angka ini mencerminkan tes yang lebih komprehensif, ia juga menunjukkan laju transmisi yang mengkhawatirkan di seluruh wilayah," katanya kepada wartawan.

Kluge mengatakan data tersebut "harus menjadi peringatan bagi kita semua".

Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit dan kematian belum meningkat terlalu tajam, meski Spanyol dan Prancis mengalami tren kenaikan.

Meskipun anak muda - cenderung tidak terdampak terlalu parah jika mereka terinfeksi - saat ini menyumbang proporsi terbesar dalam kasus virus corona yang baru-baru ini tercatat, ada ketakutan akan lebih banyak kasus penyakit serius jika virus menyebar ke kelompok masyarakat yang lebih tua dan lebih rentan.

Menurut WHO, terdapat lima juta kasus terkonfirmasi dan lebih dari 228.000 kematian di seluruh Eropa sejak awal pandemi.

'Kita bisa melawannya lagi'

Dalam pengarahan pada hari Kamis, Kluge berkata bahwa aturan-aturan lockdown yang mulai diberlakukan pada musim semi dan awal musim panas telah membuahkan hasil yang jelas.

"Pada bulan Juni, angka kasus mencapai titik terendah," ujarnya. "Tapi angka kasus pada September harus menjadi peringatan bagi kita semua."





Chart showing coronavirus cases increasing in European countries in recent weeks



Namun ia menekankan bahwa pengetahuan tentang cara terbaik untuk menekan penyebaran virus telah membaik sejak pandemi pertama kali menyebar ke Eropa.

"Kita telah melawannya sebelumnya dan kita bisa melawannya kembali," ujarnya.

Awal pekan ini, Kluge memperingatkan bahwa Eropa harus bersiap menghadapi peningkatan jumlah kematian akibat virus korona pada Oktober dan November, seraya memperingatkan: "Ini akan semakin sulit."

Bagaimana situasi di Eropa?

Di Inggris, jumlah kasus harian baru telah mencapai level tertinggi sejak pertengahan Mei. Aturan baru telah diberlakukan untuk membatasi pertemuan sosial dan pembatasan lebih lanjut berskala lokal untuk bagian timur laut Inggris diumumkan pada hari Kamis.

Sementara itu, Prancis mencatat 10.593 kasus pada Kamis - jumlah harian tertinggi sejak pandemi bermula.

Menteri Kesehatan Olivier Veran mengakui virus corona "kembali sangat aktif"; Lyon dan Nice, dua kota terbesar di Prancis, diberi waktu hingga Sabtu untuk memikirkan langkah-langkah baru guna mengatasi wabah.

Veran dan Perdana Menteri Jean Castex termasuk di antara beberapa menteri yang menghadapi gugatan hukum atas cara mereka menangani krisis ini.

Negara-negara lain juga mengalami lonjakan kasus:

> Spanyol pada hari Rabu mencatat 239 kematian baru dengan virus corona, angka terbesar sejak bulan Juni. Banyak infeksi baru di negara tersebut ada di ibu kota Madrid, tempat otoritas berencana mengumumkan langkah-langkah pembatasan baru.

> Republik Ceko melaporkan lebih dari 2,000 pertambahan kasus harian untuk pertama kali. Perdana menteri negeri itu meminta rakyatnya mengikuti aturan pembatasan demi mencegah peningkatan infeksi secara eksponensial.

> Angka kasus juga mencapai puncak harian baru di Belanda dan pemerintahnya diperkirakan akan mengumumkan aturan-aturan pembatasan baru pada hari Jumat.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  Kapolres: 7 Kampung Tangguh Jaya di Jakarta Barat Terbukti Efektif Tanggulangi Wabah Covid-19
  Ketum KNPI: Pesta Yang Dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok Sangat Tidak Elok
  Raffi Ahmad akan Jalani Sidang Perdana 27 Januari 2021 di PN Depok
  Vaksinasi Mandiri Bisa Jadi Alternatif Percepat Vaksinasi Nasional
  Pernyataan PP Muhammadiyah tentang Pelaksanaan Program Vaksinasi
 
ads1

  Berita Utama
SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU

Haedar Nashir: Waspada Terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Ibu Risma, Ngono Yo Ngono, Tapi Ojo Ngono

Ini 5 Efek Minum Kopi Setiap Hari yang Terjadi pada Tubuh

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

Ini Pesan Tito Karnavian ke Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

Kapolres: 7 Kampung Tangguh Jaya di Jakarta Barat Terbukti Efektif Tanggulangi Wabah Covid-19

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2