Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Fashion
Lucky Textile, Dukung Imajinasi dan Kreativitas Desainer
2019-02-20 11:00:05
 

Konferensi pers, kolaborasi Lucky Textile, Phangsanny, Esmod.(Foto: BH /na)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Perkembangan dunia mode semakin menunjukkan kiprah positif di awal tahun 2019. Tak hanya dari segi kreatifitas para desainer muda di Indonesia, tetapi juga dari segi bahan baku yang semakin banyak di produksi. Namun demikian, masalah utama yang sering dihadapi oleh pelaku dunia fesyen adalah keterbatasan bahan.

Faktanya banyak pelaku dari usaha ini menghadapi situasi dimana mereka tidak mempunyai kemampuan untuk mencetak bahan sesuai ketentuan pesanan minimum pabrik, dan sayangnya banyak pabrik pun tidak mau men-support hal ini. Alhasil mereka hanya bisa melakukan pencarian lansung ke pasar membeli bahan baku yang ada. Namun, kendala yang mereka hadapi adalah keterbatasan jumlah barang serta kecilnya kemungkinan untuk mendapatkan bahan dengan corak yang sama lagi bila stok barang mereka telah habis.

Oleh karenanya, Lucky Textile hadir untuk menyediakan solusi dalam permasalahan yang dihadapi pelaku fesyen di Indonesia. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1970 ini, telah berinovasi dengan mesin digital printing yang bilamana memesan cetak pada mesin rotary, konsumen bisa menuangkan imajinasi dan berkreasi mencetak diatas bahan tanpa minimum jumlah produksi.

"Saat ini industri tekstil dan garmen di Indonesia trennya sangat bagus. Kendati demikian, hal itu juga harus menuntut kreatifitas," ujar Dofa Hapsari, Chief Designer Lucky Textile Group, dalam konferensi pers yang digelar di Royal Jakarta Golf Club, Halim Perdanakusumah, Jakarta, Selasa (19/2).

Dofa menambahkan, solusi dari Lucky Tex ini tentunya akan mampu menggairahkan industri fesyen di Indonesia serta akan melahirkan entrepreneur baru. Karena konsumen mampu mengerahkan kreatifitas serta imajinasi mereka melalui desain mereka sendiri dan berkarya tanpa batas.

Selain itu Lucky Tex juga menjalin hubungan yang baik dengan para desainer dan sekolah-sekolah fesyen potensial dengan serangkaian program kerjasama seperti, berkolaborasi dengan desainer kenamaan Phangsanny dalam pagelaran Summer Fashion Show 2019 yang bertajuk Lucky Trend Showcase "EQUILIBRE".

Puluhan koleksi karya para siswa sekolah mode Esmod Jakarta dan juga desainer kenamaan Phangsanny dihadirkan dalam busana pria dan wanita. Keseimbangan alam yang menjadi tema fashion show kali ini lebih merujuk ke warna alam seperti cokelat, hijau, dan warna-warna tanah. Bahan seperti katun 100% juga dihadirkan dalam koleksi ini.(bh/na)



 

 
   Berita Terkait > Fashion
 
  Resmi Dibuka, Muffest 2019 Targetkan Transaksi Rp 45 Miliar
  Muffest 2019, Gaungkan Identitas Busana Muslim Indonesia
  Buka Kampus Baru, ISWI Fashion Academy Tampilkan Karya Siswi dan Alumni
  Phangsanny, Desainer yang Terbuai dalam Tenun Sumba
  4 Desainer Muda Esmod Jakarta, Sukses Tampilkan Karya dalam 'Equilibre' 2019
 
ads

  Berita Utama
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang

Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M

BPN Menang 2 Gugatan di Bawaslu: Bukti Konstitusional, Bukan Makar

 

  Berita Terkini
 
Wartawan Korban Penganiyaan Mengklarifikasi terkait Jumpa Pers Pemda Kaur

Emak Emak Militan

Soal Gerakan Kedaulatan Rakyat 22 Mei, Ini Pesan Muhammadiyah DKI Jakarta

Hanura Bambu Apus Sesalkan Penyataan OSO Tuding Wiranto Penyebab Terpuruknya Partai

Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2