Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Kelapa Sawit
M. Nasir Minta Pemerintah Indonesia Stabilkan Harga Sawit
2019-01-18 17:09:56
 

Muhamad Nasir Caleg DPR RI Dapil Riau II dari Partai Demokrat.(Foto: Istimewa)
 
RIAU, Berita HUKUM - Masyarakat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit. Kali ini mereka gembira, pasalnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 16-22 Januari mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur.

Kenaikan terbesar pada kelompok umur 10-20 tahun yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp76,06 per kg dari harga pekan lalu. Dengan kenaikan tersebut, harga TBS periode saat ini menjadi Rp 1.521,91/Kg.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ferry Hc mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Tren menaikkan harga TBS minggu ini disumbangkan oleh penjualan CPO dari Astra Agro Lestari Group yang mencapai Rp 7.017,15.

Menanggapi kenaikan harga jual tersebut, Muhamad Nasir Caleg DPR RI Dapil Riau II meminta pihak pemerintah agar menstabilkan harga jual buah kelapa sawit. Harapannya kesejahteraan masyarakat petani sawit semakin meningkat.

"Mereka yang menggantungkan hidupnya pada hasil jual buah kelapa sawit akan sangat merugi ketika harga jual sawit merosot turun. Ini yang kerap kali dialami petani sawit" ungkapnya, Jumat (18/1).

Selain itu faktor lain adalah penguatan harga CPO dunia didukung oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga minyak tercatat sudah naik sekitar 6,9 persen secara mingguan. Naiknya harga minyak mentah membuat investor kembali melirik CPO sebagai alternatif.

Caleg dari Partai Demokrat ini juga mengajak pemerintah untuk bersama-sama terus memantau harga pasar sehingga pihak petani tidak dirugikan dengan harga pasar yang tidak stabil dan ketidakpastian harga pasar.

"InsyaAllah kedepan ini akan kita perjuangkan. Bagaimana masyarakat khususnya petani sawit bisa semakin sejahtera, adil dan makmur" tutupnya.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Kritik Fachrul Razi, Din Syamsuddin: Ganti Saja Kemenag Jadi Kementerian Antiradikalisme

Sepiring Berdua, Ngapain Ada Pilpres?

Prabowo Jadi Menhan, Relawan Jokowi pada Kecewa

Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

 

  Berita Terkini
 
Kritik Fachrul Razi, Din Syamsuddin: Ganti Saja Kemenag Jadi Kementerian Antiradikalisme

HNW: Pimpinan Tidak Bisa Muncul Tiba-Tiba Tetapi Harus Melalui Kaderisasi

Dibutuhkan Keseriusan Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pangan Dalam Negeri

PKS Khawatirkan Nasib Pendidikan Indonesia di Bawah Mendiknas Nadiem Makarim

Puji Setyowati Soroti Maraknya Kasus Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2