Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
4 Pilar
Mahyudin: Indonesia Butuh Pejuang Ekonomi, Saatnya Generasi Muda Bangkit
2018-10-10 07:16:59
 

Wakil Ketua MPR RI saat acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur, Selasa (9/10).
 
PASER, Berita HUKUM - Di dunia ini banyak sekali orang-orang yang awalnya tidak terkenal kemudian menjadi hebat dan menjadi seorang tokoh dunia yang hebat seperti mendiang Steve Jobs seorang pebisnis dan penemu ulung pendiri teknologi Apple dan CEO Apple Inc.

Apple Inc. Adalah sebuah perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasarnya senilai US$ 800 Milyar bahkan tembus US$ 1 Triliun. Hanya satu orang mampu menjadi tokoh bisnis yang luar biasa.

Namun, sayangnya Steve Jobs bukanlah warga Indonesia dan bukan pebisnis Indonesia dan bukan pejuang ekonomi Indonesia. Indonesia belum sampai memiliki pejuang ekonomi yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar itu. Inilah saatnya generasi muda Indonesia bangkit dan mampu menjadi salah satu pejuang ekonomi besar seperti Steve Jobs.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua MPR RI di hadapan ratusan peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur, Selasa (9/10).

"Bayangkan kalau kita punya pengusaha seperti itu. Tapi, alhamdulillah Indonesia sudah memulai dengan munculnya perusahaan Gojek dengan nilai kapitalisasi pasarnya senilai US$ 1 Milyar. Selain Gojek ada Tokopedia yang nilai kapitalisasinya juga besar," katanya.

Mahyudin berharap, seluruh elemen rakyat Indonesia terutama generasi muda harus menyadari hal tersebut bahwa negara-negara maju di dunia berlomba-lomba melahirkan pebisnis-pebisnis atau pejuang-pejuang ekonomi tangguh. Sedangkan di Indonesia malah sibuk apalagi memasuki tahun politik dengan saling mencibir, menyebarkan berita hoax, perang hastag dan saling serang fitnah hanya karena beda pilihan.

"Sekarang sudahlah, kita buang kebiasaan-kebiasaan negatif tersebut. Mulailah berpikir bersama-sama untuk bagaimana caranya melahirkan pejuang-pejuang ekonomi Indonesia yang hebat bahkan mengalahkan Steve Jobs. Inilah peran generasi muda bangsa yang merupakan harapan bangsa ke depan. Belajar yang rajin dan jangan ikut-ikutan perang kebencian karena beda pilihan," ujarnya.(MPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Ini Kata KPK Soal Pengakuan Tersangka Bowo Terima Uang dari Mendag Enggartiasto

Data C1 Tak Seluruhnya Benar, C Plano Adalah Kunci

Cegah Konflik Usai Pemilu, MUI Keluarkan Tausiyah Kebangsaan

DKPP Mesti Periksa Komisioner KPU Yang Coba Curangi Perhitungan Suara Pilpres

 

  Berita Terkini
 
Kornas Anak Republik Berharap Capres Jokowi dan Prabowo Bertemu Langsung Tanpa Utusan

Muffest 2019, Gaungkan Identitas Busana Muslim Indonesia

Ini Kata KPK Soal Pengakuan Tersangka Bowo Terima Uang dari Mendag Enggartiasto

Caleg PDIP Jadi Tersangka Pembakaran Kotak Suara di Jambi

Sembuh, Sandiaga Perintahkan Semua Pendukung Kawal C1

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2