Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Pahlawan Nasional
Mantan Kapolri RS Soekanto Tjokrodiatmodjo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
2016-08-12 06:54:51
 

Komisaris Jenderal (Pol.) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo seagai Kepala Kepolisian Negara RI pertama,
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Kapolri Jenderal (pur) Awaloeddin Djamin dan pengajar Kajian Ilmu Kepolisian pada Program Pascasarjana Universitas Indonesia Ambar Wulan menulis buku tentang Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kepala Kepolisian Negara RI pertama, diluncurkan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta.

RS Soekanto merupakan bapak kepolisian karena dialah yang merupakan peletak dasar kepolisian nasional profesional dan modern. Dia menjabat Kapolri mulai 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959.

"Beliau mulai tugas sebagai kepala kepolisian dari nol. Tidak ada kantor maupun staf. Beliau yang dikokohkan sebagai kepala polisi oleh Presiden Soekarno mulai 1 Juli 1946, sehingga akhirnya tanggal itu dijadikan hari Bhayangkara," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, Kamis (11/8).

Sejauh ini dari Polisi baru Komjen (pur) M. Jasin yang dianugerahi gelar pahlawan nasional.

"Sebagai penghargaan atas jasa-jasa RS Soekanto, sekiranya tidak berlebihan kalau kita mengusulkan agar beliau dianugerahi sebagai pahlawan nasional," ujar Boy.

Jika secara historis, Komisaris Jenderal (Pol.) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo kelahiran di Bogor, Jawa Barat, 7 Juni 1908 - meninggal di Jakarta, 24 Agustus 1993 pada umur 85 tahun, RS Soekanto bisa membuktikan sebagai kepala kepolisian negara yang melaksanakan seluruh tugasnya dengan baik.

Terkait polisi yang sekarang, belum mempunyai ketokohan seperti RS Soekanto. Seharusnya polisi yang sekarang bisa menggunakan value di masa lalu itu untuk menjadi polisi yang baik.

Pakar komunikasi UI, Effendy Ghazali yang hadir dalam acara itu menyampaikan selain nama Hoegeng, diharapkan dengan buku ini dapat memunculkan nama Soekanto. Soekanto menjadi teladan karena tidak mengejar kelebihan materi.

"Peluncuran buku ini semoga dapat menumbuhkan polisi dengan semangat yang baik seperti Pak Hoegeng yang didambakan sebagai polisi yang baik," papar Effendi.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Said Didu: Sejak Awal Esemka Cuma Mobil Bohongan!

Abu Bakar Ba'asyir Tidak Bebas, BPN Prabowo-Sandi: Siapa Yang Sebar Hoax Jokowi Atau Yusril?

Update Banjir Sulawesi Selatan, BNPB Mencatat 8 Orang Meninggal, 4 Orang Hilang

Sandi Effect, Pembeda Pilpres 2019

 

  Berita Terkini
 
Menanggapi SE Sekda Lampung, Ketum SPRI: Pemda Seharusnya Tidak Melakukan Diskriminasi Anggaran

Said Didu: Sejak Awal Esemka Cuma Mobil Bohongan!

Abu Bakar Ba'asyir Tidak Bebas, BPN Prabowo-Sandi: Siapa Yang Sebar Hoax Jokowi Atau Yusril?

Update Banjir Sulawesi Selatan, BNPB Mencatat 8 Orang Meninggal, 4 Orang Hilang

Koordinator TPDI, Petrus Salestinus: SKB 3 Menteri Langgar Hukum dan HAM Para Aparatur Sipil Negara

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2