Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Advokat
Masih Magang, Eko Sumiharsono Sudah Mengaku sebagai Pengacara
2018-02-14 06:43:57
 

Tampak Eko Sumiharsono saat memegang surat bersama kliennya.(Foto: Istimewa)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Tindakan seorang yang mengaku berprofesi Pengacara atau Advokat yakni Eko Sumiharsono, SH. MH terbilang nekat, karena diduga telah melakukan praktek sebagai Pengacara serta sudah berani membuat papan nama prakek dirinya sebagai seorang Pengacara, padahal ia belum lulus dalam ujian profesi Advokat serta belum pernah diambil sumpahnya oleh badan yang berwenang yaitu Ketua Pengadilan Tinggi.

Advokat adalah profesi yang terhormat untuk membantu mendampingi kliennya dalam suatu kasus, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Selain harus dinyatakan lulus dalam ujian sebagai seorang Advokat atau penasihat hukum oleh suatu organisasi pengacara, ia juga harus terlebih dulu diambil sumpah jabatannya oleh Ketua Pengadilan Tinggi dan harus memiliki Surat Berita Acara Sumpah (BAS).

Berdasarkan informasi yang diperoleh pewarta BeritaHUKUM.com, Eko panggilan akrab Eko Sumiharsono yang sebelumnya sebagai seorang yang aktif dibidang Lembaga swadaya masyarakat (disingkat LSM), ia tiba-tiba menyandang gelar SH dan MH serta memproklamirkan dirinya sebagai seorang pengacara dengan menyandang jabatan sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pesut Mahakam yang dikukuhkan pada 12 Oktober 2017.

Demikian juga dirinya mengaku sebagai Pengacara dibawah naungan Lembaga Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) cabang Samarinda versi Ketua Hendrich Juk Abeth SH.M hum. Sehingga ia diduga nekat melakukan praktek dalam mendampingi kliennya. Namun belakangan tindakannya diketahui bahwa Eko Sumiharsono SH, MH belumlah menjadi seorang profesi Pengacara profesional yang berdasarkan Undang Nomor 18 tahun 2003 Tentang Advokat, namun ia kedudukannya masih sebagai Pengacara Magang.

Sementara, Kepala Bidang Hukum Pengadilan Tinggi Kaltim, Slamet saat di konfirmasi media ini di ruang kerjanya pada, Senin (12/2) pagi mengatakan bahwa, setelah melakukan pemeriksaan dibuku register dan Berita Acara Sumpah (BAS) dari tahun 2016 hingga Januari 2018, baik dari Kongres Advokat Indonesia (KAI) maupun Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) tidak ada nama Eko Sumiharsono, SH. MH yang diambil sumpahnya, sehingga kalau sudah mengaku sebagai Pengacara ya perlu di pertanyakan dari mana, tegas Slamet.

Sedangkan, Eko Sumiharsono yang didampingi Ketua Paradi cabang Samarinda Hendrik Juk Abeth, SH. MH yang dikonfirmasi pewarta saat di kantin Pengadilan Negeri Samarinda pada, Senin (12/2) siang, Eko mengaku bahwa dirinya memang bukanlah seorang profesi Pengacara yang telah memiliki izin, namun hanya sebagai Pengacara Magang dan mengaku dibawah naungaan Peradi.

"Saya bukan pengacara, saya masih magang," ujar Eko singkat.

Ketika ditanyakan pewarta terkait dirinya bukanlah sebagai seorang Pengacara namun sudah berani membuatkan papan nama dirinya sebagai seorang Pengacara atau penasihat hukum dengan menggunakan kop surat dirinya sebagai pengacara, Eko lalu mengatakan bahwa kalau itu salah, maka ia akan menarik surat yang telah dikirimkan ke kedua lembaga peradilan tersebut dan bersedia akan membongkar papan nama yang telah di pasang tersebut.

"Mengenai surat yang ke Kejati Kaltim dan ke Jamwas Kejaksaan Agung saya akan tarik kembali, papan nama juga akan saya bongkar," ujar Eko.

Disamping itu Ketua Peradi Kota Samarinda Hendrik, menegaskan bahwa Eko Sumiharsono bukanlah Pengacara karena belum diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi, Eko masih magang jadi tidak bisa beracara sendiri untuk mendampingi kliennya. setidaknya magangnya 2 tahun baru bisa dilantik atau diambil sumpah sebagai Pengacara oleh Ketua Pengadilan Tinggi.

Terkait lembaga Peradi yang menaungi Eko, Hendrik menegaskan itu salah dan tidak dibenarkan, maka saya akan berikan sanksi, tegas Hendrik.

"Masih magang namun sudah mengirim surat dengan kop surat sebagai pengacara dan papan namanya sebagai seorang pengacara itu salah dan tidak dibenarkan. Saya akan memberikan sanksi hukuman," pungkas Hendrik.(bh/gaj)



 

 
   Berita Terkait > Advokat
 
  Masih Magang, Eko Sumiharsono Sudah Mengaku sebagai Pengacara
  Berpotensi Terjerat Hukum, Advokat Uji UU Tipikor
  Junjung Tinggi Keluhuran Profesi Organisasi, Advokat Bentuk Dewan Kehormatan Bersama
  MK Tolak Uji Aturan Pemakaian Toga di Pengadilan
  DPC PERADI Jakarta Utara Aklamasi Memilih Kembali Sabar Ompusunggu sebagai Ketua
 
ads

  Berita Utama
Polres Jakbar Menangkap Kawanan Perampok Bersenpi, 1 Orang Begal Tewas

Yusril Mengajukan Gugatan ke Bawaslu dan Berencana Pidanakan Komisioner KPU

Komplotan Penyidik KPK Gadungan Kasus Zumi Zola Ditangkap Polisi

Komentar Berbagai Pihak atas Viral Video Anies Baswedan Dicegat Paspampres

 

  Berita Terkini
 
Polres Jakbar Menangkap Kawanan Perampok Bersenpi, 1 Orang Begal Tewas

Industri Tambang Harus Apresiasi Lingkungan

'Aisyiyah dan Kemenlu Sepakat Membawa Misi Perempuan Sebagai Agen Perdamaian

Kejahatan Serangan Siber Rugikan AS Hingga Rp1.477 Triliun

Yusril Mengajukan Gugatan ke Bawaslu dan Berencana Pidanakan Komisioner KPU

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2