Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Angka Kemiskinan
Melalui 4 Klaster, Angka Kemiskinan Ditargetkan Tinggal 3-4% Pada 2015
Monday 20 Aug 2012 10:43:29
 

Pidato Presiden SBY Saat Memimpin Sidang Kabinet Terbatas di Bank BRI (Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI) menargetkan angka penurunan kemiskinan hingga tinggal 3-4 persen pada tahun 2015 dengan pilar utamanya klaster 1 hingga 4.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memimpin sidang kabinet terbatas di Bank BRI, pertengahan bulan ini menyampaikan, MP3KI menempatkan program pengurangan kemiskinan dan pengangguran sebagai prioritas utama dengan berkurangnya angka kemiskinan dari 16,7% tahun 2004 menjadi 11,96% pada Maret 2012.

Klaster 1 Bantuan dan Perlindungan Sosial

Klaster 1, kata Presiden, ibarat ikan. Pemerintah memberi bantuan pada masyarakat miskin atau rumah tangga sasaran (RTS) berupa:

Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Anggaran BOS tahun 2012 sebesar Rp 27,67 triliun. BOS per siswa untuk setiap pelajar AD Rp 500 ribu per tahun dan siswa SMP Rp 700 ribu per tahun.

Beras bersubsidi atau beras untuk rumah tangga miskin (raskin) 15 /RTS/bulan dengan harga Rp 1.600/kg.

Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada rumah tangga sagat miskin (RTSM), setiap RTSM endapat Rp 600 ribu Rp 2,2 juta per tahun.

Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk berobat gratis di Puskesmas dan rumah sakit kelas III milik pemerintah. Tahun 2012 peserta Jamkesmas diperluas kepada gelandanganan napi. Selain Jamkesmas diberikan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK)Rp 100 juta/Puskesmas/tahun. Anggaran kesehatan gratis 2012 sebesar Rp 7,55 triliun meliputi Jamkesmas Rp 5,9 triliun dan Jamersal Rp 1,75 triliun.

Bantuan sosial untuk pengungsi korban bencana alam/sosial, Bantuan untuk penyandang cacat Rp 300 ribu/buln, Bantuan untuk lanjut usia (Lansia) terlantar Rp 200 ribu/orang/bulan untuk 26.500 orang.

Klaster 2 Pemberdayaan Masyarakat

Klaster 2 diibaratkan sebagai kail. Melalui program ini pmerintah melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.

Dilaksanakan oleh 5 kementerian: Kemendagri, PU, PDT, Pertanian dan Pariwisata & Ekonomiif.

Anggaran PNPM 2012 sebesar Rp 14,053 triliun
Setiap kecamatan memperoleh dana hingga Rp 3 miliar. Untuk 2012 sasaran yang akan dicapai 6680 kecamatan,495 kabupaten/kota,33 provinsi.

Klaster 3 Kredit Usaha Rakyat

Klaster ini ibarat perahu, Melalui program ini usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) mendapat kredit usaha rakyat (KUR) dri 33 bank, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank Bukopin, Bank BTN, BNI Syariah serta 25 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Pemerintah memberikan jaminan melalui PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) sebesar Rp 2 triliun/tahun/KUR tahun 2010 telah dikucurkan Rp 17,23 triliun dan tahun 2011 Rp 29 triliun.

KUR tahun 2012 sebesar Rp30 triliun.
KUR Rp 20 juta diberikan tanpa bangunan.
Persyaratan memiliki usaha tetap/KTP/KK, dan keterangan usaha dari desa/kelurahan.
KUR untuk TKI dengan kredit sesuai kebutuhan ke negara tujuan, KUR untuk perkebunan diberikan aktu hingga 13 tahun.

Klaster 4 Program Pro Rakyat

Program Rumah Sangat Murah dan Murah tahun 2010 dengan anggaran Rp 2,156 triliun untuk membangun 265.180 unit rumah sangat murah dan 8.762 rumah murah, melalui PNPM Mandiri Perumahan dan Permukiman tahun 2011 telah dibangun 20.600 unit dan peningkatan kualitas 39.500 unit di 33 provinsi dengan anggaran sebesar Rp 812,88 miliar.

Program Kendaraan Umum Angkutan Murah pada tahun 2012 dengan anggaran APBN Rp 50 miliar.

Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2012 di 571 desa.

Sistem Penyediaaan Air mMinum (SPAM)di 275 kawasan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) 131 kecamatan,418 desa dan 205 kawasan khusus dengan anggaran Rp 2,164 triliun.

Program Listrik Murah dan Hemat dilaksanakan tahun 2012 dengan anggaran sebesar Rp 338 miliar.

Peningkatan kehidupan nelayan akan dilaksanakan tahun 2012 ini dengan anggaran Rp 1,157 triliun.

Program peningkatan kehidupan masyarakat pinggir perkotan tahun 2012 Rp 74,77 miliar di 5 kota takni DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Makasar. Sebelumnya pada 2011 di Bandung dan Surabaya.(skb/bhc/opn)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Gugat Hasil Pilpres ke MK, Prabowo-Sandi Ingin Tegakkan Kedaulatan Rakyat

Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei

Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh

 

  Berita Terkini
 
Ketum KNPI Haris Pertama Sebut Luhut Binsar Pandjaitan Cocoknya Jadi Menteri ESDM atau KLH

Desa Jawi Melalui Dana Desa Memenuhi Kebutuhan PKK

Desa Geramat Bangun Jalan Lingkungan dengan Dana Desa

Senator Fachrul Razi Hadiri Acara Berbuka Puasa Bersama PPWI dengan Anak Yatim

Gugat Hasil Pilpres ke MK, Prabowo-Sandi Ingin Tegakkan Kedaulatan Rakyat

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2