Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Radikalisme
Membentengi Generasi Muda dari Paham Radikal, Psikolog: Ketahanan Keluarga Itu Basis Utama
2018-08-31 13:25:18
 

Psikolog Arijani Lasmawati (Foto: BH /mos)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Psikolog Arijani Lasmawati mengatakan untuk memperkuat maupun membentengi generasi muda dari paham radikal, faktor pencegahan memegang peranan penting terkait hal tersebut.

Demikian dijelaskannya saat menjadi salah satu narasumber pada seminar nasional bertajuk 'Membentengi Generasi Muda dari Paham Radikal' yang diadakan oleh Institut Quantum Pancasila di Hotel Diradja, Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (31/8).

"Sebaiknya kita melakukan di ranah pencegahan dari awal, bagaimana cara membentengi ya mencegah," kata Arijani.

Psikolog yang fokus di bidang anak dan remaja ini menjelaskan, pencegahan terhadap paham radikal yang paling utama ialah berangkat dari internal keluarga, terlebih pada pola pengasuhan dan cara mendidik dari orang tua kepada anak.

"Mencegah ini prinsipnya menurut saya ketahanan keluarga itu basis utama, bagaimana cara orang tua memperlakukan anak dan mendidik anak dari usia 0 tahun," jelasnya.

Sebab, kata dia, pola asuh orang tua sangat memberi pengaruh penting terhadap pola hidup, cara berinteraksi dan bersosialisasi kepada lingkungan keluarga serta lingkungan sekitar maupun dunia pergaulan oleh sang anak itu sendiri.

"Betapa pentingnya apa yang orang tua lakukan pada remaja atau anak akan membentuk cara mereka membuat framming dalam bersosialisasi," tuturnya.

Untuk itu ia menyarankan kepada para orang tua untuk mengutamakan pengasuhan yang terbaik kepada anak, untuk mencegah terpaparnya anak dari paham radikal."Intinya sebetulnya ya ketahanan keluarga basic utama dari penanggulangan paham radikal itu, kalau menurut saya ya ketahanan keluarga menjadi nomor satu," paparnya.

"Bahwa keluarga dan orang tua adalah orang-orang yang punya kepentingan dan kewajiban terhadap perkembangan anak-anaknya. maka harus benar-benar fokus dan tidak menganggap ini sebagai sebuah sesuatu yang bisa dijalankan secara sambilan, harus menjadi yang utama," sambungnya.(bh/mos)



 

 
   Berita Terkait > Radikalisme
 
  Gus Anam Mengimbau Agar Semua Pihak Menolak Radikalisme dan Intoleransi
  Relawan Harimau Jokowi Dukung Paslon Nomor 01 dan Siap Hadapi Radikalisme
  Radikalisme Muncul Karena Tidak Memahami Hubungan Islam dan Pancasila dengan Benar
  Membentengi Generasi Muda dari Paham Radikal, Psikolog: Ketahanan Keluarga Itu Basis Utama
  Mencegah Paham Radikal pada Anak, Orang Tua dan Keluarga Punya Peranan Penting
 
ads

  Berita Utama
Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Lagi

KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015

Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati

Keabsahan dan Eksistensi Anggota Dewan Pers Dituding Cacat Hukum

 

  Berita Terkini
 
Pembangunan Jalan Rabat Beton Desa Gedung Wani Tingkatkan Sektor Pertanian

Rezim Kamboja Pemimpin Khmer Merah Didakwa Pengadilan Bersalah atas Genosida

Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Lagi

Gus Anam Mengimbau Agar Semua Pihak Menolak Radikalisme dan Intoleransi

Peresmian Pom Bensin/ SPBU Baru di Desa Aur Ringit, Tanjung Kemuning, Kaur

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2