Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Korupsi
Memecahkan Sandi Korupsi
2017-05-19 11:44:19
 

Perpustakaan KPK mengadakan Sarasehan Pustaka ini dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, 17 Mei.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam kejahatan korupsi, para pelaku menggunakan sandi tertentu yang hanya dipahami oleh kelompoknya. Hal ini bertujuan agar kejahatannya tidak mudah dibongkar aparat penegak hukum. Karena itu, penting bagi setiap aparat penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memahami makna sandi-sandi tersebut dalam pembongkaran kasus yang ditangani.

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sarasehan Pustaka pada, Rabu (17/5) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

"Sandi-sandi yang digunakan oleh para pelaku korupsi itu selalu berubah, Dengan operasi OTT yang kami lakukan, justru membuat koruptor semakin berhati-hati dalam berkomunikasi," katanya.

Dalam sejumlah kasus korupsi yang terungkap KPK, masyarakat lantas mengenal sejumlah sandi yang digunakan oleh para koruptor. Misalnya, apel Malang untuk uang rupiah, apel Washington untuk uang dollar Amerika, santri yang bermakna utusan, kiai yang berarti pejabat Kementerian Agama, atau pengajian yang bermakna tender atau lelang.

Dalam kegiatan itu, Sarasehan Pustaka membedah buku Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi karya Sabir Laluhu, salah satu wartawan yang bertugas di KPK. Selain pimpinan KPK, kegiatan itu juga dihadiri pakar komunikasi politik Effendi Ghazali dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva.

Senada dengan Alex, pakar komunikasi politik Effendi Ghazali mengatakan bahwa dari 199 sandi dari berbagai kasus korupsi yang disajikan dalam buku itu, menandakan bahwa sandi yang digunakan koruptor selalu berubah, bahkan, "Sampai ke hal-hal yang tidak kita bayangkan. Metamorphosis tidak akan berhenti, sekali ketahuan, maka tidak akan digunakan lagi."

Menanggapi hal itu, mantan Ketua MK Hamdan Zoelva mengakatan bahwa dalam kejahatan yang terorganisasi dan sistematis, biasanya dilakukan oleh orang-orang pintar yang bertujuan untuk mengelabui penegak hukum, termasuk penggunaan sandi.

Namun, bagi Hamdan, penggunaan sandi justru malah mempermudah penegak hukum. "Karena ketika ia menggunakan sandi yang aneh-aneh dapat mengindikasikan adanya sesuatu yang mencurigakan," katanya.

Dari pengalaman lebih dari lima tahun bertugas di KPK, sang penulis buku, Sabir Laluhu, berpendapat bahwa korupsi itu tidak berdiri sendiri. Ia berdiri dari bidang keilmuan lain, salah satunya ilmu komunikasi yang digunakan para pelaku korupsi. Karena itu, penulisan buku itu, ia niatkan sebagai bentuk dukungan kepada KPK dalam memecahkan sandi koruptor.

"Bagaimanapun caranya, kalau KPK mampu menerjemahkan secara serius sandi-sandi korupsi tersebut, harus ada ahli komunikasi, dan ahli Bahasa di dalamnya, karena banyak sandi-sandi dalam Bahasa daerah," katanya.(KPK/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait > Korupsi
 
  Indeks Korupsi Indonesia Masih Tinggi, Pemberantasan Korupsi Jalan di Tempat
  Memecahkan Sandi Korupsi
  Hak Remisi Koruptor Harus Dicabut
  Diskusi Berseri MAK: Korupsi & Dinasti Politik
  Koordinator ICW: Revisi UU Tipikor Dinilai Masih Memiliki Kendala
 
ads

  Berita Utama
Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda

Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota

Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat

Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi Selamanya

 

  Berita Terkini
 
Polda Metro Jaya dan APPI Menggelar Sarasehan dan Dialog UU No 42/1999 Jaminan Fidusia

Faisal Haris Siap Somasi Pelaku Rekam & Sebarkan Video Shafa Labrak Jennifer Dunn

Bakamla RI Luncurkan Kapal Baru KN Tanjung Datu 1101

TNI dan ADF Gelar Latihan Bersama Garuda Kookaburra 2017

Usulan KEK Meikarta Berpotensi Merugikan Keuangan Negara

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2